Rabu, 29 Juni 2022

Tugas Portfolio Ujian Akhir semester

Tugas  ke-9


 


Materi Bab 6 tediri atas

  1. Manusia makhluk belajar
  2. Konsep Pendidikan yang islami
  3. Kewajiban Belajar bagi muslim dan muslimah
  4. Kewajiban belajar sepanjang Hayat
  5. Konsep pembelajaran yang islami
  6. Konsep Hidayah

6.1 Manusia Makhluk Belajar



Semua yang dimiliki manusia seperti Pengetahuan, keterampilan, sikapm naupun bentuk-bentuk keinginan yang menyertai keberadaan manusia, adalah hasil belajar tentang diri dan dari lingkungannya,

Manusia bisa berubah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. bahkan, selanjutnya mereka larut dengan lingkungannya.

Tampak konsep islam memperhatikan lingkungan, memperhatikan pendidikan masa kecil, karena pendidikan masa kecil merupakan bentuk pendidikan paling mendasar.

Kelebihan manusia dibanding makhluk Allah lainnya adalah akalnya. kemampuan akal menyebabkan manusia bisa mengubah kondisi dirinya, memperbaiki dirinya

Manusia adalah peniru ulung, takbisa melakukan apapun tanpa bila tanpa melalui peniruan-peniruan,

Manusialah yang kemudia membangun sekaligus merusak bumi karena keberakalannya kebudayaan (dipilah terdiri atas berbagai sistem seperti:  pendidikan, ekonomi, politik ,teknologi ,adat dll) adalah hasil olah pikir dan rasa manusia dalam menanggapi dan mempelajari lingkungannya,

Hanya manusia saja yang bisa mengelola bumi, Dialog antara Allah dengan para  Malaikat ketika Allah memutuskan akan menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi menjadi bukti bahwa salah satu sifat manusia secara sunnatullah adalah bisa membuat kerusakan dan menumpahkan  darah Allah swt maha tahu tentang segala yang terkait dengan perencanaan-Nya.

Sebagai bekal yang disiapkan untuk menjalani peran sebagai makhluk belajar. Allah swt telah melengkapi kemampuan manusia bisa memahami dan mengelola memori tentang nama-nama yang terkait dengan seluruh benda yang ada di lingkungannya.

Kemampuan menyimpan memori kosa kata itu, yang pada awal penciptaan manusia, adalah sebagai bukti bahwa Allah SWT telah menyiapkan kelebihan manusia yaitu kelebihan kemampuan yang tidak dimiliki masyarakat malaikat maupun iblis.

Kejadian satu seakan-akan berkelindan dengan kejadian lainnya yang hampr sama, sekalipun berlansung di tempat lain, bahkan ditempat yang sangat jauh lokasinya, pembelajaran meniru, sebagai sunnatullah yang menjadi ciri manusia, bisa dimanfaatkan secara positif sebagai modal kekayaan potensi pengembangan diri bagi manusia.

6.2 Konsep Pendidikan yang Islami



Ada tiga hal yang dijanjikan oleh Allah bagi manusia, ketika manusia telah sampai kepada akhir masa persinggahannya di dunia. sudah siapkah manusia menghadap Allah dengan bekal tiga hal? Dalam satu hadits populer, Nabi Muhammad saw bersabda : " Ketika teelah sampai ajal kepada semua manusia, terputuslah amal dunia, kecuali tiga hal : Shadaqah jariyah; ilmu yang bermanfaat; atau anak shalih yang mendoakan kedua orang tuannya".

untuk menjadi aka shalih ternyata perlu ilmu, perlu pengetahuan yang luas tentangnya. tentu ilmu yang luas akan bisa didapat melalui kegiatan mencari ilmu, melalui kegiatan belajar. Hasil pencarian yang berupa ilmu bisa menjadi ladang amal yang masih akan mengalirkan pahala kepada pengolahnya, jika ilmu itu diamalkan, ditiru -terapkan kepada orang lain, dibagikan dalam bentuk amal pembelajaran, diturunkan kepada generasi pelanjut, dan amal - amal lain sejenisnya seperti "Bisnis MLM" Hasil pengamalan ilmu akan menumbuhkan dampak berjenjang dari pengamal pertama, pengamal kedua, pengamal ketiga, dan seterusnya.

yang semua jaringan itu masih akan tetap terkait menghasilkan alran pengaruh bolak-balik melalui rangkai jaringan yang pernah dibangun. bahkan percabangan baru yang bisa muncul dari jaringan utama. sementara itu shadaqah jariyah selama ini hanya dipandang sebagai bentuk pemberian berupa harta. padahal, kategori shadaqah bisa juga berupa shadaqah ilmu.

Konsep pendidikan yang islami diantaranya dari sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan , atau lebih jauh daripada kondisi tadi, penyiapan anak sebagai generasi penerus harus  dibangun sejak masa pencarian calon pendamping hidup untuk membangun keluarga.

Dalam konsep kehidupan islam ada empat kriteria dalam menentukan calon pendamping: indikator harta, keturunan, kecantikan, dan keislaman. penekanan kepada indikator yang keempat (masalah agama) menjadi hal yang diutamakan oleh Nabi Muhammad saw. memilih calon pendamping adalah suatu hal yang penting.

ada sejumlah temuan masa kini yang menunjukkan bahwa ibu menjadi faktor penting dalam banyak hal tentang anak, salah satunya terkait dengan masalah IQ.

Tingkat kecerdasan, menurut studi, hanya diturunkan dari pihak Ibu, banyak yang berpendapat bahwa kecerdasan anak datang  dari pola asuh ayah dan ibu yang tepat.

Penelitian menuliskan bahwa jika tingkat kecerdasan ayah lebih tinggi daripada ibu, tetapi kesempatan itu sangat kecil untuk menurun pada anak. ibu mempunyai dua dua kromosom sedangkan ayah memiliki hanya satu kromosom X.

ada sebuah hikmah yang mengatakan "Atta 'alhum fi-ashigharka-annaqshi-alhajar" (pembeljaran pada masa kecil seperti memahat diatas permukaan batu)

konsep belajar pada masa kecil dengan pembiasaan - pembiasaan dini semua kegiatan keislaman yang sungguh bisa berbekas sangat lama, seperti ukiran diatas [ermukaan batu. sebagai fondasi, pendidikan masa kecil harus memiliki unsur ketahanan yang sangat kuat agar bangunan yang akan berdiri diatasnya bisa kokoh

6.3 Kewajiban belajar bagi muslimin dan Muslimat



Hadits Nabi saw yang sangat populer terkait dengan kewajiban aini mencari ilmu:

“Thalabul-ilmi fariidhatun alaa kulli muslimin wa muslimatin: Mencari ilmu itu merupakan suatu kewajiban (fariidhah) bagi muslimin dan muslimat”.

Mencari ilmu itu adalah perbuatan wajib, faridhah. karena dalam hadits nabi saw tadi, tidak ada pembatas, siapa yang terkena kewajiban mencari ilmu itu, laki-laki atau perempuan yang mengaku islam sebagai tuntunan hidup.

Bagaimana jika manusia tidak melaksanakan kewajiban?

sama seperti pada pelanggaran kewajiban yang lainnya, Allah SWT akan memberi ganjaran amal pelanggaran tersebut dengan siksa. tak berlebihan Allah banyak mengigatkan tentang pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan. 

dikembangkan melalui proses pencarian ilmu, proses pembelajaran, proses penelitian.

sejak lebih empat belas abad yang lalu, konsep islam telah menyentuh sangat dalam tentang persamaan hak dan kewajiban antara muslim dan muslimat, yang kemudian dikenal dengan ilmuwan modern dengan konsep persamaan gender.

kalau manusia tidak menguasai ilmu komputer, ilmu ekonomi, ilmu hukum misalnya, manusia tidak "berdosa" karena bisa manusia tafsirkan berdasarkan ayat bahwa Allah menganugerahkan ilmu itu hanya sedikit saja kepada setiap manusia. 

oleh karena itu, urusan ilmu khusus, menjadi fardhu kifayah, seseorang bisa terlepad kewajibannya setelah ada orang lain menguasainya.

masalah ilmu agama menjadi kewajiban semua manusia muslim maupun muslimat untuk menguasainya secara aini. hanya beberapa jenis kegiatan keagamaan seha yang tercata sebagai fardhu kifayah.

berikut ini beberapa hadits Nabi SAW yang bertalian dengan kebijaksanaan sikap mencari ilmu:

  • Ambillah ilmu itu sekalipun datangnya dari mulut binatang
  • Lihatlah, perhatikan apa yang diucapkan, jangan melihat siapa yang mengucapkan (kebenaran itu bisa datang dari sumber yang sangat beragam, bukan dari mulut tertentu saja yang dianggap pakar)
Jadi, dapat kita ketahui bahwa setiap muslim dan muslimah harus menjalankan kewajiban aini terlebih dahulu seperti ilmu agama baru kemudian dilengkapi bisa dilenkapi dengan ilmu lainnya fardhu kifayah seperti ilmu komputer, hukum dan ekonomi.

6.4 Kewajiban Belajar sepanjang Hayat



Kewajiban ilmu tidak mengenal pembatas waktu. selama manusia muslim dan muslimah masih hidup, kewajiban aini mencari ilmu itu masih tetap menempel.

Belajar bukan cuma di sekolah melainkan Tantangan Allah untuk seluruh manusia, agar selalu memperhatikan alam, mempelajari kejadian yang ada di alam, adalah bentuk lahan dan proses kegiatan mencari ilmu juga. 

Nabi Saw dalam sebuah hadits mengatakan “Uthlubul-ilma min al-mahdi ila al-lahdi: kondisikan pencarian ilmu sejak masa buaian hingga menjelang ke liang lahat.

Siswa dan mahasiswa sangat akrab dengan perangkat gadget. begitu banyak gawai yang telah siap untuk digunakan secara menyenangkan sebagai sarana belajar. bahan ajar bisa di unggah dalam website maupun webblog agar mudah diakses oleh pelajar. komunikasi antara dosen dan mahasiswa bisa dilakukan tanpa batas ruang dan waktu perkuliahan sehingga pengekfektivan proses belajar semakin mudah dilakukan.

