| sumber: qureta.com |
Kompetensi Dasar
- Pengertian Kebenaran: Kebenaran Mutlak dan Kebenaran Sementara
- Keterbatasan Ilmu Pengetahuan
- Proses Berpikir Ilmiah
- Proses Keimanan
Pengertian Kebenaran: Kebenaran Mutlak dan Kebenaran Sementara
Nilai Kebenaran dipandang terikat dengan ruang dan waktu. Kebenaran dibagi menjadi 2 sub yang pertama adalah kebenaran mutlak dan yang kedua Kebenaran Sementara, Berikut ini adalah penjelasannya:
| sumber: grid.id |
Kebenaran Mutlak
Manusia jelaslah bukan kebenaran mutlak dikarenakan manusia tidak memenuhi syarat - syaratnya dan manusia adalah makhluk ciptaan yang terbatas, bersifat subjektif dan dikuasai oleh ruang dan waktu.
Bersifat subjektif artinya terhadap objek yang sama manusia mempunyai sudut pandang atau pendapat yang berbeda - beda. kalau misal ada 2000 orang yang dimintai pendapat akan suatu objek, maka akan ada 2000 macam pandangan yang berbeda-beda.
Jadi, kebenaran yang dilihatnya dari sudut pandang senduri dan itu sangat terbatas dan ini bersifat relatif, bukan absolut (mutlak). dikuasai ruang dan waktu mempunyai implikasi bahwa ia tidak maha tahu, bisa salah dan selalu berubah.
Kebenaran mutlak yang sejati itu harus datang dari luar manusia adapun manusia hanya bisa mempunyai kebenaran relatif. tidak mungkin ada kebenaran mutlak di level manusia atau yang dibawahnya. Kebenaran Mutlak harus datang dari level yang tertinggi yang datang dari Allah SWT.
Kebenaran Sementara
Kebenaran Sementara atau biasa disebut dengan Kebenaran Relatif adalah Kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang terbatas terhadap kebenaran mutlak tersebut.
Dalam Kebenaran Ilmiah tidak ada satu pun yang bisa dikategorikan sebagai kebenaran mutlak. satu kebenaran temuan ilmiah pasti secara berkala akan digantikan oleh jenis kebenaran temuan lainnya yang lebih terbaru.
Teori demi teori akan mengganti posisi sebagai bentuk kebenaran sementara yang dipercaya oleh sebagian orang.
Jika peniliti memiliki nilai - nialai keimanan, tahapan keyakinan ketiga akan bisa dicapai setelah melalui dua tahapan keyakinan. kesadaran bahwa ilmu manusia serba terbatas; kesadaran bahwa ilmu hanyalah pemilik Allah SWT. kesadaran bahwa manusia hanyalah pengolah ilmu bukan pemilik ilmu. Maka keimanan dari seorang ilmuwan pasti akan bertambah.
Keterbatasan Ilmu Pengetahuan
| sumber : apki.id |
Allah SWT menciptakan Manusia Sebaik-baiknya dan Allah SWT memberikan pilahan kepada Manusia Mengikuti Fujur ataupun memilih taqwa kepada manusia. Akan tetapi kepada Makhluk selain Manusia dan Jin.
Allah SWT menetapkan ketetapan yang pasti, ketetapan yang tidak bisa diubah " Hukum Alam" Adalah ketetapan Allah SWT.
Keunggulkan manusia adalah pengethuan tentang segala yang ada di alam, Allah SWT menyiapkan Adam juga keturunannya, sebagai makhluk yang unggul dibanding yang lainnya. Manusia telah dipercaya menjadi Khalifah di atas Bumi.
Apakah Manusia Memiliki Keterbatasan Ilmu Pengetahuan?
Ilmu di manusia ibarat setetes air yang ada di samudera yang sangat luas. cara menguji bagaimana keterbatasan kita. coba bayangkan tentang Kampus Undiksha yang terletak di bali utara jika peng lihatan semakin naik undiksha hanyalah kampus kecil yang terletak di bali dan di indonesia memiliki beragam universitas. kita semakin naik di planet bumi maka undiksha hanyalah amat sangat kecil.
