Jumat, 27 Mei 2022

Bab 8 Manusia Makhluk Budaya

 

Materi 8 terdiri atas:

1) telah terjadi kerusakan di darat dan laut karena ulah manusia; 

2) bukti-bukti ilmiah tentang kemahakuasaan Allah swt; 

3) manusia dan teknologi; dan 

4) manusia dan media.


8.1 Telah Terjadi Kerusakan di darat dan di Laut karena Ulah manusia

Begitu banyak tanda keberhasilan menusia masa lalu yang telah dipajang dalam etalase Dunia yang memungkinkan menjadi bahan pembelajaran bagi manusia-manusia setelahnya.

Allah SWT selalu menantang manusia untuk melakukan perjalanan terutama untuk mempelajari kejadian kejadian yang terkait dengan masa lalu yang telah digambarkan didalam ayat-ayat Alquran.

Khusus 5 ayat berisi perintah berjalan-jalan sambil melakukan penelitian,semuannya dikaitkan dengan wisata sejarah.

Allah SWT memerintahkan manusia untuk memeriksa apa yang pernah dicapai dan dialami oleh masyarakat masa lalu, lebih khusus yang berkaitan dengan bukti-bukti akibat pembangkangan.

Azab Allah swt ditimpakan kepada masyarakat masa lalu yang tidak mau mengitkuti aturan Allah swt, bahkan menantang kepastian Allah swt karena kesombongan mereka.

Kesombongan berkaitan dengan kemampuan pencapaian dalam membangun budaya fisik berteknologi tinggi, seperti bangunan piramida, rumah-rumah batu, istanan, bekas kapal, atau tinggalan-tinggalan fisik lain yang menjadi bahan pembelajaran pada masa yang jauh setelahnya. sejumlah kejadian hebat senganja disisakan bukti - bukti kejadiannya oleh Allah swt lansung secara fisik ataupun hasil penggalian, seperti keberadaan mumi firaun.

Surat ali imran 137, "Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)"

Surat Al- Anam 11," seperti keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya."

Surat An-Naml 69,"Katakanlah (Muhammad), “Berjalanlah kamu di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa."

Perintah dari ayat diatas terkait dengan perjalanan dan penelitian tentang manusia-manusia masa lalu dengan berbagai tinggalan yang merupakan bukti yang menyertai akibat atau kesudahan mereka.

bahkan tentang akhir penciptaan (sebagai berita) berjalanlah artinya semua kegiatan itu tak mungkin hanya dikerjakan dengan diam, tanpa mobile.

semua data harus dikumpulkan dengan cara mencari dan mencari dari berbagai sumber, sumber - sumber catatan lama, yang sedang terjadi, maupun lompatan-lompatan yang diperkirakan akan terjadi kemudian.

Cerita tentang jejak kehidupan manusia masa lalu (jejak budaya), juga masa kini, yang sengaja dipertontonkan oleh Allah swt, apalagi dibantu dengan menggunakan aneka perlengkapan teknologi masa kini (hasil olah ilmu Allah SWT), menggabarkan betapa Allah swt sangat mudah mencatat, mengulang, mengembalikan semua kejadian secara audio visual dalam hitungan milesecond.

Sementara itu, makhluk lain tidak pernah diceritakan meninggalkan artefak. manusia adalah makhluk budaya. manusia diberi kemampuan untuk membangun suatu sistem sosial dalam berbagai tingkatan: keluarga, teman, kelompok pehobi, kelompok politik.

tinggalan hasil kegiatan ikatan sosial itupun tampak sekali bukti-buktinya. sub sistem budaya lainnya, lebih khusus hasil budaya fisik, menjadi tingalan yang dominan sebagai petunjuk keberadaan bangsa manusia.

Cerita artefak budaya fisik yang digunakan oleh Allah swt untuk menunjukkan cerita kesejarahan manusia-manusia masa lalu, kaum luth, kaum ad, kaum pendukung firaun dan banyak lagi telah menjadi salah satu bukti sejarah yang bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran sekaligus peringatan.

Mungkin masih banyak lagi yang telah menurunkan kualitas bumi. manusia belum juga jera dengan perilaku merusak daratan, lautan, dan kini udara. 

8.2 Bukti-Bukti ilmiah tentang kemahakuasaan Allah SWT

satu demi satu mengenai bukti ilmiah tentang ketetapan Allah swt terungkap. banyak peneliti yang merasa penasaran dengan apa yang telah diungkap oleh Allah swt didalm Alquran.

mengapa Allah swt memerintahkan orang muslim melaksanakan shalat wajib lima waktu dalam sehari semalam, mengapa orang muslim harus puasa, zakat maupun haji? dibalik semua perintah tersebut banyak bukti ilmiah yang bisa diungkapkan

Gerakan - gerakan shalat pernah dilakukan. hasil penelitan itu menjadi simpulan data bahwa semua gerakan shalat memiliki fungsi penyehatan bahkan penyembuhan kondisi - kondisi sakit tertentu.

disatu sisi orang menyokong temuan-temuan tentang hasil penelitian tentang makna shalat, makna gerakan shalat, tapi banyak juga yang menentang.

kerap kita mendengar mengenai komentar yang tidak baik yang keluar dari mulut orang-orang yang fanatik tentang perintah sebuah kewajiban.

padahal manusia lain yang menentang ajaran islam malah memerlukan bukti empirik dari banyak hal tentang sisi ilmiah semua kondisi yang mereka tentang Allah swt telah menyiapkan mukjizat yang sangat tepat dengan kondsisi manusia masa kini untuk Nabi Muhammad saw, yaitu Al-Quran.

Al-Quran sebagai salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw, hingga kini masih terus berfungsi sebuah mukjizat yang tidak pernah diberikan oleh Allah swt kepada nabi yang lain. Rasa penasaran dan tuntutan pengalaman  empirik dari para ilmuwan.

Para penentang isi Alquran telah banyak mendapatkan jawaban telak dari konsep ilmiah yang disediakan Allah swt dalam isi Al-Quran.

Satu contoh, cerita tentang teori Big bang yang telah diceritakan oleh Allah swt sejak empat belas abad yang lalu.

menurut para ahli astrofisika, asal mula adanya alam semesta yang dikenal dalam teori big bang  yang dinyatakan pada mulanya alam semesta berbentuk satu massa yang besar kemudian terjadi big bang yang mengakibatkan pembentukan galaksi yang terbagi dalam planet, matahari , bulan dan lain sebagainnya.

Teori yang dianggap memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat tentang penciptaan alam semesta karena didukung oleh metode ilmiah berserta observasi yang dilakukan oleh para astronom dan astrofisika selama beberapa dekade.

sesungguhnya telah lebih dahulu dijelaskan oleh penciptaan alam yaitu Allah swt dalam surat Al- Anbiyaa, 21:30,


اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ


Terjemahan Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?


Daftar Pustaka:

https://www.tokopedia.com/s/quran/al-anbiya/ayat-30#:~:text=30.&text=Dan%20apakah%20orang%2Dorang%20kafir,maka%20mengapa%20mereka%20tidak%20beriman%3F

Al-Faruqi, Ismail Raji. 1999. Seni Tauhid Esensi Dan Ekspresi Estetika Islam.

Yogyakarta: Bentang

Al-Hassan, Ahmad Y. dan Donald R. Hill. 1993. Teknologi dalam Sejarah Islam.

Bandung: Mizan

Jumat, 20 Mei 2022

Bab 7 Manusia Makhluk peneliti

Materi bab 7 terdiri atas:

  1. Konsep dasar kewajiban melakukan penelitian
  2.  kewajiban melakukan penelitian dan derajat manusia di sisi Allah; 
  3. kewajiban menerapkan pendekatan Islami dalam kegiatan ilmiah; 
  4. tuntutan Allah dalam wahyu pertama; dan 
  5. perlukah Islamisasi sains.

