Kamis, 14 April 2022

Materi Lanjutan ketiga Bab 5 Manusia Makhluk Sosial

Materi Bab 5 ini terdiri atas: 

  1. Pola hubungan vertikal makhluk-Khalik; 
  2. konsep ibadat mahdhah dan ghair mahdhah; 
  3. pola hubungan horizontal manusia-manusia; 
  4. bisnis Islami, 
  5. Faraidh (Mawarits), 
  6. manusia mahluk siasah, 
  7. hubungan horizontal manusia-alam; peringatan Allah tentang takaran dan timbangan dan 
  8. konsep halalan-thayyiban.

5.8 Peringatan Allah Tentang Takaran dan Timbangan

Pengertian dari takaran dan timbangan bisa mengandung 2 makna: Makna lahiriah (takaran dan timbangan yang biasa digunakan dalam urusan jual - beli) dan makna lain yang lebih jauh terkait dengan takaran dalam menentukan penilaian hukum, penilaian kejadian perkara tertentu, maupun timbangan - timbangan terkait dengan penentuan keadilan sikap.

ukuran takaran dan timbangan menjadi akar keburukan dalam urusan ekonomi ummat. semestara itu masalah ekonomi telah menjadi masalah yang sangat besar,.

Mengurangi timbangan adalah salah satu bentuk praktek pencurian milik orang lain. Apabila takaran timbangan itu sedikit, bisa menjadi sebuah ancaman dan akan menjadi ancaman yang lebih besar bila  takaran timbangan tersebut meningkat dengan jumlah yang besar.

Secara Duniawi kecurangan-kecurangan yang dilakukan para pelaku ekonomi dalam urusan menakar dan menimbang produk pasar mereka bisa dihitung akumulatif harian, mingguan hingga tahunan yang terkait dengan jumlah orang yang melakukan kecurangan tersebut dan orang yang memanfaatkan hasil kecurangan. Kecurangan bisa berderet jika dijejerkan dan dapat dihitung secara matematis, semua sangat merugikan masyarakat, bahkan negara.

Pendidikan karakter biasanya berlansung secara dominan melalui keteladanan. seorang pecurang telah menjadi teladan utama bagi anak dan istrinya.

oleh karena itu, banyak pengalaman yang diajarkan melalui cara keteladanan keluarga. ada sejenis penguat contoh nya lewat makanan yang tidak halal. mungkin kecurangan yang tersembunyi dari mata biasa.

tetapi energi perilaku mengalir dalam makanan. minuman, pakaian, sikap hidup, bahkan pola hubungan antara orang tua dengan anak, telah memberikan power yang hebat untuk menggiring para penikmat hasil kecurangan untuk mengikuti pola sumbernya.

Dibalik semua perilaku kecurangan dalam menggunakan takaran dan timbangan, ada kerusakan yang sangat besar yang bisa menular lewat keteladanan, pembiasaaan, bahkan pemaksanaan karena adannya kekuasaan.

Kata menakar dan menimbang barkaitan juga dengan perilaku menetapkan penilaian keadilan dalam menetapkan hukum. bila dikaitkan dengan isi peringatan yang menyertainnya yaitu menyangkut kerusakan, merugikan hak orang lain, dan azab yang membinasakan, isa terjadi juga ketika para pengelola hukum tidak menimbang dan menakan putusan hukum secara berkeadilan. 

juga akan terkait dengan perilaku ingin untung sendiri, mengakali kepentingan orang lain, yang merupakan bibit kerusakan yang akan berlanjut menjadi bentuk-bentuk perilaku buruk lainnya.

5.9 Konsep Halalan Thayyiban

Thayyiban dalam konsep islam ada dua: yang fisik dan di balik yang fisik. Thayyiban fisik adalah kondisi sesuatu yang "baik, benar, tepat, sesuai prosedur, aman, dan mengikuti aturan syariat"

Halal dalam perkara makanan maupun barang konsumsi lainnya, menurut mu'jam al Wasith adalah barang yang tidak haram, mengonsumsinya tidak dilarang agama. setidaknya, keharaman bisa dibagi menjadi dua aspek.

pertama, haram secara dzat atau secara materi telah dinyatakan haram oleh syariat, seperti babi, bangkai dan darah. kedua, haram bukan secara dzat-nya tapi bisa dari cara membeli, memperoleh, atau mengolah barang tersebut.

sedangkan thayyib, menurut ketereangan syekh Ar-Raghib al-Isfahani dalam Mu'jam Mufradat li Afadhil Qur'an menyebutkan bahwa thayyib secara umum artinya adalah "sesuatu yang dirasakan enak oleh indra dan jiwa".