Apalagi di dunia sekitar ada ribuan universitas dan kampus, kalau kita melihat semakin jauh hingga antariksa bumi hanyalah satu satunya planet yang dapat dihuni oleh umat manusia.
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan oleh manusia , tersusunlah pola-pola berfikir yang dianggap logis, sebagai bentuk pola berfikir ilmiah.
teori yang sempat dianut oleh banyak orang adalah sebagai berikut:
1. Charles Darwin dengan Teori Evolusi
Salah satu simpulan hasil kajian darwin yang diterima mentah-mentah oleh banyak ilmuwan itu adalah bahwa manusia-manusia masa kini merupakan hasul malih rupa dari wujud monyet secara evolutif menjadi manusia sungguhan.
tahun 200 setelah begitu lama teori evolusi menjadi pegangan para ilmuwan. harun yahya menulis buku begitu gamblang, menunjukan bukti-bukti kesalahan teori charles darwin. yahya menunjukan bukti-bukti ilmiah yang menentang teori darwin.
Teori darwin telah terbantah mentah-mentah. bahkan harun yahya membongkar "manipulasi ilmiah di belakang teori Evolusi Darwin dan Motif-Motif Ideologisnya"
--
Proses berpikir ilmiah didahului oleh aneka bentuk keraguan, ketidakpercayaan, keheranan, keingintahuan, yang dilajutkan dengan kegiatan menyusun rancangan kegiatan pencarian jawaban atas segala keingintahuan itu.
Ketidakpercayaan dan empirisme menjadi kunci kegiatan ilmiah yang dipercaya sebagai tonggak awal kegiatan.
Sumber - sumber pengetahuan manusia dikelompokan atas sebagai berikut:
- Pengalaman
- Otoritas
- Cara Berfikir Deduktif
- Cara Berfikir Induktif
- Berpikir Ilmiah Pendekatan Ilmuah
Berpikir adalah ciri untama bagi manusia. berfikir disebut juga sebagai proses bekerjanya akal. secara garis besar berfikir dapat dibedakan antara berfikir alamiah dan berfikir ilmiah. berfikir alamiah adalah pola penalaran yang berdasarkan kehidupan sehari-hari dari pengaruh alam sekelilingnya.
Proses Keimanan
| sumber: jogja.tribunews.com |
Berpikir dan bersikap ilmiah berbeda dengan prinsip Keimanan. Keimanan didahului oleh keyakinan-keyakianan tertentu.
seseorang yang beriman kepada eksistensi Allah, yang bersangkutan tidak perlu mencari bukti keberadaan Allah, dalam kondisi fisik.
Ada Jalan Menuju kebenaran haqqulyaqqim melaui hasil penelitian yang dilakukan oleh seseorang. keterangan mengenai hasil tersebut sebenarnya telah ada dan bisa di baca di dalam alquran. tetapi karena sifatnya manusia ingin membuktikan dengan rasio dan nafsu.
Penemuan dari penelitian Masaru Emoto tentang kristal air, barangkali, adalah salah satu bentuk temuan yang bisa mengantarakan seseorang kepada kesadaran manusia.
baca juga: www.irhanhisyam.com
Daftar Pustaka:
Karunia, Fadlilah. Yafeth, Meidy.Kebenaran Mutlak, Kebenaran Relatif, dan Kebenaran Virtual, https://www.kompasiana.com/ojidnatus/54ff8a14a33311894c510704/kebenaran-mutlak-kebenaran-relatif-dan-kebenaran-virtual. Diakses pada 17 Februari 2022 pukul 19.00.
siadari, Coki.Pengertian Berpikir Ilmiah Menurut Para Ahli, https://www.kumpulanpengertian.com/2018/11/pengertian-berpikir-ilmiah-menurut-para.html, Diakses pada 17 Februari 2022 Pukul 19.22.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar