Selasa, 19 April 2022

Potfolio Ulangan Tengan Semester

 

1. Tugas ke-1 





sumber: qureta.com

Kompetensi Dasar

  • Pengertian Kebenaran: Kebenaran Mutlak dan Kebenaran Sementara
  • Keterbatasan Ilmu Pengetahuan
  • Proses Berpikir Ilmiah
  • Proses Keimanan

Pengertian Kebenaran: Kebenaran Mutlak dan Kebenaran Sementara

Nilai Kebenaran dipandang terikat dengan ruang dan waktu. Kebenaran dibagi menjadi 2 sub yang pertama adalah kebenaran mutlak dan yang kedua Kebenaran Sementara, Berikut ini adalah penjelasannya:

sumber: grid.id

Kebenaran Mutlak

Manusia jelaslah bukan kebenaran mutlak dikarenakan manusia tidak memenuhi syarat - syaratnya dan manusia adalah makhluk ciptaan yang terbatas, bersifat subjektif dan dikuasai oleh ruang dan waktu. 

Bersifat subjektif  artinya terhadap objek yang sama manusia mempunyai sudut pandang atau pendapat yang berbeda - beda. kalau misal ada 2000 orang yang dimintai pendapat akan suatu objek, maka akan ada 2000 macam pandangan yang berbeda-beda.

Jadi, kebenaran yang dilihatnya dari sudut pandang senduri dan itu sangat terbatas dan ini bersifat relatif, bukan absolut (mutlak). dikuasai ruang dan waktu mempunyai implikasi bahwa ia tidak maha tahu, bisa salah dan selalu berubah.

Kebenaran mutlak yang sejati itu harus datang dari luar manusia adapun manusia hanya bisa mempunyai  kebenaran relatif. tidak mungkin ada kebenaran mutlak di level manusia atau yang dibawahnya. Kebenaran Mutlak harus datang dari level yang tertinggi yang datang dari Allah SWT.

Kebenaran Sementara

Kebenaran Sementara atau biasa disebut dengan Kebenaran Relatif adalah Kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang terbatas  terhadap kebenaran mutlak tersebut.

Dalam Kebenaran Ilmiah tidak ada satu pun yang bisa dikategorikan sebagai kebenaran mutlak. satu kebenaran temuan ilmiah pasti secara berkala akan digantikan oleh jenis kebenaran temuan lainnya yang lebih terbaru.

Teori demi teori akan mengganti posisi sebagai bentuk kebenaran sementara yang dipercaya oleh sebagian orang.

Jika peniliti memiliki nilai - nialai keimanan, tahapan keyakinan ketiga akan bisa dicapai setelah melalui dua tahapan keyakinan. kesadaran bahwa ilmu manusia serba terbatas; kesadaran bahwa ilmu hanyalah pemilik Allah SWT. kesadaran bahwa manusia hanyalah pengolah ilmu bukan pemilik ilmu. Maka keimanan dari seorang ilmuwan pasti akan bertambah.

Keterbatasan Ilmu Pengetahuan

sumber : apki.id



Allah SWT menciptakan Manusia Sebaik-baiknya dan Allah SWT memberikan pilahan kepada Manusia Mengikuti Fujur ataupun memilih taqwa kepada manusia. Akan tetapi kepada Makhluk selain Manusia dan Jin.

Allah SWT menetapkan ketetapan yang pasti, ketetapan yang tidak bisa diubah " Hukum Alam" Adalah ketetapan Allah SWT.

Keunggulkan manusia adalah pengethuan tentang segala yang ada di alam, Allah SWT menyiapkan Adam juga keturunannya, sebagai makhluk yang unggul dibanding yang lainnya. Manusia telah dipercaya menjadi Khalifah di atas Bumi.

Apakah Manusia Memiliki Keterbatasan Ilmu Pengetahuan?

Ilmu di manusia ibarat setetes air yang ada di samudera yang sangat luas. cara menguji bagaimana keterbatasan kita. coba bayangkan tentang Kampus Undiksha yang terletak di bali utara jika peng lihatan semakin naik undiksha hanyalah kampus kecil yang terletak di bali dan di indonesia memiliki beragam universitas. kita semakin naik di planet bumi maka undiksha hanyalah amat sangat kecil.

Apalagi di dunia sekitar ada ribuan universitas dan kampus, kalau kita melihat semakin jauh hingga antariksa bumi hanyalah satu satunya planet yang dapat dihuni oleh umat manusia.

Manusia memiliki keterbatasan dalam menganalisa antariksa. 

Proses Berpikir Ilmiah

arief-online.com            


Dari hasil percobaan yang telah dilakukan oleh manusia , tersusunlah pola-pola berfikir yang dianggap logis, sebagai bentuk pola berfikir ilmiah.

teori yang sempat dianut oleh banyak orang adalah sebagai berikut:

1. Charles Darwin dengan Teori Evolusi

Salah satu simpulan hasil kajian darwin yang diterima mentah-mentah oleh banyak ilmuwan itu adalah bahwa manusia-manusia masa kini merupakan hasul malih rupa dari wujud monyet secara evolutif menjadi manusia sungguhan.

tahun 200 setelah begitu lama teori evolusi menjadi pegangan para ilmuwan. harun yahya menulis buku begitu gamblang, menunjukan bukti-bukti kesalahan teori charles darwin.  yahya menunjukan bukti-bukti ilmiah yang menentang teori darwin.