Harta yang halalan dan thayyiban, dengan bentuk dan contoh lainnya yang setara, adalah yang halal dan thayyib secara fisik dan non fisik.

Sesuatu yang telah nyata halal dan thayyib, masih bisa dikelompokkan ke dalam kondisi belum thayyib ketika berbenturan dengan kondisi lain yang menyertai penggunanya contohnya digunakan untuk membeli gula namun gula tersebut membahayakan kondisi orang yang mengidap penyakit diabetes akut. bagi orang yang dalam kondisi itu, gula yang halal menjadi tidak thayyib baginya.

Ketertian dan kehati-hatian adalah inti dari perilaku yang harus dimiliki oleh ummat muslim. seorang muslim seharusnya bersih dari beragam perilaku yang meragukan.


Daftar Pustaka:

Al-Jaziri, Abdurrahman. 1996. Fiqh Empat Madzhab. Jakarta: Daarul Ulum Press Attuwaijri, Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah. Ilmu Faraidh. iQuran V 2.5.4 for Android Mansoer, 

Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, Departemen Agama RI 

Rasyid, H. Sulaiman. 2000. Fiqh Islam. Cetakan ke-33. Bandung: Sinar Baru Algensindo 

Suryana, Jajang. 1997. “Isalamisasi Praktisi Sains dan Teknologi”. Makalah dalam Kajian Studi Islam Pengajian Muslimah Mahasiswi STKIP Singaraja 

Suryana, Jajang. 2004. Kajian Pemikiran Sederhana tentang Islam. Kumpulan tulisan. Singaraja 

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum. Singaraja: Tespong 

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum V.2.0. Singaraja: Tespon


https://dalamislam.com/hukum-islam/ekonomi/hukum-mengurangi-timbangan-dalam-islam diakses tanggal 15 April 2022

https://islam.nu.or.id/tafsir/makna-halalan-thayyiban-dalam-al-qur-an-lQ1AD diakses tanggal 15 April 2022

Selasa, 05 April 2022

Materi Lanjutan Bab 5 Manusia Makhluk Sosial


Materi Bab 5 ini terdiri atas:
  1. Faraidh (Mawarits),
  2. manusia mahluk siasah,
  3. hubungan horizontal manusia-alam;
  4. peringatan Allah tentang takaran dan timbangan dan
  5. konsep halalan-thayyiban.


1. Faraidh (Mawaritz)


Allah menetapkan hukum waris secara lengkap dengan cara pembagiaannya, dan persyaratannya dala 3 ayat yang sangat jelas (Q.S. Al-Baqarah, 02: 240; An-Nisaa, 04: 11, 176)

Masalah waris sangat penting dan rawan permasalahan dalam penyelesaiannya.

Keadilan Allah dalam waris, lengkap dengan aneka persyaratan yang jelas, telah banyak ditentang ummat yang tidak percaya dengan aturan dan ketetapan Allah SWT.

mereka lebih menyukai menurut hawa nafsu ketimbang hukum Allah. Mengapa Allah menetapkan hukum waris secara lengkap?

karena pada kenyataanya masalah warisan bis menyebabkan hubungan saudara menjadi permusuhan.

disarikan dari buku Ilmu Faraidh, susunan Muhammad bin ibrahim in abdullah attuwaijri.