Kewajiban belajar sejak masa kandungan hingga menjelang masuk liang lahat, berarti proses belajar tidak dibatasi sekadar ruang formal. segala ruang dan lingkungan bisa digunakan untuk melaksanakan pembelajaran, termasuk pembelajaran mandiri, pengembangan masing - masing talenta individu. 

yang pasti, seseorang baru bisa lepas dari ikatan kewajiban belajar sepanjang hayat ketika bersangkutan telah selesai masa tugasnya sebagai manusia.

6.5 Konsep Hidayah



Dalam islam hidayah adalah Petunjuk yang datang dari Allah SWT. Hidayah adalah nikmat yang dianugerahkan oleh Allah hannya kepada Manusia tertentu.

Tidak semua manusia mendapatkan hidayah. Nabi Muhammad yang menajdi kekasih Allah sama sekali tidak memiliki kekuasan untuk memaksa Allah menganugerahkan hidayah-Nya kepada Abu Thalib pada saat menjelang ajal.

Dalam Surah Al-Qashash 28:56 "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk ".

Al-Quran kini bisa bertemu dalam bentuk tampilan dan ukuran. ada yang berukuran besar dan ada yang berukuran kecil serta Al-Quran sekarang terdapat juga di dalam internet sehingga semua orang dapat mengakses Alquran tersebut terlebih sekarang banyak aplikasi Al-Quran.

Hidayah telah tersedia. Apakah manusia mau mengambil Hidayah tersebut? memang, Allah tetap menentukan siapa yang berhak dan siap menerima hidayah atau tidak.

teatapi sejalan dengan ayat Al - Quran yang menyatakan,

Allah tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah dirinya", 

ada kepastian bahwa Allah tidak mengunci mati kondisi hidayah itu. Allah memberi kesempatan kepada siapapun  untuk mengakses hidayah-Nya yang telah beragam tampilannya, tanpa perlu kesulitan sebagaimana yang pernah dialami paman Nabi.

tentang tampilan Al-Quran yang berbeda-beda bentuknya. Allah telah menjamin bahwa Allah memelihara Al-Quran sepanjang masa. Ketelitian dan kesungguhan para pencatat Al- Quran bisa diperiksa dan diteliti karena melembaga secara jelas.


Daftar Pustaka:

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi

Umum. Singaraja: Tespong
Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi
Umum V.2.0. Singaraja: Tespong
Taufiq, Mohamad. 2013. Addins Quran in Ms Word V 2.2.0.0. https://www.facebook.
com/QuranInMsWord


tugas ke-10


Materi bab 7 terdiri atas:

  1. Konsep dasar kewajiban melakukan penelitian
  2.  kewajiban melakukan penelitian dan derajat manusia di sisi Allah; 
  3. kewajiban menerapkan pendekatan Islami dalam kegiatan ilmiah; 
  4. tuntutan Allah dalam wahyu pertama; dan 
  5. perlukah Islamisasi sains.

7.1 Dasar Kewajiban melakukan penelitian

Allah swt menuntut Calon Nabi Nabi muhammad saw, untuk melakukan kegiatan pembacaan iqra pada awal tugas kenabiannya.

bahan iqra yang menjadi tuntutan pada saat itu adalah mengenai masalah penciptaan manusia.

Pemberitaan tentang konsep penciptaan berupa kalimat jawaban mendasar adalah "khalaqal insana min 'alaq" (manusia diciptakan dari segumpal darah)

Surat al - alaq, 96: 01-05, diketahui sebagai wahyu pertama diterima oleh muhammad saw.

memulai pengamatan tentang sesuatu yang dekat, yaitu diri sendiri, menjadi tuntutan yang paling awal. dalam salah satu hadits. Nabi menegaskan: "man 'arafa nafsahu 'arafa Rabbahu":

barang siapa mengenal ('arafa) tentang kondisi dirinya maka akan lebih mudah mengenal tuhannya.

allah juga menetapkan perintah pemeliharaan diri dari keburukan api neraka dimulai dari diri sendiri, dari sesuatu yang dekat dengan diri manusia.

oleh karena itu, sebelum mencari tahu tentang sesuatu yang jauh di luar jangkauan, akan lebih baik mengolah pengetahuan yang terkait dengan hal - hal yang dekat dengan lingkungan diri sendiri lebih dahulu diselesaikan daripada mengurus sesuatu yang masih kurang jelas, sesuatu yang berada di luar jangkauannya.

"Ibda binafsika", adalah salah satu potongan kalimat hikma. perintah memulai sesuatu dari diri sendiri. sejalan dengan perintah Allah swt tentang pemeliharaan diri (autocore) yang dimulai dari kondisi diri, kemudian keluarga terdekat, berlanjut menuju lingkungan yang lebih luas.


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ ۚ لَا يَضُرُّكُمْ مَّنْ ضَلَّ اِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

 Terjemahan Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. Al-maidah, 05:105)


7.2 Kewajiban meneliti dan Derajat manusia di sisi Allah

Wahyu yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad  adalah surat Al-Alaq ayat 01-05 pada ayat kelima Allah memberi jaminan tentang pengetahuan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang mau melakukan pengiqraan, peneliti.

pada ayat lain Allah memaksa manusia untuk selalu berusaha memperhatikan kejadian-kejadian yang ada di alam, bahkan tentang kejadian yang pernah terjadi pada masa lalu, masa manusia pertama hingga manusia - manusia kemudian.

Allah menggambarkan bahwa manusia masa lalu itu lebih kuat, lebih gagah, lebih panjang usianya, sehingga peninggalanya pun terlihat.

seperti piramida di mesir, lukisan raksasa di amerika adalah sedikit bukti yang menunjukkan berita Allah, semua itu harus menjadi bahan pelajaran bagi manusia masa kini.

sejalan dengan janji Allah tentang derajat orang yang memiliki ilmu akan lebih tinggi dibanding orang yang tidak memiliki ilmu, telah terbukti juga. Allah telah meninggikan derajat orang - orang kafir yang sadar ilmu, sekalipun mereka tidak beriman, dibanding orang - orang muslim yang mengaku beriman tetapi tidak sadar-penelitian.

Derajat duniawi yang telah dicapai oleh kelompok orang kafir telah membuktikan bahwa janji Allah benar adanya.

tetapi mengapa umat islam masih belum bangkit kembali memperbaiki prestasi yang pernah didapatkan pada masa Nabi dan para sahabatnya hingga masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid.

teradapat satu pernyataan yang menantang emmat islam masa kini pernyataan Nabu saw yang menyatakan bahwa generasi terbaik ummat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. mereka adalah sebaik baik manusia.

lantas generasi berikutnya, berikutnya dan berikutnya. tiga kurun waktu ini merupakan kurun terbaik dari ummat ini hal itu bisa diperiksa hadits yang diriwayatkan imran bin hushain.

Nabi Muhammad bersabda,

"Sebaik baik umatku adalah pada masaku, kemudian orang - orang yang setelah mereka, lalu orang - orang yang setelah mereka ( shahih al - bukhari no.3350)

Allah yang memiliki hak membagi bagikan dan memosisikan derajat kepada siapa saja yang dia kehendaki.

Artinya sepeti pada prinsip pembagian ilmu Allah, Allah menurunkan ilmu ke  alam ini untuk siapa saja yang siap dan mau mengelolanya.

Allah swt tidak memperuntukkan kesempatan pengelolaan ilmu kepda yang berima semata. itulah Rahman Allah swr atas semua makhluknya.

Denga keberimanan menjadi hal utama ketika seseorang ingin meraih derajat terbaik di sisi Allah swt keberimanan yang dipenuhi penguasaan ilmu.

7.3 Kewajiban menerapkan pendekatan islami dalam kegiatan islamiah


Kita suci Al-Quran adalah sumber pengetahuan global. Al - Quran harus diolah - tafsir isinya oleh karena itu, Al-Quran harus menjadi sumber acuan keilmuaan bagi manusia muslim.

Al- Quran adalah sumber acuan yang keberannya mutlak, tidak perlu diuji ulang, tidak perlu dipertanyakan. semua isi alquran telah mendapat jaminan dari Allah, pencipta dan pemeliharaan Alam serta segala isinya, tentang kebenaranya yang mutlah.

Lahirnya ilmu duniawi yang hebat ada pada tuntunan dan sekaligus tuntutan yang telah diceritakan di dalam isi Al Quran.

Allah swt sengaja meninggalkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan manusia masa lalu, yang pernah disebutkan lebih kuat dan lebh pintar.

Tugas ilmuwan muslim adalah menemukan begitu banyak bukti nyata di lapangan tentang apa yang telah menjadi bahasan di dalam Al-Quran.

oleh karena itu, isi alquran harusnya menjadi sumber awal kegiatan penelitan, bukan buku karangan manusia atau sekadar laporan hasil penelitian manusia.

7.4 Tuntuan Allah dalam wahyu pertama

segala ilmu yang berada di alam ini adalah ilmu Allah Swt. sumber segala ilmu adalah yang mahatahu, Allah swt pemilik segala ilmu pengetahuan. Allah swt menurunkan ilmu kepada manusia hanya sedikit saja.

tuntutan Allah swt kepada Nabi Nya pada awal diangkat menjadi seorang rasul, ternyata adalah bentuk penyiapan mendasar tentang kemampuan manusia untuk menjadi peneliti.

Pernyataan Allah swt yang lengkap tentang hal itu adalah termaktub dalam surat ke - 96: "Allama - al - insana lam ya'lam (yang mengajari manusia tentang segala sesuatu yang tidak diketahuinya).

Ayat ini berisi janji Allah swt. Allah akan memberi kefahaman kepada siapa saja tentang segala sesuatu yang belum pernah diketahui oleh seseorang. tentu semua itu hanya bisa didapat dengan usaha melalui proses pengelolaan ilmu Allah swt, melalui penelitian.