Teori darwin telah terbantah mentah-mentah. bahkan harun yahya membongkar "manipulasi ilmiah di belakang teori Evolusi Darwin dan Motif-Motif Ideologisnya"

--
Proses berpikir ilmiah didahului oleh aneka bentuk keraguan, ketidakpercayaan, keheranan, keingintahuan, yang dilajutkan dengan kegiatan menyusun rancangan kegiatan pencarian jawaban atas segala keingintahuan itu.

Ketidakpercayaan dan empirisme menjadi kunci kegiatan ilmiah yang dipercaya sebagai tonggak awal kegiatan.

Sumber - sumber pengetahuan manusia dikelompokan atas sebagai berikut:
  • Pengalaman
  • Otoritas
  • Cara Berfikir Deduktif
  • Cara Berfikir Induktif
  • Berpikir Ilmiah Pendekatan Ilmuah
Berpikir adalah ciri untama bagi manusia. berfikir disebut juga sebagai proses bekerjanya akal. secara garis besar berfikir dapat dibedakan antara berfikir alamiah dan berfikir ilmiah. berfikir alamiah adalah pola penalaran yang berdasarkan kehidupan sehari-hari dari pengaruh alam sekelilingnya.

Proses Keimanan

sumber: jogja.tribunews.com


Berpikir dan bersikap ilmiah berbeda dengan prinsip Keimanan. Keimanan didahului oleh keyakinan-keyakianan tertentu.

seseorang yang beriman kepada eksistensi Allah, yang bersangkutan tidak perlu mencari bukti keberadaan Allah, dalam kondisi fisik.

Ada Jalan Menuju kebenaran haqqulyaqqim melaui hasil penelitian yang dilakukan oleh seseorang. keterangan mengenai hasil tersebut sebenarnya telah ada dan bisa di baca di dalam alquran. tetapi karena sifatnya manusia ingin membuktikan dengan rasio dan nafsu.

Penemuan dari penelitian Masaru Emoto tentang kristal air, barangkali, adalah salah satu bentuk temuan yang bisa mengantarakan  seseorang kepada kesadaran manusia.

Daftar Pustaka:

Karunia, Fadlilah. Yafeth, Meidy.Kebenaran Mutlak, Kebenaran Relatif, dan Kebenaran Virtual, https://www.kompasiana.com/ojidnatus/54ff8a14a33311894c510704/kebenaran-mutlak-kebenaran-relatif-dan-kebenaran-virtual. Diakses pada 17 Februari 2022 pukul 19.00.


siadari, Coki.Pengertian Berpikir Ilmiah Menurut Para Ahli, https://www.kumpulanpengertian.com/2018/11/pengertian-berpikir-ilmiah-menurut-para.html, Diakses pada 17 Februari 2022 Pukul 19.22.


2. Tugas Ke-2

sumber pinterest

Materi bab 2 terdiri atas :

  1. Kemegahan alam ciptaan Allah SWT
  2. Konsep Sunnatullah
  3. Posisi manusia diantara makhluk ciptaan Allah SWT
  4. Manusia sebagai khalifatan fil ardh
Manusia adalah ciptaan Allah Swt yang paling sempurna dan sebaik-baik ciptaan dibanding dengan makhluk - makhluk Allah SWT yang lain. kesempurnaan manusia akan menjadi berharga apabila manusia memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada sang pencipta.

2.1 Kemegahan Alam Ciptaan Allah SWT

Manusia memiliki banyak keistimewaan dari yang lain. Manusia oleh Allah SWT diciptakan dalam keadaan unik. tidak ada dua diri yang sama. 

Allah itu maha indah menyukai keindahan boleh saja kita memakai pakaian yang indah dan alas kaki yang bagus (menurut kita) namun hendaknya kita memperbagus hati. tidak hanya indah dari luar saja melainkan indah dari dalam.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan hal ini secara lebih terperinci pada keterangan berikut, “Keindahan Allah Azza wa Jalla ada empat tingkatan; Pertama: keindahan dzat, kedua: keindahan sifat, ketiga: keindahan perbuatan dan keempat: keindahan nama. Atas dasar itu, semua nama Allah Azza wa Jalla Maha Indah, seluruh sifat-Nya Maha Sempurna, dan semua perbuatan-Nya mengandung hikmah, kemaslahatan (kebaikan) dan keadilan serta rahmat (kasih-sayang). Adapun keindahan dzat dan apa yang ada padanya, maka ini adalah perkara yang tidak bisa dicapai dan diketahui oleh selain Allah Azza wa Jalla. Semua makhluk tidak memiliki pengetahuan tentang itu kecuali (sedikit) pengetahuan yang dengan itulah Dia Azza wa Jalla memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba yang dimuliakan-Nya.

Manusia memang ibarat sebutir pasir di tengah-tengah jagat raya yang penuh galaksi menakjubkan. Di satu sisi, di hadapan jagat raya itu manusia bisa bercermin betapa kecil dirinya. Alam lebih kuat dan mampu menaklukkan manusia. Siapa bisa menjinakkan badai gurun, tornado, gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi? Alam raya menjadi stempel maha karya Allah. Di sisi lain, di hadapan keagungan dan kekudusan Allah manusia bisa bercermin pada nur kemuliaan-Nya yang berkilau atas dirinya yang hina-dina. Ia hidup dalam kefanaan dan kecenderungan untuk mengikuti berbagai nafsu yang merugikan dirinya sendiri dan sesamanya manusia. Namun Allah memberikan kemuliaan sebagai citra-Nya dan karunia untuk menaklukkan alam.