7.1 Dasar Kewajiban melakukan penelitian

Allah swt menuntut Calon Nabi Nabi muhammad saw, untuk melakukan kegiatan pembacaan iqra pada awal tugas kenabiannya.

bahan iqra yang menjadi tuntutan pada saat itu adalah mengenai masalah penciptaan manusia.

Pemberitaan tentang konsep penciptaan berupa kalimat jawaban mendasar adalah "khalaqal insana min 'alaq" (manusia diciptakan dari segumpal darah)

Surat al - alaq, 96: 01-05, diketahui sebagai wahyu pertama diterima oleh muhammad saw.

memulai pengamatan tentang sesuatu yang dekat, yaitu diri sendiri, menjadi tuntutan yang paling awal. dalam salah satu hadits. Nabi menegaskan: "man 'arafa nafsahu 'arafa Rabbahu":

barang siapa mengenal ('arafa) tentang kondisi dirinya maka akan lebih mudah mengenal tuhannya.

allah juga menetapkan perintah pemeliharaan diri dari keburukan api neraka dimulai dari diri sendiri, dari sesuatu yang dekat dengan diri manusia.

oleh karena itu, sebelum mencari tahu tentang sesuatu yang jauh di luar jangkauan, akan lebih baik mengolah pengetahuan yang terkait dengan hal - hal yang dekat dengan lingkungan diri sendiri lebih dahulu diselesaikan daripada mengurus sesuatu yang masih kurang jelas, sesuatu yang berada di luar jangkauannya.

"Ibda binafsika", adalah salah satu potongan kalimat hikma. perintah memulai sesuatu dari diri sendiri. sejalan dengan perintah Allah swt tentang pemeliharaan diri (autocore) yang dimulai dari kondisi diri, kemudian keluarga terdekat, berlanjut menuju lingkungan yang lebih luas.


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ ۚ لَا يَضُرُّكُمْ مَّنْ ضَلَّ اِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

 Terjemahan Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. Al-maidah, 05:105)


7.2 Kewajiban meneliti dan Derajat manusia di sisi Allah

Wahyu yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad  adalah surat Al-Alaq ayat 01-05 pada ayat kelima Allah memberi jaminan tentang pengetahuan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang mau melakukan pengiqraan, peneliti.

pada ayat lain Allah memaksa manusia untuk selalu berusaha memperhatikan kejadian-kejadian yang ada di alam, bahkan tentang kejadian yang pernah terjadi pada masa lalu, masa manusia pertama hingga manusia - manusia kemudian.

Allah menggambarkan bahwa manusia masa lalu itu lebih kuat, lebih gagah, lebih panjang usianya, sehingga peninggalanya pun terlihat.

seperti piramida di mesir, lukisan raksasa di amerika adalah sedikit bukti yang menunjukkan berita Allah, semua itu harus menjadi bahan pelajaran bagi manusia masa kini.

sejalan dengan janji Allah tentang derajat orang yang memiliki ilmu akan lebih tinggi dibanding orang yang tidak memiliki ilmu, telah terbukti juga. Allah telah meninggikan derajat orang - orang kafir yang sadar ilmu, sekalipun mereka tidak beriman, dibanding orang - orang muslim yang mengaku beriman tetapi tidak sadar-penelitian.

Derajat duniawi yang telah dicapai oleh kelompok orang kafir telah membuktikan bahwa janji Allah benar adanya.

tetapi mengapa umat islam masih belum bangkit kembali memperbaiki prestasi yang pernah didapatkan pada masa Nabi dan para sahabatnya hingga masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid.

teradapat satu pernyataan yang menantang emmat islam masa kini pernyataan Nabu saw yang menyatakan bahwa generasi terbaik ummat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. mereka adalah sebaik baik manusia.

lantas generasi berikutnya, berikutnya dan berikutnya. tiga kurun waktu ini merupakan kurun terbaik dari ummat ini hal itu bisa diperiksa hadits yang diriwayatkan imran bin hushain.