  • yang disebut harta waris adalah semua yang ditinggalkan oleh seseorang yang mati, termasuk hutangnya. semua warisan tersebut menjadi hak dan bagian ahli waris dengan persyaratan dan ketentuan syar'i yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
  • yang harus dikeluarkan dari harta peninggalan adalah biaya pengurusan mayat, hutang ( kepada Allah, Zakat, Kafarat, kepada manusia), pelaksanaan wasiat, dan pembagian warisan
  • Rukun waris: yang mewariskan (yang meninggal), ahli waris, dan harta yang diwariskan.
  • sebab - sebab seseorang mendapatkan hak waris: penikahan yang sah, keturunan, dan perwalian
  • yang menghalangi seseorang mendapatkan hak waris: budak, pembunuh dan berbeda agama.
  • Bagian warisan : bagian yang telah ditetapkan ( fardhu, ketentuan: setengah, seperempat, seperdelapan, dua pertiga, sepertiga, dan seperenam) dan ta'shib ( bagian yang ditetapkan)
  • Ahli waris lelaki: Putra; anak putra (cucu dan seterusnya); ayah dan kakek dari orang tua lelaki; saudara sekandung; saudara sekandung; saudara seayah; dan saudara sibu (atau anak-anaknya; putra paman kandung serta putra paman seayah dan anak laki-laki mereka; orang yang memerdekakan; kerabat laki-laki (dzawil arham: saudara ibu atau paman dari ibu, putra saudara seibu, paman seibu, dan putra paman seibu).
  • Ahli waris perempuan: putri, putri anak laki - laki ( cucu) dan seterusnya dari anak laki - laki; ibu; nenek ibunya ayah) dan diatasnya dari ibu; neneknya ibu; saudari kandung; saudara satu ayah; saudari satu ibu; istri; dan wanita yang memerdekakan budak.

2. Manusia Makluk siasah

siasah kebanyakan kini diterjemahkan kedalam pengertian politik memiliki arti ang sangat sempit.

siasah diatur juga dalam dinul islam. sejumlah konsep dasar siasah ditentukan Allah di dalam Alquran.

Dinul islam tidak melarang ummat untuk berpolitik. semua bidang kehidupan harus dirambah untuk mendapatkan kemaslahatan dan mengisi ruang-ruang tersebut dengan nilai-nilai yang islami.

salah besar jika kemudian ummat membiarkan hal-hal yang berkembang saat ini tanpa pernah menyentuhnya dengan nilai-nilai islami. 

Dunia media massa harus ditembus ummat agar ide-ide islam bisa memberi warna ke dalam bidang tersebut,

semua media massa telah lebih kental bermuatan politik praktis untuk kebutuhan sesaat dan sekelompok orang saja.

kebutuhan - kebutuhan seaat telah menjadi incara para pelaku politik. ummat islam takbisa berpangku tangan membiarkan semua persoalan keduniawian itu dikuasai oleh manusia-manusia yang tidak berjuang untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Diperlukan suatu penyeimbang media informasi untuk meluruskan Informasi yang miring, yang cenderung menyudutkan islam.

Dakwah dan teladan tidak bisa sekadar mengandalkan kharisma kebesaran tokoh semata. para pengelola teknologi informasi yang kuat-modal telah panglima-panglima yang mengarahkan hampir semua perilaku dan hasrat manusia kini.

Oleh karena itu, manusia muslim harus menguasai teknologi informasi. dagang informasi adlaah persaingan kekuasaan ruang maya dan kekuatan daya tarik kemasan informasi.

Bersiasah dalam memanfaatkan kondisi informasi pada pasar bebas masa kni, memerlukan tata cara dan sistem perilaku baru diikat oleh pakem sistem-sistem teknologi pelopor.

syaitan sebagai satu sistem paling kuno, telah semakin luas jangkauan dan terobosan penguasaan-godaanya,hingga ketika manusia dalam kondisi sadar sekalipun. 

Siasah baru sejalan dengan upaya meredam tantangan zaman harus terus dikembangkan sebagai jalur dakwah, tawaashau bil-haw wa tawaashau bish-shabr, sebagai tugas utama khalifatan fil ardh.