2.2 Konsep Sunnatullah

Seluruh muka bumi ini dan jagad raya ini tidak terjadi secara kebetulan. benda - benda ini jagad ini sudah diikat dalam aturan yang telah ditetapkan penciptan-Nya.

Allah SWT tak hanya menetapkan aturan bagi makhluk mati, seperti planet, tumbuhan, dan hewan. Dia juga menerapkan hukum bagi manusia. Aturan itu ada yang berkaitan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan Allah. Kita lazim menyebutnya dengan nama sunatullah, dua kata yang berasal dari kata sunnah dan Allah.

Art Sunnah berarti perjalanan dan cara. dengan demikian, sunatullah dijelaskan sebagai cara yang diikuti dan yang berlaku dalam hubungan antara Allah dan Manusia.

Hukum ini juga disebabkan sikap dan perbuatan mereka terhadap syariat Allah dan risalah para nabi yang melahir dan ketetapan - ketetapan mereka di dunia dan di akhirat.

Salah satu sunatullah yang berlaku adalah ketika mendapatkan pasti akan berhadapan dengan setan. sunatullah sudah berlaku manusia sejak nabi Adam AS diciptakan.

Setan tidak rela membiarkan manusia mengikuti petunjuk Allah ia akan berusaha untuk memastikan Manusia meninggalkan petunjuk.

Artinya, ketika kita mengikuti petunjuk, kita pasti akan berhadapan dengan setan yang ada untuk menguji sejauh mana kita mengikuti petunjuk.

2.3 Posisi Manusia di Antara Makhluk Ciptaan Allah SWT

Manusia merupakan Citaan Allah yang paling sempurna. serta memiliki segala potensi yang dimiliki manusia mampu menciptakan berbagai macam teknologi modern.

dengan segala kemampuannya manusia mampu menembus ruang angkasa yang jauh disana atas kekuasaan Allah yang Maha Mulia sebagaimana dalam firman-Nya, " Hai jamaah jin dan Manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan ( teknologi) .(QS. Ar Rahman [55]: 33)

Berkat karunia Tuhan manusia bisa memperoleh berbagai pengetahuan yang sangat berguna untuk kemaslahatan di dunia.

Sehingga menjadi keniscayaan jika manusia harus memaksimalkan potensi otaknya untuk mengarungi lautan kehidupan di dunia yang fana ini.

dengan demikian kesempurnaan manusia sebagai Tuhan terealisasi dan termanifestasi melalui berbagai macam prestise dan pencapaian yang diperoleh.

2.4 Manusia Sebagai Khalifatan fil Ardh

Manusia adalah Makhluk tuhan yang diberi tanggung-jawab untuk mengelola kehidupan di muka bumi atau dalam istilah Al-Quran disebut Khalifah fil ardh sebagai khalifah tugas utama manusia adalah mewujudkan kmakmuran, kesejahteraan dan kedamaian bagi semua makhluk di alam semesta (rahmatan lil alamin).

Tugas suci perbaikan moral hendaknya dimulai dari diri sendiri yaitu dengan menata pikiran, hati dan seksualitas (syahwat) sehingga semua terkontrol dengan baik.

Tujuannya, menjadi manusia berguna bukan hanya diri sendiri melainkan juga bagi keluar ga dan masyarakat luas

Daftar Pustaka:

daud, yunus. Mengagumi Kebesaran Allah Melalui Keindahan Ciptaan-Nya di Bumi. https://mesjidui.ui.ac.id/mengagumi-kebesaran-allah-melalui-keindahan-ciptaan-nya-di-bumi/. diakses pada 23 Februari 2022 pukul 10.22 WIT.

ichsan, Syalaby.Kita Sering Sebut Sunnatullah, Apa Maksud Sebenarnya?. https://www.republika.co.id/berita/qbv1h2320/kita-sering-sebut-sunnatullah-apa-maksud-sebenarnya diakses pada 23 februari 2022 Pukul 10.52 WIT.

Mulia, Musdah. Manusia sebagai Khalifah fil Ardh. https://muslimahreformis.org/beranda/implementasi_tauhid/manusia-sebagai-khalifah-fil-ardh/#:~:text=Manusia%20adalah%20makhluk%20Tuhan%20yang,(rahmatan%20lil'%C3%A2lam%C3%AEn). diakses 24 februari 2022 Pukul 20.34 WIT

Zakaria, Samsul. Manusia makhluk paling ampuh. https://fis.uii.ac.id/blog/2010/04/23/manusia-makhluk-paling-ampuh/. Diakses 24 Februari  2022 Pukul  20.44 WIT

Zulkarnian. Penciptaan Manusia dari Tanah serta Potensi Kesombongannya. https://badilag.mahkamahagung.go.id/hikmah/publikasi/hikmah-badilag/penciptaan-manusia-dari-tanah-serta-potensi-kesombongannya-oleh-drs-zulkarnain-m-h-1-7. Diakses 24 Februari 2022 Pukul 20.46

smabasa. FITRAH MANUSIA DARI NOL (0) MENUJU KE (0) Sebuah Edukasi Kehidupan. https://smubatik1-slo.sch.id/blog/fitrah-manusia-dari-nol-0-menuju-ke-0-sebuah-edukasi-kehidupan/. Di akses 24 Februari 2022 Pukul  20.49


3. Tugas Ke-3




Assalamualaikum,

Materi Bab 3 Berisi Tentang:
  1. Makhluk Allah Yang diciptakan untuk beribadat;
  2. Konsep ibadat  dalam ajaran Islam;
  3. Konsep three in one (iman-ilmu-amal);
  4. Ibadah mahah;
  5. Ibadah shalat sebagai lokomotif

    Segala bentuk penciptaan memiliki maksud dan tujuan yang telah  ditetapkan oleh Allah SWT. Begitu juga dengan penciptaan makhluk termasuk bangsa jin dan manusia.