Nabi Muhammad bersabda,

"Sebaik baik umatku adalah pada masaku, kemudian orang - orang yang setelah mereka, lalu orang - orang yang setelah mereka ( shahih al - bukhari no.3350)

Allah yang memiliki hak membagi bagikan dan memosisikan derajat kepada siapa saja yang dia kehendaki.

Artinya sepeti pada prinsip pembagian ilmu Allah, Allah menurunkan ilmu ke  alam ini untuk siapa saja yang siap dan mau mengelolanya.

Allah swt tidak memperuntukkan kesempatan pengelolaan ilmu kepda yang berima semata. itulah Rahman Allah swr atas semua makhluknya.

Denga keberimanan menjadi hal utama ketika seseorang ingin meraih derajat terbaik di sisi Allah swt keberimanan yang dipenuhi penguasaan ilmu.

7.3 Kewajiban menerapkan pendekatan islami dalam kegiatan islamiah


Kita suci Al-Quran adalah sumber pengetahuan global. Al - Quran harus diolah - tafsir isinya oleh karena itu, Al-Quran harus menjadi sumber acuan keilmuaan bagi manusia muslim.

Al- Quran adalah sumber acuan yang keberannya mutlak, tidak perlu diuji ulang, tidak perlu dipertanyakan. semua isi alquran telah mendapat jaminan dari Allah, pencipta dan pemeliharaan Alam serta segala isinya, tentang kebenaranya yang mutlah.

Lahirnya ilmu duniawi yang hebat ada pada tuntunan dan sekaligus tuntutan yang telah diceritakan di dalam isi Al Quran.

Allah swt sengaja meninggalkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan manusia masa lalu, yang pernah disebutkan lebih kuat dan lebh pintar.

Tugas ilmuwan muslim adalah menemukan begitu banyak bukti nyata di lapangan tentang apa yang telah menjadi bahasan di dalam Al-Quran.

oleh karena itu, isi alquran harusnya menjadi sumber awal kegiatan penelitan, bukan buku karangan manusia atau sekadar laporan hasil penelitian manusia.

7.4 Tuntuan Allah dalam wahyu pertama

segala ilmu yang berada di alam ini adalah ilmu Allah Swt. sumber segala ilmu adalah yang mahatahu, Allah swt pemilik segala ilmu pengetahuan. Allah swt menurunkan ilmu kepada manusia hanya sedikit saja.

tuntutan Allah swt kepada Nabi Nya pada awal diangkat menjadi seorang rasul, ternyata adalah bentuk penyiapan mendasar tentang kemampuan manusia untuk menjadi peneliti.

Pernyataan Allah swt yang lengkap tentang hal itu adalah termaktub dalam surat ke - 96: "Allama - al - insana lam ya'lam (yang mengajari manusia tentang segala sesuatu yang tidak diketahuinya).

Ayat ini berisi janji Allah swt. Allah akan memberi kefahaman kepada siapa saja tentang segala sesuatu yang belum pernah diketahui oleh seseorang. tentu semua itu hanya bisa didapat dengan usaha melalui proses pengelolaan ilmu Allah swt, melalui penelitian.

Bukti tentang janji Allah swt telah banyak kita temukan di lapangan, tetapi masih saja banyak manusia tidak begitu yakin tentang hal itu.

7.5 perlukah islamisasi sains?

Ilmu Allah adalah ilmu yang islami, semua hasil olahan ilmu Allah, pada awal pengelohan dan hasilnya, mengusung sifat islami. tetapi, pemanfaatan hasil olahaanya yang kerap menyimpang dari sifat utama ilmu Allah, karena perilaku manusia penggunanya.

tak ada sesuatu yang dihalangi oleh Allah dalam penggunaanya, oleh siapa pun ilmu itu dikelola.

bidang - bidang ilmu yang selama ini dianggap sebagai ilmu sesat, pada dasarnya adalah ilmu Allah yang disediakan sebagai penyeimbang dan cobaan bagi manusia.

Allah memberi izin penemuan dan penggunaan nuklir. berbagai ilmu nuklir dalam tatanan Allah (sunatullah) yang islami. para pengguna yang kemudian menyelewengkan fungsinya untuk kegiatan yang bertentangan dengan sifat asasi kebermanfatan dan kemaslahatan ilmu Allah.

Dalam keseharian kita mengenal berpasangan: baik-buruk, surga-neraka. yang semuannya menjadi patokan dan pilihan bagi manusia. dalam kaitan olahan ilmu, Allah SWT juga menempatkan dua hal berbeda tersebut sebagai bentuk keseimbangan posisi dan peran, dalam sains, teknologi, filsafat, dan juga temuan-temuan manusia lainnya.

Sains dan teknologi tidak lahir tanpa pengolahanya, yaitu praktisi sains dan teknologi. untuk menunjuk batasan sains secara pasti.

seperti praktisi sains, praktisi teknologi adalah manusia yang memiliki latar belakang kondisi tertentu. semua benda yang dirancang oleh manusia, berdasarkan bimbingan ilmu Allah swt. 

Bimbingan dan pedoman selalu diperlukan oleh manusia agar manusia bisa memaslahatkan hidupnya dan lingkungannya. Allah swt menganugerahkan aneka pilihan hanya kepada manusia, kepada Makhluk lain Allah swt tidak memberikan hal itu.

Sains dan teknologi selama ini dipisahkan dari nilai - nilai agama. melalui sains manusia tidak akan mendapatkan kebenaran mutlak. kebenaran --hidayat  menyebut dengan istilah kebetulan, hanya berupa kebenaran sesaat dan setempat -- dalam sains sesunggugnya berada diluat sains


Daftar Pustaka:

Al-Faruqi, Ismail Raji. 1999. Seni Tauhid Esensi Dan Ekspresi Estetika Islam.
Yogyakarta: Bentang

Al-Hassan, Ahmad Y. dan Donald R. Hill. 1993. Teknologi dalam Sejarah Islam.
Bandung: Mizan

Bono, Edward De. 1991. Penerapan Pola Berpikir Lateral. Jakarta: Binarupa Aksara
https://hmasoed.wordpress.com/2011/01/10/iqra%E2%80%99-perintah-pertama-
kepada-nabi-saw/

iQuran V 2.5.4 for Android

Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di
Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam,
Departemen Agama RI

Nataatmaja, Hidayat. 1982. Karsa menegakkan Jiwa Agama dalam Dunia Ilmiah Versi
Baru Ihya Ulumiddin. Bandung: Iqra

Nataatmaja, Hidayat. 1984. Ilmu Humanika. Bandung: Risalah

Poeradisastra, S.I. 1981. Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan Modern.

Kamis, 12 Mei 2022

Bab 6 Manusia Makhluk Belajar

 


Materi Bab 6 tediri atas

  1. Manusia makhluk belajar
  2. Konsep Pendidikan yang islami
  3. Kewajiban Belajar bagi muslim dan muslimah
  4. Kewajiban belajar sepanjang Hayat
  5. Konsep pembelajaran yang islami
  6. Konsep Hidayah

6.1 Manusia Makhluk Belajar



Semua yang dimiliki manusia seperti Pengetahuan, keterampilan, sikapm naupun bentuk-bentuk keinginan yang menyertai keberadaan manusia, adalah hasil belajar tentang diri dan dari lingkungannya,

Manusia bisa berubah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. bahkan, selanjutnya mereka larut dengan lingkungannya.

Tampak konsep islam memperhatikan lingkungan, memperhatikan pendidikan masa kecil, karena pendidikan masa kecil merupakan bentuk pendidikan paling mendasar.

Kelebihan manusia dibanding makhluk Allah lainnya adalah akalnya. kemampuan akal menyebabkan manusia bisa mengubah kondisi dirinya, memperbaiki dirinya

Manusia adalah peniru ulung, takbisa melakukan apapun tanpa bila tanpa melalui peniruan-peniruan,

Manusialah yang kemudia membangun sekaligus merusak bumi karena keberakalannya kebudayaan (dipilah terdiri atas berbagai sistem seperti:  pendidikan, ekonomi, politik ,teknologi ,adat dll) adalah hasil olah pikir dan rasa manusia dalam menanggapi dan mempelajari lingkungannya,

Hanya manusia saja yang bisa mengelola bumi, Dialog antara Allah dengan para  Malaikat ketika Allah memutuskan akan menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi menjadi bukti bahwa salah satu sifat manusia secara sunnatullah adalah bisa membuat kerusakan dan menumpahkan  darah Allah swt maha tahu tentang segala yang terkait dengan perencanaan-Nya.

Sebagai bekal yang disiapkan untuk menjalani peran sebagai makhluk belajar. Allah swt telah melengkapi kemampuan manusia bisa memahami dan mengelola memori tentang nama-nama yang terkait dengan seluruh benda yang ada di lingkungannya.

Kemampuan menyimpan memori kosa kata itu, yang pada awal penciptaan manusia, adalah sebagai bukti bahwa Allah SWT telah menyiapkan kelebihan manusia yaitu kelebihan kemampuan yang tidak dimiliki masyarakat malaikat maupun iblis.

Kejadian satu seakan-akan berkelindan dengan kejadian lainnya yang hampr sama, sekalipun berlansung di tempat lain, bahkan ditempat yang sangat jauh lokasinya, pembelajaran meniru, sebagai sunnatullah yang menjadi ciri manusia, bisa dimanfaatkan secara positif sebagai modal kekayaan potensi pengembangan diri bagi manusia.

6.2 Konsep Pendidikan yang Islami



Ada tiga hal yang dijanjikan oleh Allah bagi manusia, ketika manusia telah sampai kepada akhir masa persinggahannya di dunia. sudah siapkah manusia menghadap Allah dengan bekal tiga hal? Dalam satu hadits populer, Nabi Muhammad saw bersabda : " Ketika teelah sampai ajal kepada semua manusia, terputuslah amal dunia, kecuali tiga hal : Shadaqah jariyah; ilmu yang bermanfaat; atau anak shalih yang mendoakan kedua orang tuannya".

untuk menjadi aka shalih ternyata perlu ilmu, perlu pengetahuan yang luas tentangnya. tentu ilmu yang luas akan bisa didapat melalui kegiatan mencari ilmu, melalui kegiatan belajar. Hasil pencarian yang berupa ilmu bisa menjadi ladang amal yang masih akan mengalirkan pahala kepada pengolahnya, jika ilmu itu diamalkan, ditiru -terapkan kepada orang lain, dibagikan dalam bentuk amal pembelajaran, diturunkan kepada generasi pelanjut, dan amal - amal lain sejenisnya seperti "Bisnis MLM" Hasil pengamalan ilmu akan menumbuhkan dampak berjenjang dari pengamal pertama, pengamal kedua, pengamal ketiga, dan seterusnya.

yang semua jaringan itu masih akan tetap terkait menghasilkan alran pengaruh bolak-balik melalui rangkai jaringan yang pernah dibangun. bahkan percabangan baru yang bisa muncul dari jaringan utama. sementara itu shadaqah jariyah selama ini hanya dipandang sebagai bentuk pemberian berupa harta. padahal, kategori shadaqah bisa juga berupa shadaqah ilmu.

Konsep pendidikan yang islami diantaranya dari sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan , atau lebih jauh daripada kondisi tadi, penyiapan anak sebagai generasi penerus harus  dibangun sejak masa pencarian calon pendamping hidup untuk membangun keluarga.

Dalam konsep kehidupan islam ada empat kriteria dalam menentukan calon pendamping: indikator harta, keturunan, kecantikan, dan keislaman. penekanan kepada indikator yang keempat (masalah agama) menjadi hal yang diutamakan oleh Nabi Muhammad saw. memilih calon pendamping adalah suatu hal yang penting.

ada sejumlah temuan masa kini yang menunjukkan bahwa ibu menjadi faktor penting dalam banyak hal tentang anak, salah satunya terkait dengan masalah IQ.