3. Hubungan Horizontal manusia-alam

Alam sebagai tanda  kebesaran Allah adalah tempat manusia berkembang biak.

oleh karena itu, manusia harus bersikap bijaksana terhadap alam yang merupakan bagian dari dirinya. terkait dengan fungsi kekhalifahan, manusia seharusnya menjadi pengolah alam yang bijaksana.

mengenai fungsi kekhalifahan, manusia seharusnya menjadi pengolah alam yang bijaksana.

bila fungsi khalifah tak berjalan, aneka kehancuran lingkungan akan terus-menerus terjadi.

perusakan alam berarti perusakan bagian diri manusia sendiri. untuk menumbuh kembangkan sebuah pohon besar memerlukan waktu berpuluh bahkan beratus tahun.

tetapi pada masa kini, untuk merubahkannya bisa dilakukan hanya dalam waktu lima belas hingga tiga puluh menit saja. hal itu dilakukan hanya oleh seorang manusia.

ketika kerusakan itu masih dalam skala kecil, pada dasarnya upaya mengatasinya bisa melibatkan masyarakat umum.

jika telah menjadi becana nasional manusia telah kehilangan kemampuan dan kekuasaannya yang pernah diberikan oleh Allah SWT.

setelah peritiwa perang salib yang menghancurkan peradaban masyarakat islam, ummat islam telah mengalami berbagai degradasi kemampuan melihat alam sebagai kajian penting bagi dirinya.

belum begitu banyak hasil penemuan baru tentang hasil kajian keilmuan yang dimotori ummat islam masa kini.

ummat lain lebih giat melakukan penjelajahan hampir ke semua pelosok bumi.

mereka menggunakan pendekatan dasar islami, sekalipun mereka tidak menyadari atau bahkan tidak mau mengakuinya.

oleh karena itu, tidaklah salah pernyataan seperti ini: " ummat islam akan semakin mundur jika meninggalkan syariat agamanya. sebaliknya ummat lain akan lebih maju jika meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Contohnya seperti ilmu kedokteran, ilmu fisika, ilmu biologi dan berbagai kajian keilmuan lain adalah hasil usaha manusia menyikapi alam.

seharusnya, mereka yang amat dekat dengan alam, mengkaji alam secara mendalam, akan semakin dekat kepada kesadaran tentang keberadaan yang maha pencipta.

Nabi Ada as sejak awal telah "dimenangkan" atas para malaikat dan iblis tentang penguasaan nama-nama semua benda alam.

pengetahuan tentang kosa kata, ternyata menjadi penting dalam pembelajaran awal bahasa.

bahkan menjadi tonggak utama  dalam pengembangan pengetahuan lanjutan.

Allah juga menganugerahkan pengetahuan aneka nama alam kepada manusia pertama ciptaanNya. 

kepada Nabi Muhammad, Allah pun sejak awal wahyu pertama, telah memaksa Muhammad untuk iqra, membaca, mempelajari, apa yang menjadi bagian dari dirinya, lingkungannya, yang paling awal harus menjadi objek iqra.

Peranan manusia sebagai khalifah meniscayakan untuk selalu menggunakan (berhubungan dengan) alquran yang berperan sebagai petunjuk hidupnya.

sehingga, tatkala manusia mengerjakan kemungkaran itu berarti ia sengaja memutuskan harmoni hubunganna dengan alquran. maka hal itu sesuai formula kehidupan di depan, pasti akan mencelakakan hidupnya.

Daftar Pustaka

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum V.2.01. Singaraja: Tespong

Muadz,Masri. Alquran, Manusia dan Alam. https://www.republika.co.id/berita/mxurwi/alquran-manusia-dan-alam (diakses 7 april 2022)

Sabtu, 02 April 2022

Ayat Al Quran Yang berhubungan dengan Program Studi Sistem Informasi

Program Studi Sistem informasi

program studi sistem informasi adalah bidang keilmuan yang menggabungkan ilmu komputer dengan bisnis dan manajemen.

selain belajar teknik pemrograman pada program studi sistem informasi juga mempelajari tentang proses bisnis yang ada di perusahaan.

Berikut ini adalah Ayat Al Quran yang berhubungan dengan program studi sistem informasi:

1. Surat Yunus ayat 3 (Mencari Ilmu dan Menjadi Ilmuwan)


اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْاَمْرَۗ مَا مِنْ شَفِيْعٍ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اِذْنِهٖۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

Terjemahan

Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

Tafsir Quraish Shihab

Sesungguhnya Tuhan kalian, wahai manusia, adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya dalam waktu enam hari(1). Tidak ada yang mengetahui panjangnya enam hari itu kecuali Allah. Kemudian hanya Dialah--dengan keagungan kekuasaan-Nya--yang menguasai dan mengurus hal ihwal makhluk-makhluk-Nya. Tidak ada seorang pun yang memiliki kekuasaan atas sesuatu bersama Allah dan tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang dapat memberi syafaat kepada orang lain, kecuali dengan izin-Nya. Itulah Allah, Sang Pencipta. Dialah Tuhan yang mengendalikan nikmat untuk kalian, maka sembahlah Dia semata, benarkanlah Rasul-Nya, dan berimanlah kepada kitab suci-Nya. Hendaklah kalian mengingat nikmat Allah dan merenungi ayat-ayat yang menunjukkan keesaan-Nya. (1) Allah menciptakan alam semesta dengan segala isinya dalam enam tahapan. Setiap tahapan itu terdiri atas rentang waktu yang cukup panjang. Tahapan-tahapan yang disebutkan sebagai enam hari itu merupakan tahap penundukan matahari, bulan dan bintang- bintang untuk keperluan manusia. Termasuk dalam tahapan itu juga adalah pergantian siang dan malam dan timbulnya siang menggantikan kegelapan cakrawala. Disebutnya kata "malam" sebelum kata "siang" disebabkan karena kegelapan merupakan asal dan pangkal. Sedangkan siang timbul akibat tersebarnya sinar matahari pada lapisan udara bumi yang berotasi dan juga karena radiasi matahari.

Penjelasan:

Ayat-ayat al-Qur’an yang memerintahkan manusia mencari ilmu atau menjadi ilmuwan begitu banyak. Al-Qur’an menggunakan berbagai istilah yang berkaitan dengan hal ini. Misalnya, mengajak melihat, memperhatikan, dan mengamati kejadian-kejadian

2.  Surat Al-Ankabuut ayat 14 (membahas mengenai pengurangan)


وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ

Al-Quran membahas tentang pengurangan Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-‘Ankabuut : 14) 

Tafsir Quraish Shihab

Allah telah mengutus Nûh kepada kaumnya untuk menyeru mereka kepada ajaran tauhid. Lalu ia menetap dan menyeru mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun. Akan tetapi mereka tidak memenuhi seruannya. Maka Allah menenggelamkan mereka dengan angin topan dalam keadaan menzalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran.

Penjelasan

Ayat ini menjelaskan tentang lamanya Nabi Nuh ‘alaihissalam tinggal bersama kaumnya, yaitu 1000 tahun dikurang 50 tahun, alias 950 tahun lamanya.

3. Al-Hasyr ayat 18 (tentang pentingnya Perencanaan)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Terjemahan :

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI

Salah satu sifat orang munafik adalah menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya secara lisan, padahal mereka bukan orang beriman (Lihat: Surah al-Baqarah/2:10) sehingga nasib mereka di akhirat kekal di dalam neraka. Pada ayat ini Allah mengingatkan orang beriman agar benar-benar bertakwa kepada Allah dan memperhatikan hari esok, akhirat. Wahai orang-orang yang beriman! Kapan dan di mana saja kamu berada bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh melakukan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya; dan hendaklah setiap orang siapa pun dia memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, yakni untuk hidup sesudah mati, di akhirat dengan berbuat kebaikan atas dasar iman, ditopang dengan ilmu dan hati yang ikhlas semata-mata mengharap rida Allah, sebab hidup di dunia ini sementara, sedangkan hidup di akhirat itu abadi; dan bertakwalah kepada Allah dengan menjaga hubungan baik dengan Allah, manusia dan alam. Sungguh, Allah Mahateliti sekecil apa pun juga terhadap apa yang kamu kerjakan sehingga semua yang kamu lakukan berada dalam pengetahuan Allah (Lihat: Surah Qàf/50: 18).

Penjelasan

at-tahthiith atau perencanaan dari suatu kegiatan yang akan datang dengan acuan waktu atau metode terten

4. Surat Al Kahfi ayat 25 (tentang Penjumlahan)

وَلَبِثُوْا فِيْ كَهْفِهِمْ ثَلٰثَ مِائَةٍ سِنِيْنَ وَازْدَادُوْا تِسْعًا

Terjemahan

Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.

Tafsir Quraish Shihab

Para pemuda itu tinggal dalam gua dalam keadaan tertidur selama tiga ratus sembilan tahun(1). (1) Ayat ini menyimpan sebuah fakta astronomis yang membuktikan bahwa tiga ratus tahun matahari itu sama dengan tiga ratus sembilan tahun bulan.

Penjelasan

pada surat tersebut terdapat operasi pertambahan yaitu tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun.

5. Surat Al Jasiyah ayat 13 (tentang Organizing)

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ 

Terjemahan 

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Pada ayat ini Allah memerintah kaum mukmin menjaga persatuan dan kesatuan. Dan berpegangteguhlah serta berusahalah sekuat tenaga agar kamu semuanya bantu-membantu untuk menyatu pada tali (agama) Allah agar kamu tidak tergelincir dari agama tersebut. Dan janganlah kamu bercerai berai, saling bermusuhan dan mendengki, karena semua itu akan menjadikan kamu lemah dan mudah dihancurkan. 

Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika mengeluarkan kamu dari kekufuran kepada keimanan dan menyatukan hati kalian dalam persaudaraan, padahal kamu dahulu pada ( masa jahiliyyah ) saling bermusuhan, saling membenci dan memerangi tiada henti dari generasi ke generasi, lalu Allah mempersatukan hatimu dengan harapan dan tujuan yang sama yaitu memperoleh rida Allah, sehingga dengan karuniany-Nya, yaitu agama islam, kamu menjadi bersaudara dalam satu keuarga. Pada masa Jahiliah terjadi permusuhan selama ratusan tahun antara suku 'Aus dan suku Khazraj. Setelah datangnya Islam mereka dapat bersatu dengan penuh persahabatan.

 Menyaksikan kenyataan tersebut orang-orang Yahudi merasa tidak senang dan menyuruh salah seorang diantara mereka meniupkan api perpecahan dengan menyebutk kejadian waktu Perang Bu'as. Meskipun kedua suku tersebut sempat terpancing dan hampir saja berperang, tetapi Nabi MUhammad berhasil mendamaikan mereka. 

Demikian besar karunia Allah kepada kamu, sedangkan (ketika itu) kamu sama sekali tidak menyadari bahwa ketika kamu saling bermusuhan, susungguhnya kamu berada di tepi jurang neraka, karena hidup tanpa bimbingan wahyu, selalu terbakar api kebencian, kemarahan dan permusuhan bahkan berakibat pada pemunuhan, lalu dengan datangnya Islam Allah menyelamatkan kamu dari sana dan terciptalah kedamaian di antara kamu.

 Demikianlah, Allah secara terus menerus menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk secara terus-menerus dan tetap bersatu padu dalam persaudaraan dan kekeluargaan.

Penjelasan:

at-tandziim atau pengorganisasian merupakan wadah tentang fungsi setiap orang, hubungan kerja baik secara vertical maupun horizontal.

ayat diatas menunjukkan bahwa organisasi merupakan kumpulan orang-orang yangbisa di organisir dengan baik. maka hendaklah bersatu-padulah dalam bekerja dan memegang komitmen untuk mencapai cota-cita dalam satu payung organisasi dimaksud.

6. Surat Al Baqarah ayat 208 (Tentang Koordinasi)

Allah Berfirman dalam surat Al baqarah (2:208)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ 

Terjemahan :

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan. Kata as-silm atau as-salm di sini berarti Islam. Laksanakanlah Islam secara total, tidak setengah-setengah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan yang menyesatkan dan memecah belah kamu. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan seorang Yahudi bernama abdullah bin Salam. Ia memeluk Islam tetapi masih mengerjakan sejumlah ajaran Yahudi, seperti mengagungkan Hari Sabat dan enggan mengonsumsi daging dan susu unta.