Sebenarnya Allah SWT sudah memberikan alasan yang jelas terkait tujuan penciptaan manusia dan bangsa jin. Alasan ini tertera dalam surah az-zariyat ayat 56-58. ayat - ayat tersebut berbunyi 

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh."

Berikut ini yang menunjukan bahwa Manusia adalah makhluk ibadah, antara lain:

1. Makhluk Allah Yang diciptakan untuk beribadat



Tujuan dari manusia diciptakan sejak awal adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal terwsebut termaktub di dalam firman Allah SWT Surat Adz-Dzariyat ayat 56:


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ.

 

Artinya: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah (kepada Ku)”. (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)


Jin dan manusia dijadikan Oleh Allah SWT. Untuk beribadah kepada-Nya. tegasnya Allah Menjadikan Makhluk itu sebagai makhluk-makhluk yang mau beribadah, diberi akal dan panca indera yang mendorong mereka menyembah Allah, untuk beribadahlah tujuan mereka diciptakan.

2. Konsep ibadat  dalam ajaran Islam

    Pengertian ibadah merupakan bentuk manifestasi penghambaan manusia kepada Allah Sang Pencipta. Ibadah bukan hanya kegiatan atau ritual yang dilakukan tanpa makna. Ibadah juga termasuk bentuk rasa syukur manusia kepada Allah SWT atas semua kebaikan dan berkah yang telah diberikan.

    Seperti dalam Surat An Nahl ayat 18, Allah berfirman, “Dan, jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitungnya (karena banyaknya). Sesungguhnya, Allah benar-benar Maha Penyayang.” Dengan begitu, ibadah menjadi salah satu cara mengucapkan rasa syukur kepada Allah atas segala kebaikan yang tak terhitung nikmatnya. 

    Selain itu, ibadah juga berarti melaksanakan apa yang diperintahkan atau dicintai Allah dengan penuh kepasrahan dan sikap rendah diri pada Allah. Bahwa hamba yang taat akan melakukan apapun kepada Allah sebagai bentuk rasa terima kasih.

     Terakhir, pengertian ibadah juga berarti bentuk membangun komunikasi antara manusia dan Sang Penciptanya. Dengan beribadah, semua makhluk ciptaan Allah dapat mendekatkan diri, berkomunikasi, dan kembali kepada-Nya saat sedang menghadapi ujian atau cobaan. Sebab, hanya Allah SWT dengan segala kekuatannya yang mampu membimbing setiap hambanya menuju jalan kebaikan.

Tujuan ibadah pada akhirnya akan memberikan manfaat kebaikan bagi siapa saja yang melaksanakannya. Berikut beberapa tujuan beribadah dalam Islam yang perlu Anda ketahui: 
  • Ibadah dilakukan untuk menciptakan hubungan harmonis antara makhluk dan Sang Penciptanya, yaitu Allah SWT. 
  • Ibadah dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah karena telah menciptakan, memelihara, mengangkat manusia sebagai khilafah di bumi, serta mengizinkan manusia untuk mengambil manfaat yang disediakan oleh alam. 
  • Ibadah dilakukan untuk mengukur sejauh mana kepatuhan para makhluk ciptaan Allah dalam melaksanakan perintah-Nya. 
  • Patuh tidaknya seorang hamba dalam melaksanakan perintah Allah akan mempengaruhi nasib mereka di dunia maupun di akhirat untuk kehidupan yang akan datang. 
  • Ibadah dapat memberikan rasa aman, damai, dan tenang, karena Allah dapat mengurus setiap urusan pada hambanya. 
  • Ibadah dilakukan untuk menghilangkan rasa takabur karena hanya Allah Yang Maha Besar yang memiliki segala kesempurnaan. 
  • Ibadah dilakukan sebagai bentuk ekspresi bahwa manusia hanya makhluk yang lemak dan membutuhkan setiap pertolongan dan kekuatan dari Allah SWT.

3. Konsep three in one (iman-ilmu-badah amal)

Seseorang yang telah mengaku sebagai muslim ditunut harus mampu merelisasikan pengakuannya sebagai muslim dalam tiga hal: Iman, Ilmu dan Amal.

Pengakuan semata jelas tidak cukup perlu yang namanya pembuktian. Untuk melaksanakan amal perlu ilmu. Tanpa Ilmu, seseorang tidak bisa melaksanakan ibadah secara sempurna.

Dalam Surat  Al-Ashri Allah Mengigatkan bahwa semua manusia terkait dengan waktu, banyak yang akan merugi.

Semua manusia hanya diberi waktu yang sangat terbatas. Keterbatasan waktu itu bisa menimbulkan kerugian bagi siapapun, kecuali orang yang beriman dan beramal shalih.

Tuntutan dalam agama islam bukan sekadar mengandalkan pengakuan semata. setelah seseorang bersyahadat, menyatakan pengakuan bahwa " Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah", sebagai rukun islam yang utama.

Seorang muslim harus menjalankan rukun islam yang lainnya: shalat, shaum, zakat, dan hajji (semua dalam bentuk kegiatan amal).

4. Ibadah mahah

Jenis Ibadah sejatinya terbagi menjadi berbagai macam pembagian yang variatif, tergantung dari aspek apa kita menilainnya.