Tingkat kecerdasan, menurut studi, hanya diturunkan dari pihak Ibu, banyak yang berpendapat bahwa kecerdasan anak datang  dari pola asuh ayah dan ibu yang tepat.

Penelitian menuliskan bahwa jika tingkat kecerdasan ayah lebih tinggi daripada ibu, tetapi kesempatan itu sangat kecil untuk menurun pada anak. ibu mempunyai dua dua kromosom sedangkan ayah memiliki hanya satu kromosom X.

ada sebuah hikmah yang mengatakan "Atta 'alhum fi-ashigharka-annaqshi-alhajar" (pembeljaran pada masa kecil seperti memahat diatas permukaan batu)

konsep belajar pada masa kecil dengan pembiasaan - pembiasaan dini semua kegiatan keislaman yang sungguh bisa berbekas sangat lama, seperti ukiran diatas [ermukaan batu. sebagai fondasi, pendidikan masa kecil harus memiliki unsur ketahanan yang sangat kuat agar bangunan yang akan berdiri diatasnya bisa kokoh

6.3 Kewajiban belajar bagi muslimin dan Muslimat



Hadits Nabi saw yang sangat populer terkait dengan kewajiban aini mencari ilmu:

“Thalabul-ilmi fariidhatun alaa kulli muslimin wa muslimatin: Mencari ilmu itu merupakan suatu kewajiban (fariidhah) bagi muslimin dan muslimat”.

Mencari ilmu itu adalah perbuatan wajib, faridhah. karena dalam hadits nabi saw tadi, tidak ada pembatas, siapa yang terkena kewajiban mencari ilmu itu, laki-laki atau perempuan yang mengaku islam sebagai tuntunan hidup.

Bagaimana jika manusia tidak melaksanakan kewajiban?

sama seperti pada pelanggaran kewajiban yang lainnya, Allah SWT akan memberi ganjaran amal pelanggaran tersebut dengan siksa. tak berlebihan Allah banyak mengigatkan tentang pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan. 

dikembangkan melalui proses pencarian ilmu, proses pembelajaran, proses penelitian.

sejak lebih empat belas abad yang lalu, konsep islam telah menyentuh sangat dalam tentang persamaan hak dan kewajiban antara muslim dan muslimat, yang kemudian dikenal dengan ilmuwan modern dengan konsep persamaan gender.

kalau manusia tidak menguasai ilmu komputer, ilmu ekonomi, ilmu hukum misalnya, manusia tidak "berdosa" karena bisa manusia tafsirkan berdasarkan ayat bahwa Allah menganugerahkan ilmu itu hanya sedikit saja kepada setiap manusia. 

oleh karena itu, urusan ilmu khusus, menjadi fardhu kifayah, seseorang bisa terlepad kewajibannya setelah ada orang lain menguasainya.

masalah ilmu agama menjadi kewajiban semua manusia muslim maupun muslimat untuk menguasainya secara aini. hanya beberapa jenis kegiatan keagamaan seha yang tercata sebagai fardhu kifayah.

berikut ini beberapa hadits Nabi SAW yang bertalian dengan kebijaksanaan sikap mencari ilmu:

  • Ambillah ilmu itu sekalipun datangnya dari mulut binatang
  • Lihatlah, perhatikan apa yang diucapkan, jangan melihat siapa yang mengucapkan (kebenaran itu bisa datang dari sumber yang sangat beragam, bukan dari mulut tertentu saja yang dianggap pakar)
Jadi, dapat kita ketahui bahwa setiap muslim dan muslimah harus menjalankan kewajiban aini terlebih dahulu seperti ilmu agama baru kemudian dilengkapi bisa dilenkapi dengan ilmu lainnya fardhu kifayah seperti ilmu komputer, hukum dan ekonomi.