Penjelasan

At-tansiiq atau pengoordinasian, merupakan upaya untuk mencapai hasil yang baik dengan seimbang, termasuk diantara langkah-langkah bersama untuk mengaplikasikan planning dengan mengharapkan tujuan yang diidamkan.

7. Surat At Tahrim (66:6) tentang Controling


Berikut ini firman Allah SWT dalam surat At Tahrim (66:6)


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ 

Terjemahan 

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dari api neraka, yakni dari murka Allah yang menyebabkan kamu diseret ke dalam neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ada manusia yang dibakar dan ada manusia yang menjadi bahan bakar; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka sehingga tidak ada malaikat yang bisa disogok untuk mengurangi atau meringankan hukuman; dan mereka patuh dan disiplin selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka.

Penjelasan:

Controling atau pengendalian adalah pengamatan dan penelitian terhadap jalannya planning.

dalam pandangan islam menjadi syarat mutlak bagi pimpinan harus lebih baik dari anggotanya, sehingga control yang ia lakukan akan efektif.

8. Surat Ar-Ra'd (13:11) tentang Motivating


Allah SWT berfirman dalam surat Ar Rad (13:11) :


لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ 

Terjemahan 

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Tidak saja mengetahui sesuatu yang tersembunyi di malam hari dan yang tampak di siang hari, Allah, melalui malaikat-Nya, juga mengawasinya dengan cermat dan teliti. Baginya, yakni bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga dan mengawasi-nya secara bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaga dan mengawasi-nya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah Yang Mahakuasa tidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, sebelum mereka mengubah keadaan diri menyangkut sikap mental dan pemikiran mereka sendiri. Dan apabila,yakni andaikata, Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum-dan ini adalah hal yang mustahil bagi Allah-maka tak ada kekuatan apa pun yang dapat menolaknya dan tidak ada yang dapat menjadi pelindung bagi mereka selain Dia.

Penjelasan:

At-targhiib atau motivasi yaitu menggerakkan kinerja semaksimal mungkin dengan hati sukarela.

9. Surat Hud Ayat 24 : (tentang perbandingan)

مَثَلُ الْفَرِيْقَيْنِ كَالْاَعْمٰى وَالْاَصَمِّ وَالْبَصِيْرِ وَالسَّمِيْعِۗ هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًا ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ ࣖ

Terjemahan

Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?

Tafsir Quraish Shihab

Golongan Mukmin dan golongan kafir dapat diibaratkan sebagai dua orang: yang satu buta--berjalan tanpa petunjuk--dan tuli--tidak dapat mendengar ajakan keselamatan--dan yang lain memiliki mata yang tajam, mampu melihat kebaikan dan keselamatan, dan mempunyai pendengaran yang kuat sehingga dapat mendengarkan segala kebaikan. Dua golongan di atas tidaklah sama, baik untuk saat ini (dunia) maupun dikemudian hari (akhirat). Apakah kalian tidak juga mau mempertimbangkan, wahai manusia, perbedaan yang ada di antara kalian--antara golongan Mukmin dan golongan kafir, antara yang hak dan yang batil--sehingga, dengan pertimbangan itu, kalian akan menjauhi kesesatan dan mengikuti jalan yang lurus?

Penjelasan:

pada ayat diatas Allah SWT membandingkan antara orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengarkan.

kalau didalam teknik informatika adalah operasi Boolean atau perbandingan  jika didalam bahasa pemrograman c menggunakan notasi "=="


10. Surat Al Balad (90:4) tentang Entrepreneurship


لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ 


Terjemahan 

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. Al - Balad 30:4)

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. Siapa pun, termasuk Nabi, dalam masa hidupnya pasti menemui kepayahan, sejak dalam kandungan sampai masa dewasa. Manusia mesti bersusah payah mencari nafkah, mengalami sakit, dan mati. Dalam alam kubur menuju alam mahsyar pun manusia menghadapi kepayahan. Manusia harus mengisi kehidupannya di dunia dengan amal saleh agar tidak menemukan kepayahan lagi di akhirat.