Ada sebagaian pandangan yang mengelompokkan ibadah berdasarkan bentuknya dalam dua kategori, yakni ibadah mahdah dan ibadah ghairu mahdhah.

Arti kata mahdah sendiri adalah murni atau tak bercampur. sedangkan ghairu mahdah berarti tidak murni atau bercampur hal lain. 

Ibadah mahdhah adalah ibadah yang telah di tetapkan oleh sang khalik yang kemudian di perintahkan kepada Rasulullah untuk di jalankan oleh nya dan juga kaum nya. ibadah ini adalah ibadah yang memiliki syarat, rukun, serta ada sesuatu hal yang dapat membatalkannya jika syarat dan rukun tersebut tidak terpenuhi. 

Ibadah mahdhah adalah ibadah yang sejatinya setiap hari kita kerjakan sesuai dengan perintah Allah SWT dan sesuai dengan ketentuan atas dasar rukun Islam yang diantaranya yaitu, Syahadat, sholat, zakat, puasa, naik haji jika mampu. Nah hal yang disebutkan itu ialah merupakan beberapa contoh dari ibadah mahdhah yang wajib dilakukan oleh setiap umat muslim. 

Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga! Adapun jika ibadah – ibadah yang kita lakukan ialah sunnah, jika ada ketentuan syarat, rukun, serta terdapat hal yang bisa membatalkannya maka ibadah sunnah tersebut tergolong juga ke dalam ibadah mahdhah.

Dalam hal ini Ibadah mahdhahjuga ditunjukkan dengan maksud utama bagi orang yang mengerjakannya. Ingin mengharap ridho dari Allah SWT serta dalam rangka meraih pahala di akhirat kelak. Perlu dipahami bahwa, ibadah mahdhahhanya bisa diketahui melalui perantara Rasulullah dengan cara Allah memberikan jalan wahyu pada beliau. tidak ada jalan yang lainnya, termasuk melalui akal ataupun budaya kehidupan masyarakat pada umumnya.

5. Ibadah shalat sebagai lokomotif

Maksud dari ibadah shalat sebagai lokomotif adalah Ibarat seseorang yang memiliki barang siap kirim dalam sejumlah kereta barang, kekayaan tersebut tidak akan bisa diberangkatkan jika tidak tersedia kareta lokomotifya.

Karena lokomotif adalah kereta yang memiliki kekuatan untuk menjalankan mesin dan mengangkut kereta barang.

Begitulah ibarat posisi ibadah shalat, sebagai lokomotif yang bisa mengangkut amal ibadah lainnya yang diumpamakan sebagai kereta-kerata barang.

Ibadah shalat wajib adalah wajib adalah lokomotif yang akan mengangkut semua pahala ibadah wajib dan sunnat yang telah dikumpulkan oleh seseorang. 

Perilaku shalat yang benar, seperti firman Allah SWT harus bergandengan dengan perilaku ibadat lainnya. Artinya shalat saja tanpa ibadah lainnya , bukan pilihan ibadah yang akan menjamin seseorang diterima ibadah oleh Allah SWT.

Walaikumsalam,

Daftar Pustaka

Pally, Nauval.Makhluk Ibadah. https://www.acehtrend.com/news/makhluk-ibadah/index.html. Diakses pada tanggal 09 Maret 2022 Pukul 06.41 WIB

Irfa, Irja. Tujuan Penciptaan Makhluk. https://www.republika.co.id/berita/q9hdco483/tujuan-penciptaan-makhluk. Diakses pada tanggal 11 Maret 2022 Pukul 06.22 WIB

Isti, Ayu.Pengertian Ibadah dan tujuannya dalam islam perlu diketahui. https://www.merdeka.com/jateng/pengertian-ibadah-dan-tujuannya-dalam-islam-perlu-diketahui-kln.html. Diakses pada tanggal 11 Maret 2022 Pukul 09.11 WIB

Zainal, Ali.Perbedaan Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah. https://islam.nu.or.id/syariah/perbedaan-ibadah-mahdhah-dan-ghairu-mahdhah-xYfKF. Di akses pada tanggal 11 Maret 2022 Pukul 09.27 WIB

4. Tugas ke-4


Materi Bab 4 ini terdiri atas: 

  1. Nikmat Allah bagi semua mahluk; 
  2. Nikmat hidup, 
  3. Nikmat Akal, 
  4. Nikmat hidayah, 
  5. dua nikmat yang kerap terlupakan, 
  6. manusia mahluk individu; dan 
  7. konsep dosa individu dalam pandangan Islam

1. Nikmat Allah SWT bagi semua makhluk Hidup


Pengertian otonom yang terkait dengan keberadaan manusia sebagai makhluk Allah adalah bertalian dengan kebebasan menentukan pilihan.

Manusia tanpa terkecuali , memiliki hak menentukan pilihan di samping diikat oleh suatu kewajiban manusia sebagai makhluk Allah yang wajib beribadah. 

Hak dan Kewajiban itu kemudian berkellindan dengan masalah pahala dan dosa. sebuah hukum sebab akibat yang ditentukan oleh amal manusia.

Allah menjadikan manusia untuk menjadi Khalifah dibumi.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Baqarah ayat 30, bahwa Dia akan menjadikan seorang khalifah di bumi. Dia juga mengajarkan nama benda-benda kepada Nabi Adam.