6.4 Kewajiban Belajar sepanjang Hayat



Kewajiban ilmu tidak mengenal pembatas waktu. selama manusia muslim dan muslimah masih hidup, kewajiban aini mencari ilmu itu masih tetap menempel.

Belajar bukan cuma di sekolah melainkan Tantangan Allah untuk seluruh manusia, agar selalu memperhatikan alam, mempelajari kejadian yang ada di alam, adalah bentuk lahan dan proses kegiatan mencari ilmu juga. 

Nabi Saw dalam sebuah hadits mengatakan “Uthlubul-ilma min al-mahdi ila al-lahdi: kondisikan pencarian ilmu sejak masa buaian hingga menjelang ke liang lahat.

Siswa dan mahasiswa sangat akrab dengan perangkat gadget. begitu banyak gawai yang telah siap untuk digunakan secara menyenangkan sebagai sarana belajar. bahan ajar bisa di unggah dalam website maupun webblog agar mudah diakses oleh pelajar. komunikasi antara dosen dan mahasiswa bisa dilakukan tanpa batas ruang dan waktu perkuliahan sehingga pengekfektivan proses belajar semakin mudah dilakukan.

Kewajiban belajar sejak masa kandungan hingga menjelang masuk liang lahat, berarti proses belajar tidak dibatasi sekadar ruang formal. segala ruang dan lingkungan bisa digunakan untuk melaksanakan pembelajaran, termasuk pembelajaran mandiri, pengembangan masing - masing talenta individu. 

yang pasti, seseorang baru bisa lepas dari ikatan kewajiban belajar sepanjang hayat ketika bersangkutan telah selesai masa tugasnya sebagai manusia.

6.5 Konsep Hidayah



Dalam islam hidayah adalah Petunjuk yang datang dari Allah SWT. Hidayah adalah nikmat yang dianugerahkan oleh Allah hannya kepada Manusia tertentu.

Tidak semua manusia mendapatkan hidayah. Nabi Muhammad yang menajdi kekasih Allah sama sekali tidak memiliki kekuasan untuk memaksa Allah menganugerahkan hidayah-Nya kepada Abu Thalib pada saat menjelang ajal.

Dalam Surah Al-Qashash 28:56 "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk ".

Al-Quran kini bisa bertemu dalam bentuk tampilan dan ukuran. ada yang berukuran besar dan ada yang berukuran kecil serta Al-Quran sekarang terdapat juga di dalam internet sehingga semua orang dapat mengakses Alquran tersebut terlebih sekarang banyak aplikasi Al-Quran.

Hidayah telah tersedia. Apakah manusia mau mengambil Hidayah tersebut? memang, Allah tetap menentukan siapa yang berhak dan siap menerima hidayah atau tidak.

teatapi sejalan dengan ayat Al - Quran yang menyatakan,

Allah tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah dirinya", 

ada kepastian bahwa Allah tidak mengunci mati kondisi hidayah itu. Allah memberi kesempatan kepada siapapun  untuk mengakses hidayah-Nya yang telah beragam tampilannya, tanpa perlu kesulitan sebagaimana yang pernah dialami paman Nabi.

tentang tampilan Al-Quran yang berbeda-beda bentuknya. Allah telah menjamin bahwa Allah memelihara Al-Quran sepanjang masa. Ketelitian dan kesungguhan para pencatat Al- Quran bisa diperiksa dan diteliti karena melembaga secara jelas.


Daftar Pustaka:

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi

Umum. Singaraja: Tespong
Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi
Umum V.2.0. Singaraja: Tespong
Taufiq, Mohamad. 2013. Addins Quran in Ms Word V 2.2.0.0. https://www.facebook.
com/QuranInMsWord

Tugas Portfolio Ujian Akhir semester

Tugas  ke-9   Materi Bab 6 tediri atas Manusia makhluk belajar Konsep Pendidikan yang islami Kewajiban Belajar bagi muslim dan muslimah Kewa...