Bukti tentang janji Allah swt telah banyak kita temukan di lapangan, tetapi masih saja banyak manusia tidak begitu yakin tentang hal itu.

7.5 perlukah islamisasi sains?

Ilmu Allah adalah ilmu yang islami, semua hasil olahan ilmu Allah, pada awal pengelohan dan hasilnya, mengusung sifat islami. tetapi, pemanfaatan hasil olahaanya yang kerap menyimpang dari sifat utama ilmu Allah, karena perilaku manusia penggunanya.

tak ada sesuatu yang dihalangi oleh Allah dalam penggunaanya, oleh siapa pun ilmu itu dikelola.

bidang - bidang ilmu yang selama ini dianggap sebagai ilmu sesat, pada dasarnya adalah ilmu Allah yang disediakan sebagai penyeimbang dan cobaan bagi manusia.

Allah memberi izin penemuan dan penggunaan nuklir. berbagai ilmu nuklir dalam tatanan Allah (sunatullah) yang islami. para pengguna yang kemudian menyelewengkan fungsinya untuk kegiatan yang bertentangan dengan sifat asasi kebermanfatan dan kemaslahatan ilmu Allah.

Dalam keseharian kita mengenal berpasangan: baik-buruk, surga-neraka. yang semuannya menjadi patokan dan pilihan bagi manusia. dalam kaitan olahan ilmu, Allah SWT juga menempatkan dua hal berbeda tersebut sebagai bentuk keseimbangan posisi dan peran, dalam sains, teknologi, filsafat, dan juga temuan-temuan manusia lainnya.

Sains dan teknologi tidak lahir tanpa pengolahanya, yaitu praktisi sains dan teknologi. untuk menunjuk batasan sains secara pasti.

seperti praktisi sains, praktisi teknologi adalah manusia yang memiliki latar belakang kondisi tertentu. semua benda yang dirancang oleh manusia, berdasarkan bimbingan ilmu Allah swt. 

Bimbingan dan pedoman selalu diperlukan oleh manusia agar manusia bisa memaslahatkan hidupnya dan lingkungannya. Allah swt menganugerahkan aneka pilihan hanya kepada manusia, kepada Makhluk lain Allah swt tidak memberikan hal itu.

Sains dan teknologi selama ini dipisahkan dari nilai - nilai agama. melalui sains manusia tidak akan mendapatkan kebenaran mutlak. kebenaran --hidayat  menyebut dengan istilah kebetulan, hanya berupa kebenaran sesaat dan setempat -- dalam sains sesunggugnya berada diluat sains


Daftar Pustaka:

Al-Faruqi, Ismail Raji. 1999. Seni Tauhid Esensi Dan Ekspresi Estetika Islam.
Yogyakarta: Bentang

Al-Hassan, Ahmad Y. dan Donald R. Hill. 1993. Teknologi dalam Sejarah Islam.
Bandung: Mizan

Bono, Edward De. 1991. Penerapan Pola Berpikir Lateral. Jakarta: Binarupa Aksara
https://hmasoed.wordpress.com/2011/01/10/iqra%E2%80%99-perintah-pertama-
kepada-nabi-saw/

iQuran V 2.5.4 for Android

Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di
Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam,
Departemen Agama RI

Nataatmaja, Hidayat. 1982. Karsa menegakkan Jiwa Agama dalam Dunia Ilmiah Versi
Baru Ihya Ulumiddin. Bandung: Iqra

Nataatmaja, Hidayat. 1984. Ilmu Humanika. Bandung: Risalah

Poeradisastra, S.I. 1981. Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan Modern.


Tugas ke-11



 

Materi 8 terdiri atas:

1) telah terjadi kerusakan di darat dan laut karena ulah manusia; 

2) bukti-bukti ilmiah tentang kemahakuasaan Allah swt; 

3) manusia dan teknologi; dan 

4) manusia dan media.


8.1 Telah Terjadi Kerusakan di darat dan di Laut karena Ulah manusia

Begitu banyak tanda keberhasilan menusia masa lalu yang telah dipajang dalam etalase Dunia yang memungkinkan menjadi bahan pembelajaran bagi manusia-manusia setelahnya.

Allah SWT selalu menantang manusia untuk melakukan perjalanan terutama untuk mempelajari kejadian kejadian yang terkait dengan masa lalu yang telah digambarkan didalam ayat-ayat Alquran.

Khusus 5 ayat berisi perintah berjalan-jalan sambil melakukan penelitian,semuannya dikaitkan dengan wisata sejarah.

Allah SWT memerintahkan manusia untuk memeriksa apa yang pernah dicapai dan dialami oleh masyarakat masa lalu, lebih khusus yang berkaitan dengan bukti-bukti akibat pembangkangan.

Azab Allah swt ditimpakan kepada masyarakat masa lalu yang tidak mau mengitkuti aturan Allah swt, bahkan menantang kepastian Allah swt karena kesombongan mereka.

Kesombongan berkaitan dengan kemampuan pencapaian dalam membangun budaya fisik berteknologi tinggi, seperti bangunan piramida, rumah-rumah batu, istanan, bekas kapal, atau tinggalan-tinggalan fisik lain yang menjadi bahan pembelajaran pada masa yang jauh setelahnya. sejumlah kejadian hebat senganja disisakan bukti - bukti kejadiannya oleh Allah swt lansung secara fisik ataupun hasil penggalian, seperti keberadaan mumi firaun.

Surat ali imran 137, "Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)"

Surat Al- Anam 11," seperti keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya."

Surat An-Naml 69,"Katakanlah (Muhammad), “Berjalanlah kamu di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa."

Perintah dari ayat diatas terkait dengan perjalanan dan penelitian tentang manusia-manusia masa lalu dengan berbagai tinggalan yang merupakan bukti yang menyertai akibat atau kesudahan mereka.

bahkan tentang akhir penciptaan (sebagai berita) berjalanlah artinya semua kegiatan itu tak mungkin hanya dikerjakan dengan diam, tanpa mobile.

semua data harus dikumpulkan dengan cara mencari dan mencari dari berbagai sumber, sumber - sumber catatan lama, yang sedang terjadi, maupun lompatan-lompatan yang diperkirakan akan terjadi kemudian.

Cerita tentang jejak kehidupan manusia masa lalu (jejak budaya), juga masa kini, yang sengaja dipertontonkan oleh Allah swt, apalagi dibantu dengan menggunakan aneka perlengkapan teknologi masa kini (hasil olah ilmu Allah SWT), menggabarkan betapa Allah swt sangat mudah mencatat, mengulang, mengembalikan semua kejadian secara audio visual dalam hitungan milesecond.

Sementara itu, makhluk lain tidak pernah diceritakan meninggalkan artefak. manusia adalah makhluk budaya. manusia diberi kemampuan untuk membangun suatu sistem sosial dalam berbagai tingkatan: keluarga, teman, kelompok pehobi, kelompok politik.

tinggalan hasil kegiatan ikatan sosial itupun tampak sekali bukti-buktinya. sub sistem budaya lainnya, lebih khusus hasil budaya fisik, menjadi tingalan yang dominan sebagai petunjuk keberadaan bangsa manusia.

Cerita artefak budaya fisik yang digunakan oleh Allah swt untuk menunjukkan cerita kesejarahan manusia-manusia masa lalu, kaum luth, kaum ad, kaum pendukung firaun dan banyak lagi telah menjadi salah satu bukti sejarah yang bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran sekaligus peringatan.

Mungkin masih banyak lagi yang telah menurunkan kualitas bumi. manusia belum juga jera dengan perilaku merusak daratan, lautan, dan kini udara. 

8.2 Bukti-Bukti ilmiah tentang kemahakuasaan Allah SWT

satu demi satu mengenai bukti ilmiah tentang ketetapan Allah swt terungkap. banyak peneliti yang merasa penasaran dengan apa yang telah diungkap oleh Allah swt didalm Alquran.

mengapa Allah swt memerintahkan orang muslim melaksanakan shalat wajib lima waktu dalam sehari semalam, mengapa orang muslim harus puasa, zakat maupun haji? dibalik semua perintah tersebut banyak bukti ilmiah yang bisa diungkapkan

Gerakan - gerakan shalat pernah dilakukan. hasil penelitan itu menjadi simpulan data bahwa semua gerakan shalat memiliki fungsi penyehatan bahkan penyembuhan kondisi - kondisi sakit tertentu.

disatu sisi orang menyokong temuan-temuan tentang hasil penelitian tentang makna shalat, makna gerakan shalat, tapi banyak juga yang menentang.

kerap kita mendengar mengenai komentar yang tidak baik yang keluar dari mulut orang-orang yang fanatik tentang perintah sebuah kewajiban.

padahal manusia lain yang menentang ajaran islam malah memerlukan bukti empirik dari banyak hal tentang sisi ilmiah semua kondisi yang mereka tentang Allah swt telah menyiapkan mukjizat yang sangat tepat dengan kondsisi manusia masa kini untuk Nabi Muhammad saw, yaitu Al-Quran.

Al-Quran sebagai salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw, hingga kini masih terus berfungsi sebuah mukjizat yang tidak pernah diberikan oleh Allah swt kepada nabi yang lain. Rasa penasaran dan tuntutan pengalaman  empirik dari para ilmuwan.

Para penentang isi Alquran telah banyak mendapatkan jawaban telak dari konsep ilmiah yang disediakan Allah swt dalam isi Al-Quran.

Satu contoh, cerita tentang teori Big bang yang telah diceritakan oleh Allah swt sejak empat belas abad yang lalu.

menurut para ahli astrofisika, asal mula adanya alam semesta yang dikenal dalam teori big bang  yang dinyatakan pada mulanya alam semesta berbentuk satu massa yang besar kemudian terjadi big bang yang mengakibatkan pembentukan galaksi yang terbagi dalam planet, matahari , bulan dan lain sebagainnya.

Teori yang dianggap memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat tentang penciptaan alam semesta karena didukung oleh metode ilmiah berserta observasi yang dilakukan oleh para astronom dan astrofisika selama beberapa dekade.

sesungguhnya telah lebih dahulu dijelaskan oleh penciptaan alam yaitu Allah swt dalam surat Al- Anbiyaa, 21:30,


اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ


Terjemahan Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?