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Arab-latin: wa iz qaala rabbuka lil-malaa ikati inni jailun fil-ardi khaliifah, qaaluu a taj'alu fihaa may yufsidu fihaa wa yasfikud-dimaa, wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqaddisu lak, qaala innii a'kamu maa laa ta'lamun

Artinya: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhanmu berfirman: "Sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"

Dalam memikul tanggung jawab di dunia manusia telah siap memikul amanah yang telah ditawarkan oleh Allah SWT kepada Makhluk lainnya. Namun sepeti diungkap dalam Al-Quran Manusia itu cenderung banyak lalai, menyepelekan amanat dan zhalim terhadap makhluk lain dan dirinya.


اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ 

 Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh. (al Ahzab 33:72)


2. Nikmat Hidup

Allah SWT dengan sifat ar rahman menyediakan bagi semua makhluk. Manusia, Jin, Malaikat, binatang, maupun tumbuhan, diberi kesempatan menikmati kahidupan secara merata oleh Allah.

Jika manusia hanya mendapatkan nikmat hidup saja tanpa kelebihan yang lain apa bedanya Manusia dengan Makhluk Allah yang lain seperti binatang dan tumbuhan?

Dalam Nikmat Hidup, Semua Allah SWT swt telah dijamin rezekinya beserta fasilitas hidup yang lengkap. tak ada makhluk hidup yang harus membayar kenikmatan udara, kenikmatan air, kenikmatan tempat tinggal, semua telah disediakan sebagai bagian dari kelengkapan jaminan hidup dari Allah SWT.

Allah SWT menggambar manusia yang baik akan berada ada kondisi lebih baik daripada malaikat. sebaliknya manusia yang buruk akan berada pada kondisi lebih buruk daripada binatang.

Jika manusia hanya menikmati hidup semata tanpa mengisinya dengan amal ibadah sebagaimana yang dituntut oleh Allah SWT. manusia itu sama saja dengan makhluk Allah SWT lainnya yang memiliki kesempatan hidup tetapi tidak mendapatkan kesempatan mancatatkan amal baik mereka untuk kehidupan di Akhirat.


3. Nikmat Akal

Nikmat Allah SWT selanjutnya hanya dianugerahkan kepada jenis makhluk tertentu yaitu manusia.

Allah memberikan keistimewaan pada diri seorang manusia seperti:
  1. Alat Pengendalian diri
  2. Alat pengembangan diri
  3. Alat berpikir yang bisa digunakan untuk mengubah diri menentukan pilihan
Hanya manusia yang diberi nikmat akal. oleh seab itu manusia diserahi tugas untuk mengelola bumi, sebagai khalifah fil-Ardh.

Manusia bisa mengelola dunia, berbudaya. Allah tidak membeda-bedakan manusia yang berima maupun kufur semuannya diberi kenikmatan akal.

Sebagian besar pencinta ilmu yang sedang berjaya kini, banyak diantara mereka adalah ilmuwan yang terdiri atas manusia-manusia yang tidak pernah menyatakan keimanan kepada Allah swt.

bahkan kebanyakan diatara mereka adalah ateis. mereka tetap diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu Allah SWT sejalan dengan upaya sungguh - sunggh yang mereka miliki.

tanpa bekal keimanan kepada Allah SWT ilmu mereka kelola, mereka bisa melakukan berbagai perbuatan yang semana - mena.

Alla SWT menegaskan keberadaan keimanan harus bergandengan dengan ilmu dalam surat al - mujadilah, 58: 11

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ 

Terjemahan :

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

4. Nikmat Hidayah

Allah SWT memberikan nikmat hidayah hanya bagi manusia tertentu (terpilih) saja.

sejalan dengan posisi manusia sebagai makhluk otonom yang diberi kebebasan untuk memilih kecenderungan fujur atau taqwa.

maka tidak semua manusia mengambil pilhan yang sama. ada yang memilih fujur atau cenderung taqwa.

Manusia memiliki nikmat yang lengkap : nikmat hidup, akal, maupun hidayah. terkait dengan nikmat hidayah, Allah swt hanya memberikannya kepada sebagian manusia saja.

Allah swt menegaskan bahwa urusan hidayah adalah urusan Allah swt semata. Allahlah yang memiliki hak dalam menetapkan siapapun yang akan mendapatkan hidayah dan siapa yang pasti (berdasarkan proses) tidak mendapatkan hidayah Allah SWT.

Kekasih Allah SWT,  Nabi Muhammad saw yang do'anya selalu dikabulkan oleh Allah SWT ternyata dalam urusan yang menjadi hak prerogatif Allah swt tidak diberi kemampuan apapun untuk menetapkan apalagi mengubahnya.

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ 

Terjemahan 

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Q.S. Al-Qashash, 28: 56)

Allah menegaskan dalam surat An-Nahl 16:93, bahwa Allah SWT sengaja mengatur manusia dalam keragaman kondisi. hal itu sangat terkait dengan mahakuasaan Allah SWT dalam mengatur segala sesutatu secara berbeda-beda.

Sesutatu yang sama dan seragam adalah hal yang mudah saja peraturannya bagi Allah swt, begitulah ketika Allah SWT menghendaki sesuatu yang sangat beragam dengan segala keunikan dan perbedannya. semua ada dalam kemahakuasaan Allah SWT.

5. Dua Nikmat yang Kerap terlupakan

Ketika sedang sehat seseorang merasa tenteram, tenang, bahkan tidak memiliki masalah besar.

Nikmat sehat pada dasarnya adalah anugerah Allah swt. udara bersih yang setiap kali menjadi konsumsi gratis bagi semua manusia adalah nikmat rutin yang sering kita lupakan.