Penjelasan:

Dasar berusaha dalam ekonomi sangat kuat dalam al Quran dan hadis. manusia diciptakan di muka bumi ini untuk berusaha/bekerja dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

kata "susah-payah" dalam bahasa arab disebut kabad, memiliki pengertian bahwa manusia diciptakan Allah dalam keadaan yang tidak pernah lepas dari kesulitan. sehingga bekerja atau berusaha dalam sektor ekonomi merupakan keharusan bagi manusia untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup ekonomi.

11. Surat Al Insyirah (94 : 7-8) tentang Perencanaan



اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ 


Terjemah :
sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), 

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 

Bila kamu telah menyelesaikan urusan dan kepentingan dunia,maka bersungguh sungguhlah dalam beribadah. Dan hanya kepada tuhanmu semata,berharaplah apa yang ada di sisi-Nya.

Referensi: https://tafsirweb.com/12839-surat-al-insyirah-ayat-7.html


Penjelasan:

At-tahthiith atau perencanaa dari suatu kegiatan yang akan datang dengan acuan waktu atau metode tertentu

12.  Surat Al- Anam ayat 165 tentang Kepemimpinan( Leading)

Q.S 6:165

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ


Terjemah :

Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 

Dan Allah lah yang menjadikan kalian penguasa-penguasa di muka bumi yang menggantikan umat manusia sebelum kalian, setelah Allah memusnahkan mereka dan menjadikan kalian pengganti mereka di muka bumi, untuk memamkmurkannya sepeninggal mereka dengan ketaatan kepada tuhan kalian, dan Dia meninggikan sebagian dari kalian dalam soal rizki dan kekuatan diatas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk menguji kalian terkait karunia-karunia yang diberikan kepada kalian, sehingga akan tampak dalam pandangan manusia siapa orang yang bersyukur dan yang tidak. Sesungguhnya tuhanmu amat cepat siksaanNya terhadap orang-orang yang kafir dan bermaksiat kepadaNya. Dan sesungguhnya Dia maha pengampun bagi orang yang beriman kepadaNya dan beramal shalih serta bertaubat dari dosa-dosa besar, lagi maha penyayang terhadapnya. Alghafur dan Arrahim adalah dua nama yang mulia dari nama-nama Allah yang bagus (asmaul husna).


Referensi: https://www.tafsirweb.com/2289-surat-al-anam-ayat-165.html

Penjelasan:

Alhilaafah atau kepemimpinan yakni mengatur dan memimpin segala aktivitas kepada tujuan.


Daftar Pustaka

 Abdurrahman,Nana Herdiana.Manajemen Bisnis Syariah dan Kewirausahaan (Bandung: Pustaka Setia, 2013) 

Al-Musanna, Rasionalitasdan Aktualitas Kearifan Lokal, (Jakarta: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17 No.5, 2010). 

 Baqi, Muhammad Fuad Abdul, Al-Mu‟jam Al-Mufahrosy, (Bairut: Darul Ma‟rifah, 1993)z Departemen Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahannya, Juz 1-30 Edisi Baru (Surabaya: Mekar Surabaya, 2004)

https://farislengkap.wordpress.com/2016/05/22/manajemen-menurut-prespektif-al-quran/

Islamic Management, Prof. Dr. H. Veithzal Rivai Zainal, SE., MM., MBA (2013)

Insiklopedia Al-Qur’an 

Manajemen Bisnis Syari’ah, Prof. Dr. H. Buchari Alfa

Jurnal Iqra’ Mei 2014 “MANAJEMEN ISLAMI PERSPEKTIF AL-QUR’AN”, Zainarti Dosen UIN-SU

Makalah “FUNGSI MANAJEMEN DALAM AL-QUR’AN TELAAH KATA AL-AMIL DALAM SURAH AL-AN’AM DAN HUD” Hamzah Hasan Khaeriyah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

http://alumnigontor.blogspot.co.id/2008/04/konsep-manajemen-dalam-perspektif-al.html

http://www.ibnushobah.web.id/2012/10/pengorganisasion-dalam-perspektif-al.html

http://al-quran.info/#home

Tugas Portfolio Ujian Akhir semester

Tugas  ke-9   Materi Bab 6 tediri atas Manusia makhluk belajar Konsep Pendidikan yang islami Kewajiban Belajar bagi muslim dan muslimah Kewa...