Daftar Pustaka:

https://www.tokopedia.com/s/quran/al-anbiya/ayat-30#:~:text=30.&text=Dan%20apakah%20orang%2Dorang%20kafir,maka%20mengapa%20mereka%20tidak%20beriman%3F

Al-Faruqi, Ismail Raji. 1999. Seni Tauhid Esensi Dan Ekspresi Estetika Islam.

Yogyakarta: Bentang

Al-Hassan, Ahmad Y. dan Donald R. Hill. 1993. Teknologi dalam Sejarah Islam.

Bandung: Mizan


Tugas Ke - 12



Materi ini adalah lanjutan dari bab sebelumnya yaitu bab 8:

  1. telah terjadi kerusakan di darat dan laut karena ulah manusia; 
  2. bukti-bukti ilmiah tentang kemahakuasaan Allah swt; 
  3. manusia dan teknologi; dan 
  4. manusia dan media.

8.3 Manusia dan Teknologi

Teknologi ditegaskan oleh vam peurseun adalah "Perpanjangan tangan manusia" (1988). ketika kondisi tertentu dkategorikan sebagai alat yang bisa digunakan untuk memperpanjang jangkauan tangan manusia, maka peurseun menyebutnya sebagai (hasil, perangkat) teknologi.

Batasan pengertian teknologi bisa berubah sejalan dengan kondisi zaman, contohnya ketika kita ingin mengambil sebuah buah rambutan kita biasanya menggunakan galah, galah itu adalah produk teknologi. dan ketika berkeinginan berkominukasi dengan orang jauh dulu menggunakan surat kantor pos tetapi sekarang cukup menggunakan piranti Smartphone kita sudah bisa melakukan bertegur sapa lewat telephone.

hampir dikatakan semua manusia, sesederhanan apapun peradaban yang didukungnya, mereka bisa menemukan teknologi sesuai kebutuhan zamannya. Respons terhadap alam sejalan dengan kebutuhan hidup mendasar manusia, selalu menghasilkan perangkat alat, bahan, bahkan sistem untuk menjadi sebuah solusi yang merupakan jawaban atas kebutuhan yang mereka perlukan. sejak zaman dulu teknologi telah hadir mendampingi perilaku setiap manusia, sesuai tuntutan lingkungan, sesuai kondisi zaman.

ibadah mahdah maupun ghair mahdah pasti terkait dengan penggnaan teknologi. teknologi bangunan (masjid dan tempat wudhu), sound system (adzan dan peringatan sebelum waktu shalat) dsb. penggunaan perangkat teknologi dalam pelaksanaan ibadah mahdhah tidak terlarang. tidak ada aturan khusus tentang penggunaannya.

Ketika berbicara tentang teknologi, pada kenyataannya kita juga tidak bisa melihat betapa kegiatan seni telah ada  didalamnya. banyak bukti di lapangan, karya-karya seni sebagai karya imajinatif awal telah menjadi cikal bakal pengembangan karya-karya teknologi.

Sekalipun ada orang yang mengagungkan kebebasan di dalam bekarya seni, kebebasan itu adalah kebebasan yang tetap dibatasi norma. seni etis di lingkungan masyarakat indonesia telah lama menjadi pegangan dalam mengolah seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater, maupun seni sastra.

sebagaimana Allah swt telah menganugerahkan kebebasan memilih kepada manusia, melalui pengilhaman sisi fujur dan taqwa, kebebasan itu dibatasi norma: pahala dan dosa. kebebasan yang diusung berdasarkan keinginan hawa nafsu, mengatasnamakan kebebasan berkarya seni, adalah kesembronoan dan sekaligus kesombongan. dalam segala perilaku kehidupan ada atap dan dinding yang membatasi ruang gerak ekspresi manusia, agar karya lahir dalam kebermanfaatan dan kemaslahatan hidup masyarakat banyak, bukan untuk sekadar mengusung kebebasan individu.

8.4 Manusia dan Media

Keberadaan gadget untuk keperluan memanfaatkan aneka media informasi juga semakin mudah dan terjangkau. Gawai yang mumpuni dengan harga yang murah kini semakin banyak ditawarkan oleh vendor-vendor layanan jual produk perangkat teknologi media tersebut. layanan jaringan murah pun semakin beragam dan banyak disediakan oleh para pemilik produk layanan jarangan.

Media massa, internet beserta jalur-jalur penggunaannnya, memiliki banyak keburukan. semua telah banyak dikuasai oleh pemilik jaringan. kebanyakan masyarakat dunia hanya bisa menjadi "objek" pengguna yang tata aturan penggunaannya telah ditetapkan secara ketat untuk keuntungan dan maksud pemilik jaringan.

Sisi baik mengenai media sosial bisa juga digunakan sebagai sarana saran penyampaian materi pembelajaran bagi guru dan dosen. banyak dosen/guru yang telah terhubung dengan mahasiswa melalui salah satu layanan media sosial.

Laptop, tablet, maupun smartphone masa kini, kini bukan sesuatu yang sulit didapatkan, bahkan hampir semua orang telah memiliki salah satu dari tiga jenis gawai tadi. banyak peserta didik yang terampil menggunakan seperti aplikasi facebook, twitter, Whattsapp dan sejenisnya. 

Media komunikasi tadi bisa juga dimanfaatkan sebagai wahana menyampaikan  materi pembelajaran dan menghimpun proses  pembelajaran di luar kelas. tak ada jarak yang terlalu jauh untuk melakukan aneka kegiatan komunikasi.

Banyak proses administrasi yang kini telah diwajibkan secara melembaga dengan cara daring (online). semua pemilik data harus berusaha melengkapi seluruh data yang diminta oleh lembaga. berbeda dengan zaman sebelumnya, pemilik data kerap sangat bergantung kepada satu sumber saja yaitu sumber data milik lembaga. 

bagian pengelolaan data administratif di lembaga - lembaga tertentu menjadi salah satu penentu lengkapnya himpunan data penting untuk setiap individu pegawai, misalnya kini setelah semua serba diatur menggunakan perangkat kerja berbasis komputer. pengumpulan data telah bisa melibatkan banyak lembaga dalam satu jaringan tertentu, termasuk juga pemilik data. perubahan dan peninjauan serta perbaikan harus sejalan, agar tujuan yang ingin dicapai didekati secara bersama-sama dalam semua usaha.


Daftar Pustaka:

https://www.youtube. com/watch?v=Cfu8mz52WsU

http://laguterbarump3.site/download/Cfu8mz52WsU/save-imam-shamsi-ali-keberhasilan

-dakwah-di-amerika.html

iQuran V 2.5.4 for Android

Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di

Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam,

Departemen Agama RI

Suryana, Jajang. 2004. Kajian Pemikiran Sederhana tentang Islam. Kumpulan tulisan.

Singaraja


Tugas ke-13




Bismillahirrahmanirrahim,

Materi Bab 9 ini terdiri atas: 

  1.  hadits tentang diutusnya Nabi Muhammad saw untuk menyempurnakan akhlak manusia; 
  2. Nabi Muhammad saw sebagai uswah hasanah. 
  3. konsep manusia terbaik di sisi Allah swt; 
  4. indikator kenabian sebagai uswah hasanah; 
  5. pendidikan karakter dalam konsep Islam. Untuk mencapai sasaran belajar yang optimal, mahasiswa diberi latihan berupa diskusi tentang hasil pengembangan materi ajar melalui kegiatan unduhan dari berbagai sumber.

9.1 Nabi Muhammad saw diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia


Terdapat sebuah hadits dan mungkin Populer di kalangan umat muslim 

إنما بعثت لاتمم مكارم الأخلاق
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyemurnakan akhlak manusia”. (Hadits)

Nabi Muhammad Diutus bukun untuk menyempurnakan agama, tetapi untuk menyempurnakan akhlak. Hal itu menunjukkan bahwa yang akan menjadi kunci lengkapnya keimanan dan keislaman seseorang adalah akhlaknya. Allah tidak akan memberi tugas menyempurnakan akhlak kepada seseorang,seandainya yang ditugasi itu tidak memiliki akhlak kepada seseorang.

Akhlak yang baik, sebelum Muhammad menjadi Nabi, telah diperlihatkan dalam aneka hubungan sosial yang bisa dinilai oleh orang banyak disekeliling muhammad. Julukan AL-Amin adalah julukan yang berisi kepercayaan yang amat berharga dari masyarakat di sekeliling muhammad pada saat itu.

Al-Amin adalah suatu prestasi. pada saat masyarakat jahiliyah lebih mementingkan urusan duniawi, mementingkan urusan kesenangan semata, hedonism, mereka masih memiliki pikiran yang jernih hingga bisa melihat kelebihan Muhammad. seandanya gelar al-Amin diberikan oleh masyarakat yang serta baik, serba terbimbing oleh nilai-nilai ilahiah, gelaran itu menjadi hal yang "biasa".

Kita harus yakin Nabi Muhammad yang akan menyempurnakan akhlaq manusia telah dikondisikan sebgai SDM yang memiliki akhlaq mulia oleh Allah. Oleh karena itu, kita sering mendengar istilah "Satunya kata dan Perbuatan". 

Akhlaq adalah kesinambungan antara perilaku lahir dengan perilaku batin. Karena  Akhlaq ini, kemudian, bisa dikaitkan dengan dua nilai yang saling berbeda: baik dan buruk, maka bisa dikatakan, akqlaq itu ada yang baik dan ada yang buruk. Akhlaq yang baik adalah perilaku lahir sekaligus perilaku batin yang dibimbing oleh kebenaran yang mutlak, Kebenaran yang datang dari Khalik. Akhlak yang buruk adalah perilaku lahir sekaligus perilaku perilaku batin yang dimbing oleh kebenaran yang datang dari makhluk.