Disamping nikmat kesehatan, ada nikmat lainnya yang kerap terlupakan oleh manusia  yaitu memiliki waktu senggang. setiap orang-orang rata-rata diberi waktu senggang yang banyak oleh Allah SWT.

Manusia cukup leluasa untuk memanfaatkan waktunya dalam banyak kegiatan di luar ibadah mahdah. 

Tanda Syukur bukan hanya sekedar ucapan. Ada bentuk tanda syukur yang bisa tampak sebagai bukti-bukti tinggalan yang baik serta menjadi penanda keberadaan dan kehadiran makhluk Allah SWT yang banyak bersyukur dalam bentuk tindakan (amal shalih).

Kehidupan di alam akhirat , dalam pandangan islam, adalah keihdupan sebenarnya , sebuah kondisi kehidupan yang lebih baik dari pada kehidupan di dunia.

6. Manusia Makhluk individu 

Pada suatu sisi, manusia adalah makhluk individu, maksudnya adalah manusia tegak sebagai makhluk yang unik. sekalipun orang kembar siam pasti terdapat suatu pembeda. Begitulah Allah SWT dengan kemahakuasaanNya.

Keunikan Manusia dan kebebasan yang dianugerahkan oleh Allah kepada semua manusia, bisa diperiksa, tercatat, dalam alquran. Bagaimana Fir'aun, Qarun, Kaum 'Aad dan Tsamud, serta masih banyak tokoh lainnya yang buruk, diceritakan sebagai contoh dan peringatan Allah kepada ummat Muhammad saw.

Allah juga menceritakan nabi didalam Alquran mereka adalah manusia pilihan dengan berbagai cobaan dan keberhasilan. masalah yang mereka hadapi juga di luar anugerah yang diberikan Allah kepda manusia kebanyakan.

Nabi Muhammad SAW telah menjadi uswah hasanah yang tak akan habis contoh kebaikannya. bersama dengan keunikan yang diberikan Allah kepada manusia, Allah telah melengkapi manusia dengan aneka aturan untuk kemaslahatan hidup manusia.

7. Konsep Dosa individu dalam pandangan islam

Sebagai makhluk individu, sejak awal kelahiran manusia terlepas dari ikatan dosa siapapun. seorang bayi lahir, sekalipun  dari seorang ibu yang tidak memiliki ikatan suami-istri yang syah, bayi tersebut tetap berada dalam kondisi yang fitrah, suci tidak ada istilah " Haram- Jaddah". yang "Haram Jaddah" adalah orang tuanya.

tidak ada bayi yang mewarisi dosa ibu-bapaknya, karena manusia dilahirkan sebagai makhluk individu maka urusan dosa pun adalah urusan dosa individu.

masing-masing manusia harus mempertanggungjawabkan hasil perbuatan masing-masing di hadapan Allah SWT. Syafaat nya adalah righa Allah. 

Mempengaruhi orang lain, baik maupun buruk adalah bentuk amalan yang dihitung sebagai amal pribadi. pengaruh amalan tersebut terkait dengan oranglain seperti jenis amal misal shadah-jariyah, tetap akan meninggalkan dampak yang pada akhirnya menyangkut perhitungan amal.Oleh karena itu Allah SWT menetapkan satu kondisi khusus yang akan dikaitkan dengan hasil perilaku pribadi tetapi bertalian dengan keberadaan orang lain.

Manusia melibatkan orang lain dalam melakukan perbuatan, dalam bentuk kebaikan maupun keburukan, mereka akan mendapatkan balasan dan perhitungan untung - rugi akibat perbuatannya.

Perhitungan tersebut, pada dasarnya, bukan dalam pengertian " Memikul beban dosa orang lain" tetapi mereka mempertanggungjawabkan hasil perilaku mereka mengajak atau mempengaruhi orang lain untuk melakukan suatu perbuatan.



Referensi:

http://www.dw.com/id/invasi-spesies-asing/g-16628333

 http://www.kompasiana.com/baskoro_endrawan/alligator-gar-di-waduk-jatiluhur- campur-tangan-manusia-atas-keseimbangan-alam_552b2def17e617e79d6240a iQuran V 2.5.4 for Android 

Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, Departemen Agama RI 

 Rasyid, H. Sulaiman. 2000. Fiqh Islam. Cetakan ke-33. Bandung: Sinar Baru Algensindo


5. Tugas Ke-5



Materi Bab 5 ini terdiri atas: 

  1.  Pola hubungan vertikal makhluk-Khalik; 
  2.  konsep ibadat mahdhah dan ghair mahdhah; 
  3. pola hubungan horizontal manusia-manusia; 
  4. bisnis Islami, 
  5. Faraidh (Mawarits), 
  6. manusia mahluk siasah, 
  7.  hubungan horizontal manusia-alam; 
  8. peringatan Allah tentang takaran dan timbangan dan 
  9. konsep halalan-thayyiban.

5.1 Pola Hubungan Vertikal Makhluk-Khalik

hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan adalah hubungan vertikal lansung tak memerlukan perantara.

Kehidupan umat muslim harus selalu dipenuhi oleh doa - doa, doa itu adalah saripatinya ibadat.

tidak ada alasan hubungan vertikal makhluk khalik terhalang oleh waktu-kesibukan, dan sejenisnya. siapapun manusia muslim, tanpa dibatasi profesi, status sosial, ruang dan waktu bisa berhubungan dengan Khaliknya unlimited.

Ibadah mahdah adalah ibadah utama yang harus dilakukan terkait dengan banyak aturan waktu, jumlah, maupun ruang kegiatan.