Apakah sama Akhlak sama dengan sopan santun dan budi pekerti?

dalam akhlak terkandung tampilan berupa sopan santun yang didasari budi pekerti. tetapi sopan - santun yang hanya tampilan lahir saja. belum bisa dikategorikan sebagai akhlak. orang-orang munafik boleh jadi bisa bersopan santun di depan orang lain. Namun, tampilan sopan santun tersebut, bagi para munafik, tidak pernah sejalan dengan apa yang ada didalam hatinya.

Akhlak yang baik harus bersumber dari hanya satu sumber nilai yang maha benar. Jika tata-nilai yang dijadikan pengukur akhlak masih berupa tata-nilai ganda, kebenaran nilai tadi masih akan selalu dipertanyakan. Oleh karena itu, seandainya semua manusia menggunakan konsep tata-nilai ilahiah yang satu, tidak akan ada pertentangan.

Allah telah menyediakan tata nilai kebenaran tentang rasa, pikiran, sikap, tindak, perbuatan dan segala yang melatari tingkah laku kita sebagai manusia dalam tata-nilai islam. tata- nilai islam yang nyata adalah apa yang diperagakan oleh Nabiyullah muhammad saw.

Karena Manusia Masa kini tidak pernah bertemu lansung dengan sumber teladan akhlak, maka telah disediakan bagi kita Al-Quran dan Al-Hadits sebgai sumber nilai yang islami.

Mengenai cara bertanggung jawab terhadap diri-sendiri, terhadap orang tua, terhadap orang lain, terhadap lingkungan, dan terutama terhadap Rasul dan Tuhan, telah lengkap diatur dalam -Al-Quran dan Al-Hadits. Al-Quran dan Al-Hadits itulah yang kemudian akan kita jadikan sebagai sumber rujukan bagaimana kita beraklak mulia. seperti telah disinggung. akhlak menjadi kata kunci keberhasilan seseorang menjadi manusia paripurna  setelah iman dan islam. oleh karena itu, inti dari pebelajaran konsep islam adalah menata akhlak agar iman dan islam yang telah ada bisa sejalan dengan yang telah dituntut dan ditetapkan oleh Allah swt melalui teladan perilaku Nabi-Nya.


9.2 Nabi Muhammad saw sebagai Uswah Hasanah



Julukan Al-Amiin yang diterima Nabi Muhammad saw dari para kuffar Quraisy adalah julukan tertinggi, terhormat di antara mereka. Al-Amin adalah prestasi dari kebaikan akhlak yang dimiliki oleh Muhammad sejak sebelum menjadi nabi. Allah swt telah menegaskan di dalam Al-Quran tentang keteladanan Nabi Muhammad saw.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ 

Terjemahan :

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS: Al-Ahzab:21)

Para Ahli tafsir mengaitkan ayat tersebu dengan peristiwa perang khandaq. diceritakan bahwa Nabi muhammad saw menunjukkan teladan kesabaran dan semangat yang tinggi tanpa keluhan, sekalipun dalam kondisi sulit akibat perang. sementara itu para sahabat banyak yang berkeluh - kesah kepada Nabi (Tafsir Al - Qurthubi: 14/138-139).

Imam Abdurrahman binNashir as-Saadi dalam kitab tafsirnya yang terkenal, tafsir Karrimi ar-Rahman , menyebutkan :"Para ulama ushul berdalil dengan ayat ini tentang hujjah (berargumen) menggunalkan perbuatan - perbuatan Nabi. Karena pada pasalnya, ummat beliau wajib menjadikan beliau sebagai suri teladan dalam perkara hukum, kecuali ada dalail Syari'i yang mengkhususkan (bahwa suatu perbuatan Nabi hanya khusus untuk beliau saja secara hukum, tidak untuk ummatnya". pernyataan tadi sejalan dengan firman Allah swt dalam surat An-Nisaa, 04:13)

memang ada sejumlah perbuatan Nabi Saw yang dikhususkan untuk nabi semata, tetapi begitu banyak peruatan Nabi yang harus menjadi teladan untuk ummat sebagaimana yang dijelaskan dalam isi ayat surat Al-Ahzaab, 33:21. bahkan seperti pernah dibahas. perbuatan Nabi adalah salah satu yang menjadi bagian dari sunnahnya sunnahturrasul. jika ummat tidak mengikuti sunnah Rasul berarti bukan bagian dari Ummat Rasul.

Sementara, pernikahan Nai yang terkait dengan jumlah istrinya, yang kerap dipakai alasan untuk meniru jumlah istri dalam poligami, hanya berlaku untuk Nabi Muhammad saw. tentang jumlah istri Nbis, hal ini sering dijadikan hujjah dan sekaligus kritikan ummat lain. sesugguhnya Nabi Menikahi istri-istrinya dengan kondisi dan terutama waktu yang sangat Khusus.

Nabi Menikah dengan siti khatijah sebagai istri pertama adalah istri nabi yang utuh. Nabi tidak menikah dengan yang lain ketika sedang memperistri Khadijah. baru setelah siti Khadija meninggal, ada peristiwa-peristiwa yang sangat berhubungan dengan petunjuk Allah dan peristiwa  itu dilengkapi dengan hikmah  dibelakang kejadiannya.

Intinya Rasullulah atas petunjuk Allah swt menikahi sejumlah janda korban perang yang harus diselamatkan keimananya dan memiliki kelebihan menyokong perjuangan - perjuangan pengembangan islam.

Ada berlatar sebagai janda ummul masakin, ahli pidato, hafiz quran, dari keluarga terhormat suku tertentuyang menjadi tali dakwah bagi sukunya, juga terkait dengan proses pembelajaran tentang kewanitaan, pembebasan budak, penghausan sistem jahiliyah tentang keluarga, dan banyak hikmah lainnya. semua kondisi itu tidak lepas dari petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad. Sunnat Nabi, tentu termasuk dalam pola perilaku Nabi dalam mempertimbangkan alasan menikahi istri-istrinya, tetapi tidak jumlahmnya. jumlah istri yang diperbolehkan secara syar'i adalah empat saja.

Sunnaturrasuul, sunnah rasul, sunnah nabi, adalah salah satu yang disebut sebagai warisan dari Nabi, selain Al-Quran (sunnatullah).

Sunnah Nabi (Dikategorikan sebagai hadits, berita, dari Nabi dan sikap nabi) bisa di ucapkan (Qauliyah), Perbuatan (Amaliyah) dan sikapnya (takriiriyah) jika yang mengaku ummat Nabi tidak mau mengikuti  sunnah Nabi, Nabi mengigatkan dalam salah satu hadistnya.

Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan. (Lalu) dikatakan kepada beliau: ‘Siapa yang enggan itu wahai Rasulullah?’ Maka beliau menjawab: ‘Barangsiapa menaati aku ia pasti masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka ia enggan (masuk surga)’.” (Shahih Bukhari: 7280)
Sebagai bekal keteladaanan Rasulullah telah diaanugerahi kelengkapan sifat yaitu 4 sifat shiddiq(benar), amanat (bisa dipercaya), tabligh (menyampaikan, tidak menyembunyikan), dan fathonah (cerdas). oleh karena itu apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi selalu sejalan yang kemudian secara sya'riat menjadi pedoman uswah hasanah yang harus diiikuti oleh ummatnya.


9.3 Konsep Manusia Terbaik di sisi Allah



Allah swt telah menetapkan aturan-aturan yangmembentengi kebebasan manusia. aturan tersebut adalah sebagai jalan kebaikan yang disediakan oleh Allah SWT agar manusia menyadari keterbatasan.

Sejak manusia bangun dari tidur, mengawali hari, bekerja, bermua'malah, istirahat, ibadah mahdhah, hingga manusia mau tidur lagi, semua rangkaian kegiatan itu diikat aturan-aturan. tidak akan ditemukan di agama lain.

Semua kegiatan manusia muslim ada aturan resminya, ada satu hadits yang populer yaitu "Sebaik - baik manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi manusia lain" sebagai individu manusia bertanggung jawab penuh atas segala hasil perbuatan dirinya. tetapi, sebagai makhluk sosial, manusia dituntut menjadi individu yang bisa banyak memberi manfaaat bagi individu lainnya.

kebermanfaatan tadi tidak berhubungan dengan profesi tertentu artinya semua bidang kegiatan yang sejalan dengan aturan-aturan Allah swt adalah lahan menggali dan mengumpulkan kebaikan yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi manusia lain. tiga hal yang terkait dengan tinggalan yang masih memberi kuncuran laba pahala kepada seseorang yang telah meninggal, ketika semua amalnya diputus oleh Allah swt adalah hasil perilaku yang juga menyebabkan kebermanfaatan bagi orang lain "anak yang shalih yang mendoaakan kedua orang tuanya" adalah hasil usaha orang tua semasa hidup dalam mengarahkan dan membimbing anak-anaknya menjadi anak-anak shalih dan shalihat.

kebermanfaatan kedua adalah hubungan dengan pemanfaatan ilmu. ilmu yang dimanfaatkan. ilmu yang diajaarkan kepada orang lain. sangat bermanfaat bagi aorang yang mendapatkannya. segaka upaya penyebaran ilmu, penyampaian ilmu, baik dalam bentuk proses pendidikan pembelajaran, maupun pelatihan , menjadi indikator kondisi kebermanfaatan seseorang diantara keberadaan orang lain. oleh karena itu " ilmu yang bermanfaat" adalah hal kedua yang masih akan menalir hasilnya kepada orang yang telah meninggal.

satu hal yang paling rasional sebagai bentuk kebermanfaaatan seseorang di dalam persitidakan dengan orang lain adalah berupa amal jariyah, amal yang terus berkelanjutan maknanya, hasilnya, manfaatnya, amal jariyah bentuknya sangat beragam. siapapun memiliki harta, seberapa banyak harta yang dijariahkan, semua bersal berawal dari keihklasan mengeluarkannya sebagai amal jariyah, maka akan menjadi amal yang tidak terputus hasilnya sekalipun orang yang beramal tersebut telah meninggal. amal jariyah akan tetap mengalir hasilnya kepada orang yang telah meninggal, sebagai bentuk kebermanfaatan dirinya orang lain adalah harta yang dijalankan sebgaai bentuk kebermanfaaatan dirinya bagi orang lain adalah harta yang dijalankan sebagai amal shadaqah infaq, waqaf dan hibah. selagi orang tersebut masih hidup. pemanfaatan harta seseorang yang telah meninggal atas kesadaran dirinya ketika masih hidup misalnya dalam bentuk wasiar masih lebih nyata dibanding harta yang dibagikan oleh keluarganya setelah pemilik harta meninggal. kesadaran individu itulah yang telah menjadi tolak ukur amal shalih seseorang.

Satu kondisi ideal yang menjadi tuntutan yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia agar bisa mencapai tempat terbaik di sisi Allah swt adalah kondisi takwa banyak ayat alQuran yang isinya mengigatkan manusia muslim maupun mukmin agar bisa mendapatkan puncak posisi dalam lindungan Allah swt adalah sebgai manusia muttaqin.

Surat Al Baqarah ayat 212 

زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۘ وَالَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

 Terjemahan 

Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Kehidupan dunia dijadikan oleh Allah terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir Mekah. Mereka sangat mencintai dunia dan berlomba-lomba mencari kesenangan dunia sehingga lupa kepada akhirat, dan mereka terus-menerus menghina orang-orang yang beriman, seperti Bilal, suwahaib, dan lainnya karena kefakiran mereka. Mereka terus saja berbuat demikian padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Mereka berada di surga sedangkan orang kafir itu berada di neraka. Dan Allah memberi rezeki baik di dunia maupun akhirat kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.


9.4 Indikator kenabian sebagai uswah Hasanah



Sebagai utusan yang ditugasi untuk menyempurnakan akhlak manusia, Nabi Muhammad saw memiliki ciri kenabian sebagai manusia yang patut menjadi contoh. sejak sebelum masa kenabian, muhammad telah menunjukkan ciri-ciri kebaikan akhlak tersebut. 

Beliau telah mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat quraisy sebagai orang yang dapat dipercaya perilakunya. beliau dijuluki Al-Amin orang sangat bisa dipercaya. disamping memiliki perilaku dipercaya. disamping memiliki perilaku terpercaya, muhammad pun memiliki latar keturunannya. latar keluarga bangsawan Quraisy yang kaya telah menjadi bekal awal kondisi muhammad sebagai orang yang dihargai oleh lingkungannya. ditambah dengan perilakau terpuji yang menjadi ciri kehidupan sehari - harinya, muhammad telah menjadi tokoh anggota masyarakt yang dihargai. untuk melengkapi kesiapan mental dan terutama moral muhammad.

Allah swt memerintahkan Jibril untuk melakukan pembedahan. pembersihan hati muhammad, seperti yang diceritakan dalam sejumlah kisah nubuwwah. jadi lengkaplah Muhammad sebagai calon Nabi akhir zaman, yang keberadaanya dicatat dalam Al-Quran sebagai uswah hasanah bagi manusia pada masanya dan manusia - manusa pada zaman jauh setelahnya.

surat ali imran ayat 164

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ  164.

 Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.


9.5 Pendidikan Karakter dalam konsep Islam



Pendidikan karakter dimulai dari rumah. orang tua yang pertama menorehkan penanda awal ke dalam hati seorang anak. melalui pembiasaan yan dibangun orang tualah karakter tertentu akan terbentuk dalam diri seseorang. anak - anak yang dilahirkan dalam kondisi fitrah akan menyerap pengaruh lingkungannya sebagai bentuk simpanan data dalam memorinya. data itu akan menjadi sumber rujukan perilakunya kelak. 

Pantaslah isi hadits Nabi yang menyatakan bahwa "setiap yang dilahirkan berada pada kondisi fitra" adlaah konsep dasar pendidikan ini. yang akan berlanjut dalam bentuk pembiasaan-pembiasaan yang memberi warna perilaku, tindakan, tanggapan, cita-cita, maupun anggapan - anggapan yang dimiliki seorang anak "orang tualah yang pertama mengarahkan anak menjadi Yahudi, Nashara , ataupun majusi.

Dalam konsep islam pendidikan dini adalah kunci pembuka hidayah bagi seseorang. ketika pembiasaan telah terbentuk melalui pengaruh orang-orang yang paling dekat dengan seorang anaknya, maka pengaruh tersebut bisa menjadi jembatan hidayah jika pengaruh yang diberikan adalah pengaruh yang baik. sebaliknya jika pengaruh yang diterima oleh anak adalah pengaruh buruk, sehingga membentuk karakter buruk maka pendidikan masa kecil telah menjadi pagar atau sekat yang memisahkan anak dengan hidayah.

Memang hidayah Allah adalah hak perogatif Allah saja. tak ada seorang manusia pun yang diberi kesempatan untuk bisa mengarahkan dirinya apalagi orang lain kearah hidayah Allah swt. Nabi Muhammad sebagai kekasih Allah swt tidak sedikitpun diberi kesempatan untuk bisa mengarahkan pamannya Abu thalib kepada islam.

dalam kondisi menjelang ajal menjemput, paman Nabi saja masih merasa malu untuk menyatakan berserah diri menjadi muslim. hal inilah yang kemudian menyebabkan Nabi sangat bersedih. paman yang dicintainya, penunjang perjuangan tegaknya islam, ternyata tidak siap untuk menyatakan diri menjadi muslim pada saat menjelang akhir hayatnya. kesedihan iru menjadi salah satu rencanan Allah swt untuk menunjukkan hak prerogatif Allah swt tentang hidayah. Allah swt mengigatkan Nabi Muhammad saw atas peristiwa yang menyedihkan tersebut sebagai bentuk nyata keterbatasan kemampuan manusia sekalipun sebagai seorang Nabiyullah dan yang paling utama Allah swt menunjukkan bahwa hanya Allahlah yang berkuasa atas segala sesuatu.

Surat Al-Qashash Ayat 56

 إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ 

Arab-Latin: Innaka lā tahdī man aḥbabta wa lākinnallāha yahdī may yasyā`, wa huwa a'lamu bil-muhtadīn 

Artinya: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. 
peryataan tersebut adalah bukti kekuasaan Allah swt atas hidayah.  Namun didalam semua kondisi, Allah swt tetap menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menjadi penyebab mengapa Allah swt tidak mengabulkan permohonan Nabiyullah muhammad saw. Allah swt menunjukkan bahwa pembelajaran yang nyata bahwa di dalam hati paman Nabi ada kesombongan dan ketidakiklhasan yang kuat. dia malu kepada kaumnya jika menyatakan diri sebagai muslim.

Karakter ikhlas dan pasrah adalah kondisi yang dituntut dalam menghadapi ketentuan Allah swt. tak ada yang lebih nikmat selain ketika seseorang bisa memasrahkan diri secara sadar kepada ketentuan Allah swt, setelah melaui berbagai upaya amal maupun doa hanya dengan berbekalkeyakinan bahwa ketentuan Allahlah yang terbaik sebagai pilihan akhir seseorang akan merasa lengkap menempatkan diri sebagai makhluk. yang tidak memiliki kuasa apapun selain yang telah dianugerahkan oleh Allah swt inilah keimanan akan Qadha dan Qadar Allah swt yang baik maupun yang buruk tetapi semua muslim harus yakin bahwa yang diberikan oleh Allah swt pasti yang terbaik, sekalipun pada kenyataanya masih banyak orang yang belum bisa menyadari hikmah di balik semua yang ditetapkan oleh Allah swt.

Sebagai makhluk moral manusia telah dibekali kemampuan menempatkan diri sebagai hamba. ia juga bisa menempatkan diri sebagai makhluk yang memiliki kesadaran bahwa Allah swt adalah tuhan yang maha berkehendak yang maha memaksa dibalik semua kepastian Allah swt selalu ada hikmah yang mendatangkan kebaikan segera ataupun tangguh waktu.

Daftar Pustaka

iQuran V 2.5.4 for Android

Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di
Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam,
Departemen Agama RI

Suryana, Jajang. 2004. Kajian Pemikiran Sederhana tentang Islam. Kumpulan tulisan.
Singaraja

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi
Umum. Singaraja: Tespong

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi
Umum V.2.0. Singaraja: Tespong

Taufiq, Mohamad. 2013. Addins Quran in Ms Word V 2.2.0.0. https://www.facebook.
com/QuranInMsWord

Selasa, 21 Juni 2022

Pertemuan 15 : Manusia Makhluk Moral

Bismillahirrahmanirrahim,

Materi Bab 9 ini terdiri atas: 

  1.  hadits tentang diutusnya Nabi Muhammad saw untuk menyempurnakan akhlak manusia; 
  2. Nabi Muhammad saw sebagai uswah hasanah. 
  3. konsep manusia terbaik di sisi Allah swt; 
  4. indikator kenabian sebagai uswah hasanah; 
  5. pendidikan karakter dalam konsep Islam. Untuk mencapai sasaran belajar yang optimal, mahasiswa diberi latihan berupa diskusi tentang hasil pengembangan materi ajar melalui kegiatan unduhan dari berbagai sumber.

9.1 Nabi Muhammad saw diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia


Terdapat sebuah hadits dan mungkin Populer di kalangan umat muslim 

إنما بعثت لاتمم مكارم الأخلاق
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyemurnakan akhlak manusia”. (Hadits)

Nabi Muhammad Diutus bukun untuk menyempurnakan agama, tetapi untuk menyempurnakan akhlak. Hal itu menunjukkan bahwa yang akan menjadi kunci lengkapnya keimanan dan keislaman seseorang adalah akhlaknya. Allah tidak akan memberi tugas menyempurnakan akhlak kepada seseorang,seandainya yang ditugasi itu tidak memiliki akhlak kepada seseorang.

Akhlak yang baik, sebelum Muhammad menjadi Nabi, telah diperlihatkan dalam aneka hubungan sosial yang bisa dinilai oleh orang banyak disekeliling muhammad. Julukan AL-Amin adalah julukan yang berisi kepercayaan yang amat berharga dari masyarakat di sekeliling muhammad pada saat itu.

Al-Amin adalah suatu prestasi. pada saat masyarakat jahiliyah lebih mementingkan urusan duniawi, mementingkan urusan kesenangan semata, hedonism, mereka masih memiliki pikiran yang jernih hingga bisa melihat kelebihan Muhammad. seandanya gelar al-Amin diberikan oleh masyarakat yang serta baik, serba terbimbing oleh nilai-nilai ilahiah, gelaran itu menjadi hal yang "biasa".

Kita harus yakin Nabi Muhammad yang akan menyempurnakan akhlaq manusia telah dikondisikan sebgai SDM yang memiliki akhlaq mulia oleh Allah. Oleh karena itu, kita sering mendengar istilah "Satunya kata dan Perbuatan". 

Akhlaq adalah kesinambungan antara perilaku lahir dengan perilaku batin. Karena  Akhlaq ini, kemudian, bisa dikaitkan dengan dua nilai yang saling berbeda: baik dan buruk, maka bisa dikatakan, akqlaq itu ada yang baik dan ada yang buruk. Akhlaq yang baik adalah perilaku lahir sekaligus perilaku batin yang dibimbing oleh kebenaran yang mutlak, Kebenaran yang datang dari Khalik. Akhlak yang buruk adalah perilaku lahir sekaligus perilaku perilaku batin yang dimbing oleh kebenaran yang datang dari makhluk.

Apakah sama Akhlak sama dengan sopan santun dan budi pekerti?

dalam akhlak terkandung tampilan berupa sopan santun yang didasari budi pekerti. tetapi sopan - santun yang hanya tampilan lahir saja. belum bisa dikategorikan sebagai akhlak. orang-orang munafik boleh jadi bisa bersopan santun di depan orang lain. Namun, tampilan sopan santun tersebut, bagi para munafik, tidak pernah sejalan dengan apa yang ada didalam hatinya.

Akhlak yang baik harus bersumber dari hanya satu sumber nilai yang maha benar. Jika tata-nilai yang dijadikan pengukur akhlak masih berupa tata-nilai ganda, kebenaran nilai tadi masih akan selalu dipertanyakan. Oleh karena itu, seandainya semua manusia menggunakan konsep tata-nilai ilahiah yang satu, tidak akan ada pertentangan.

Allah telah menyediakan tata nilai kebenaran tentang rasa, pikiran, sikap, tindak, perbuatan dan segala yang melatari tingkah laku kita sebagai manusia dalam tata-nilai islam. tata- nilai islam yang nyata adalah apa yang diperagakan oleh Nabiyullah muhammad saw.

Karena Manusia Masa kini tidak pernah bertemu lansung dengan sumber teladan akhlak, maka telah disediakan bagi kita Al-Quran dan Al-Hadits sebgai sumber nilai yang islami.

Mengenai cara bertanggung jawab terhadap diri-sendiri, terhadap orang tua, terhadap orang lain, terhadap lingkungan, dan terutama terhadap Rasul dan Tuhan, telah lengkap diatur dalam -Al-Quran dan Al-Hadits. Al-Quran dan Al-Hadits itulah yang kemudian akan kita jadikan sebagai sumber rujukan bagaimana kita beraklak mulia. seperti telah disinggung. akhlak menjadi kata kunci keberhasilan seseorang menjadi manusia paripurna  setelah iman dan islam. oleh karena itu, inti dari pebelajaran konsep islam adalah menata akhlak agar iman dan islam yang telah ada bisa sejalan dengan yang telah dituntut dan ditetapkan oleh Allah swt melalui teladan perilaku Nabi-Nya.


9.2 Nabi Muhammad saw sebagai Uswah Hasanah



Julukan Al-Amiin yang diterima Nabi Muhammad saw dari para kuffar Quraisy adalah julukan tertinggi, terhormat di antara mereka. Al-Amin adalah prestasi dari kebaikan akhlak yang dimiliki oleh Muhammad sejak sebelum menjadi nabi. Allah swt telah menegaskan di dalam Al-Quran tentang keteladanan Nabi Muhammad saw.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ 

Terjemahan :

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS: Al-Ahzab:21)

Para Ahli tafsir mengaitkan ayat tersebu dengan peristiwa perang khandaq. diceritakan bahwa Nabi muhammad saw menunjukkan teladan kesabaran dan semangat yang tinggi tanpa keluhan, sekalipun dalam kondisi sulit akibat perang. sementara itu para sahabat banyak yang berkeluh - kesah kepada Nabi (Tafsir Al - Qurthubi: 14/138-139).

Imam Abdurrahman binNashir as-Saadi dalam kitab tafsirnya yang terkenal, tafsir Karrimi ar-Rahman , menyebutkan :"Para ulama ushul berdalil dengan ayat ini tentang hujjah (berargumen) menggunalkan perbuatan - perbuatan Nabi. Karena pada pasalnya, ummat beliau wajib menjadikan beliau sebagai suri teladan dalam perkara hukum, kecuali ada dalail Syari'i yang mengkhususkan (bahwa suatu perbuatan Nabi hanya khusus untuk beliau saja secara hukum, tidak untuk ummatnya". pernyataan tadi sejalan dengan firman Allah swt dalam surat An-Nisaa, 04:13)

memang ada sejumlah perbuatan Nabi Saw yang dikhususkan untuk nabi semata, tetapi begitu banyak peruatan Nabi yang harus menjadi teladan untuk ummat sebagaimana yang dijelaskan dalam isi ayat surat Al-Ahzaab, 33:21. bahkan seperti pernah dibahas. perbuatan Nabi adalah salah satu yang menjadi bagian dari sunnahnya sunnahturrasul. jika ummat tidak mengikuti sunnah Rasul berarti bukan bagian dari Ummat Rasul.

Sementara, pernikahan Nai yang terkait dengan jumlah istrinya, yang kerap dipakai alasan untuk meniru jumlah istri dalam poligami, hanya berlaku untuk Nabi Muhammad saw. tentang jumlah istri Nbis, hal ini sering dijadikan hujjah dan sekaligus kritikan ummat lain. sesugguhnya Nabi Menikahi istri-istrinya dengan kondisi dan terutama waktu yang sangat Khusus.

Nabi Menikah dengan siti khatijah sebagai istri pertama adalah istri nabi yang utuh. Nabi tidak menikah dengan yang lain ketika sedang memperistri Khadijah. baru setelah siti Khadija meninggal, ada peristiwa-peristiwa yang sangat berhubungan dengan petunjuk Allah dan peristiwa  itu dilengkapi dengan hikmah  dibelakang kejadiannya.

Intinya Rasullulah atas petunjuk Allah swt menikahi sejumlah janda korban perang yang harus diselamatkan keimananya dan memiliki kelebihan menyokong perjuangan - perjuangan pengembangan islam.

Ada berlatar sebagai janda ummul masakin, ahli pidato, hafiz quran, dari keluarga terhormat suku tertentuyang menjadi tali dakwah bagi sukunya, juga terkait dengan proses pembelajaran tentang kewanitaan, pembebasan budak, penghausan sistem jahiliyah tentang keluarga, dan banyak hikmah lainnya. semua kondisi itu tidak lepas dari petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad. Sunnat Nabi, tentu termasuk dalam pola perilaku Nabi dalam mempertimbangkan alasan menikahi istri-istrinya, tetapi tidak jumlahmnya. jumlah istri yang diperbolehkan secara syar'i adalah empat saja.

Sunnaturrasuul, sunnah rasul, sunnah nabi, adalah salah satu yang disebut sebagai warisan dari Nabi, selain Al-Quran (sunnatullah).

Sunnah Nabi (Dikategorikan sebagai hadits, berita, dari Nabi dan sikap nabi) bisa di ucapkan (Qauliyah), Perbuatan (Amaliyah) dan sikapnya (takriiriyah) jika yang mengaku ummat Nabi tidak mau mengikuti  sunnah Nabi, Nabi mengigatkan dalam salah satu hadistnya.

Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan. (Lalu) dikatakan kepada beliau: ‘Siapa yang enggan itu wahai Rasulullah?’ Maka beliau menjawab: ‘Barangsiapa menaati aku ia pasti masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka ia enggan (masuk surga)’.” (Shahih Bukhari: 7280)
Sebagai bekal keteladaanan Rasulullah telah diaanugerahi kelengkapan sifat yaitu 4 sifat shiddiq(benar), amanat (bisa dipercaya), tabligh (menyampaikan, tidak menyembunyikan), dan fathonah (cerdas). oleh karena itu apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi selalu sejalan yang kemudian secara sya'riat menjadi pedoman uswah hasanah yang harus diiikuti oleh ummatnya.


9.3 Konsep Manusia Terbaik di sisi Allah



Allah swt telah menetapkan aturan-aturan yangmembentengi kebebasan manusia. aturan tersebut adalah sebagai jalan kebaikan yang disediakan oleh Allah SWT agar manusia menyadari keterbatasan.

Sejak manusia bangun dari tidur, mengawali hari, bekerja, bermua'malah, istirahat, ibadah mahdhah, hingga manusia mau tidur lagi, semua rangkaian kegiatan itu diikat aturan-aturan. tidak akan ditemukan di agama lain.

Semua kegiatan manusia muslim ada aturan resminya, ada satu hadits yang populer yaitu "Sebaik - baik manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi manusia lain" sebagai individu manusia bertanggung jawab penuh atas segala hasil perbuatan dirinya. tetapi, sebagai makhluk sosial, manusia dituntut menjadi individu yang bisa banyak memberi manfaaat bagi individu lainnya.

kebermanfaatan tadi tidak berhubungan dengan profesi tertentu artinya semua bidang kegiatan yang sejalan dengan aturan-aturan Allah swt adalah lahan menggali dan mengumpulkan kebaikan yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi manusia lain. tiga hal yang terkait dengan tinggalan yang masih memberi kuncuran laba pahala kepada seseorang yang telah meninggal, ketika semua amalnya diputus oleh Allah swt adalah hasil perilaku yang juga menyebabkan kebermanfaatan bagi orang lain "anak yang shalih yang mendoaakan kedua orang tuanya" adalah hasil usaha orang tua semasa hidup dalam mengarahkan dan membimbing anak-anaknya menjadi anak-anak shalih dan shalihat.

kebermanfaatan kedua adalah hubungan dengan pemanfaatan ilmu. ilmu yang dimanfaatkan. ilmu yang diajaarkan kepada orang lain. sangat bermanfaat bagi aorang yang mendapatkannya. segaka upaya penyebaran ilmu, penyampaian ilmu, baik dalam bentuk proses pendidikan pembelajaran, maupun pelatihan , menjadi indikator kondisi kebermanfaatan seseorang diantara keberadaan orang lain. oleh karena itu " ilmu yang bermanfaat" adalah hal kedua yang masih akan menalir hasilnya kepada orang yang telah meninggal.

satu hal yang paling rasional sebagai bentuk kebermanfaaatan seseorang di dalam persitidakan dengan orang lain adalah berupa amal jariyah, amal yang terus berkelanjutan maknanya, hasilnya, manfaatnya, amal jariyah bentuknya sangat beragam. siapapun memiliki harta, seberapa banyak harta yang dijariahkan, semua bersal berawal dari keihklasan mengeluarkannya sebagai amal jariyah, maka akan menjadi amal yang tidak terputus hasilnya sekalipun orang yang beramal tersebut telah meninggal. amal jariyah akan tetap mengalir hasilnya kepada orang yang telah meninggal, sebagai bentuk kebermanfaatan dirinya orang lain adalah harta yang dijalankan sebgaai bentuk kebermanfaaatan dirinya bagi orang lain adalah harta yang dijalankan sebagai amal shadaqah infaq, waqaf dan hibah. selagi orang tersebut masih hidup. pemanfaatan harta seseorang yang telah meninggal atas kesadaran dirinya ketika masih hidup misalnya dalam bentuk wasiar masih lebih nyata dibanding harta yang dibagikan oleh keluarganya setelah pemilik harta meninggal. kesadaran individu itulah yang telah menjadi tolak ukur amal shalih seseorang.

Satu kondisi ideal yang menjadi tuntutan yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia agar bisa mencapai tempat terbaik di sisi Allah swt adalah kondisi takwa banyak ayat alQuran yang isinya mengigatkan manusia muslim maupun mukmin agar bisa mendapatkan puncak posisi dalam lindungan Allah swt adalah sebgai manusia muttaqin.

Surat Al Baqarah ayat 212 

زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۘ وَالَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

 Terjemahan 

Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Kehidupan dunia dijadikan oleh Allah terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir Mekah. Mereka sangat mencintai dunia dan berlomba-lomba mencari kesenangan dunia sehingga lupa kepada akhirat, dan mereka terus-menerus menghina orang-orang yang beriman, seperti Bilal, suwahaib, dan lainnya karena kefakiran mereka. Mereka terus saja berbuat demikian padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Mereka berada di surga sedangkan orang kafir itu berada di neraka. Dan Allah memberi rezeki baik di dunia maupun akhirat kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.


9.4 Indikator kenabian sebagai uswah Hasanah



Sebagai utusan yang ditugasi untuk menyempurnakan akhlak manusia, Nabi Muhammad saw memiliki ciri kenabian sebagai manusia yang patut menjadi contoh. sejak sebelum masa kenabian, muhammad telah menunjukkan ciri-ciri kebaikan akhlak tersebut. 

Beliau telah mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat quraisy sebagai orang yang dapat dipercaya perilakunya. beliau dijuluki Al-Amin orang sangat bisa dipercaya. disamping memiliki perilaku dipercaya. disamping memiliki perilaku terpercaya, muhammad pun memiliki latar keturunannya. latar keluarga bangsawan Quraisy yang kaya telah menjadi bekal awal kondisi muhammad sebagai orang yang dihargai oleh lingkungannya. ditambah dengan perilakau terpuji yang menjadi ciri kehidupan sehari - harinya, muhammad telah menjadi tokoh anggota masyarakt yang dihargai. untuk melengkapi kesiapan mental dan terutama moral muhammad.

Allah swt memerintahkan Jibril untuk melakukan pembedahan. pembersihan hati muhammad, seperti yang diceritakan dalam sejumlah kisah nubuwwah. jadi lengkaplah Muhammad sebagai calon Nabi akhir zaman, yang keberadaanya dicatat dalam Al-Quran sebagai uswah hasanah bagi manusia pada masanya dan manusia - manusa pada zaman jauh setelahnya.

surat ali imran ayat 164

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ  164.

 Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.


9.5 Pendidikan Karakter dalam konsep Islam



Pendidikan karakter dimulai dari rumah. orang tua yang pertama menorehkan penanda awal ke dalam hati seorang anak. melalui pembiasaan yan dibangun orang tualah karakter tertentu akan terbentuk dalam diri seseorang. anak - anak yang dilahirkan dalam kondisi fitrah akan menyerap pengaruh lingkungannya sebagai bentuk simpanan data dalam memorinya. data itu akan menjadi sumber rujukan perilakunya kelak. 

Pantaslah isi hadits Nabi yang menyatakan bahwa "setiap yang dilahirkan berada pada kondisi fitra" adlaah konsep dasar pendidikan ini. yang akan berlanjut dalam bentuk pembiasaan-pembiasaan yang memberi warna perilaku, tindakan, tanggapan, cita-cita, maupun anggapan - anggapan yang dimiliki seorang anak "orang tualah yang pertama mengarahkan anak menjadi Yahudi, Nashara , ataupun majusi.

Dalam konsep islam pendidikan dini adalah kunci pembuka hidayah bagi seseorang. ketika pembiasaan telah terbentuk melalui pengaruh orang-orang yang paling dekat dengan seorang anaknya, maka pengaruh tersebut bisa menjadi jembatan hidayah jika pengaruh yang diberikan adalah pengaruh yang baik. sebaliknya jika pengaruh yang diterima oleh anak adalah pengaruh buruk, sehingga membentuk karakter buruk maka pendidikan masa kecil telah menjadi pagar atau sekat yang memisahkan anak dengan hidayah.

Memang hidayah Allah adalah hak perogatif Allah saja. tak ada seorang manusia pun yang diberi kesempatan untuk bisa mengarahkan dirinya apalagi orang lain kearah hidayah Allah swt. Nabi Muhammad sebagai kekasih Allah swt tidak sedikitpun diberi kesempatan untuk bisa mengarahkan pamannya Abu thalib kepada islam.

dalam kondisi menjelang ajal menjemput, paman Nabi saja masih merasa malu untuk menyatakan berserah diri menjadi muslim. hal inilah yang kemudian menyebabkan Nabi sangat bersedih. paman yang dicintainya, penunjang perjuangan tegaknya islam, ternyata tidak siap untuk menyatakan diri menjadi muslim pada saat menjelang akhir hayatnya. kesedihan iru menjadi salah satu rencanan Allah swt untuk menunjukkan hak prerogatif Allah swt tentang hidayah. Allah swt mengigatkan Nabi Muhammad saw atas peristiwa yang menyedihkan tersebut sebagai bentuk nyata keterbatasan kemampuan manusia sekalipun sebagai seorang Nabiyullah dan yang paling utama Allah swt menunjukkan bahwa hanya Allahlah yang berkuasa atas segala sesuatu.

Surat Al-Qashash Ayat 56

 إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ 

Arab-Latin: Innaka lā tahdī man aḥbabta wa lākinnallāha yahdī may yasyā`, wa huwa a'lamu bil-muhtadīn 

Artinya: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. 
peryataan tersebut adalah bukti kekuasaan Allah swt atas hidayah.  Namun didalam semua kondisi, Allah swt tetap menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menjadi penyebab mengapa Allah swt tidak mengabulkan permohonan Nabiyullah muhammad saw. Allah swt menunjukkan bahwa pembelajaran yang nyata bahwa di dalam hati paman Nabi ada kesombongan dan ketidakiklhasan yang kuat. dia malu kepada kaumnya jika menyatakan diri sebagai muslim.

Karakter ikhlas dan pasrah adalah kondisi yang dituntut dalam menghadapi ketentuan Allah swt. tak ada yang lebih nikmat selain ketika seseorang bisa memasrahkan diri secara sadar kepada ketentuan Allah swt, setelah melaui berbagai upaya amal maupun doa hanya dengan berbekalkeyakinan bahwa ketentuan Allahlah yang terbaik sebagai pilihan akhir seseorang akan merasa lengkap menempatkan diri sebagai makhluk. yang tidak memiliki kuasa apapun selain yang telah dianugerahkan oleh Allah swt inilah keimanan akan Qadha dan Qadar Allah swt yang baik maupun yang buruk tetapi semua muslim harus yakin bahwa yang diberikan oleh Allah swt pasti yang terbaik, sekalipun pada kenyataanya masih banyak orang yang belum bisa menyadari hikmah di balik semua yang ditetapkan oleh Allah swt.

Sebagai makhluk moral manusia telah dibekali kemampuan menempatkan diri sebagai hamba. ia juga bisa menempatkan diri sebagai makhluk yang memiliki kesadaran bahwa Allah swt adalah tuhan yang maha berkehendak yang maha memaksa dibalik semua kepastian Allah swt selalu ada hikmah yang mendatangkan kebaikan segera ataupun tangguh waktu.

Daftar Pustaka

iQuran V 2.5.4 for Android

Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di
Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam,
Departemen Agama RI

Suryana, Jajang. 2004. Kajian Pemikiran Sederhana tentang Islam. Kumpulan tulisan.
Singaraja

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi
Umum. Singaraja: Tespong

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi
Umum V.2.0. Singaraja: Tespong

Taufiq, Mohamad. 2013. Addins Quran in Ms Word V 2.2.0.0. https://www.facebook.
com/QuranInMsWord

Tugas Portfolio Ujian Akhir semester

Tugas  ke-9   Materi Bab 6 tediri atas Manusia makhluk belajar Konsep Pendidikan yang islami Kewajiban Belajar bagi muslim dan muslimah Kewa...