Apabila ibadah mahdhah telah terselesaikan ada ibadah lain (ibadah ghair mahdah) yang harus melengkapi.

Ibadah shalat wajib harus di gandengkan dengan shalat sunnah. Agar shalat wajib menjadi lokomotif, maka shalat wajib harus dilengkapi shalat sunnah.

Kemungkinan kita dalam mendirikan shalat wajib masih terdapat kekurangan dengan adanya shalat sunnah sebagai "Penambal" kekurangan dalam shalat utama.

khusus tentang istilah sunnah ada yang mendefinisikannya dengan "bila dikerjakan akan mendapatkan pahala, jika tidak dikerjakan tidak mendapatkan pahala". Pengertian ini adalah pengertian yang keliru. istilah sunnat terkait erat dengan perilaku Nabi Muhammad saw.

Untuk diakui menjadi ummat Rasulullah Muhammad saw, berarti diantaranya harus memenuhi apa yang pernah diteladankan Rasulullah. Dan ketika seseorang hanya memenuhi kebutuhan wajib saja, apa yang ia dapatkan hanya menerima sekedar memenuhi tuntutan kewajiban ( jika kewajiban itu dilaksanakan secara sempurna). 

Padahal tak akan ada sesuatu pekerjaan manusia yang bisa dilakukan secara sempurna. oleh karena itu, yang sunnatlah yang menambal kekurang sempurnaan pekerjaan (ibadat) yang wajib.

Ibadah shaum juga dilengkapi dengan ibadah shaum sunnat yang menyertainnya. misal shaum sunnat senin-kamis, shaum Ayyamul bidh, shaum sunnat nabi daud dan sunnat yang lainnya.

Zakat juga seperti itu dilengkapi dengan zakat sunnat (shadaqah dan infaq) bahkan ada zakat yang wajib aini (kewajiban masing-masing pribadi dengan persyaratan-persyaratan kondisi tertentu).

Ibadah haji yang wajib (sekali selama hidup) didampingi dengan kegiatan yang hampir sama dengannya umrah.

Dalam konsep islam, semua kegiatan manusia muslim/ muslimat dihargai sebagai bentuk ibadah. jika ingin diterima disisi Allah SWT, harus diawali dengan membaca kalimat pernyataan yang mengagungkan nama Allah, yaitu basmalah.

Semua amal shalih berangkat ke kampus untuk kuliah, menyelamatkan binatang yang terjepit, bisa bernilai ibadah jika lengkap dengan basmalah di awal pekerjaan. sementara itu, ibadah apapun dalam tataran ibadah syar'i, yang tidak dilengkapi bacaan basmalah, tidak ada nilai pahal di sisi Allah SWT.

Dalam satu hadis populer lainnya, disebutkan niat yang baik, maka satu kebaikan telah dicata sebagai nilai simpanan kebaikan . sekalipun niat tersebut tidak direalisasikan, nilai satu kebaikan tetap utuh.

lain halnya jika kebaikan itu dilaksanakan, minimal orang yang berbuat baik tersebut akan mendapatkan dua nilai kebaikan, bahkan bisa lebih. (periksa surat Albaqarah 02:261). ada juga kebaikan yang setara dengan tujuh kebaikan lain bahkan 700 kebaikan. dan, yang paling istimewa dan utama, bisa diperiksa isi surat Al-Qadr, 97:03.

Sebaliknya, ketika seseorang berniat melakukan keburukan, niat itu dicata sebagai calon satu keburukan, ketika niat berbuat keburukan itu direalisasikan sebagai perbuatan, maka catatan calon keburukan itu dinilai sebagai satu keburukan. Tetapi, jika niat untuk melakukan perbuatan buruk itu tidak direaliasasikan, catatan temporer tentang calon keburukan itu dihapus oleh Allah swt. 

Begitu sangat bijaksana Allah swt dalam menetapkan tantanan penilaian untuk manusia. semua janji perhitungan AllAH SWT, tadi pada dasarnya akan sangat menguntungkan bagi semua manusia.

bila semua perhitungan diberlakukan sama oleh Allah SWT terhadap niat kebaikan dan keburukan, niat dan pelaksanaanya bernilai diua bahkan berganda. betapa banyak manusia memiliki catatan keburukan yang amat banyak, Allah swt tidak pernah menetapkan penilaian yang berlipat ganda untuk perbuatan keburukan. tetapi, karena keburukan boleh jadi selalu lebih banyak dilakukan orang, ketimbang amal kebaikan dalam hari perhitungan bisa dikurangi oleh anyaknya amal keburukan.

5.2 Ibadah Ghair Mahdah

Sebagian ibadah ghair mahdah sangat erat kaintanya dengan kondisi lingkungan.

Hukum dasar semua ibadah ghair ibadah telah diatur dalam Al-Quran sebagai contoh hukum ekonomi secara mendasar telah dimaktub dalam Al Quran, tetapi bentuk pelaksanaanya bisa disejalankan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan tantangan lingkungan.

Sistem perbankan pada awal islam belum dikenal. kini searah dengan percepat pengelolaan uang yang sejalan dengan kebutuhan zaman, sistem tersebut telah diadopsi dan disejalankan dengan konsep dinul islam seperti terjadi Bank Mu'malat di indonesia.

Selama sistem tersebut tidak bertentangan dengan konsep dasar dinul islam, penyelarasan, penyesuaian, atau pun modifikasi berdasarkan hasil ijtihad para fuqoha, bisa dilakukan.

Rasul tidak mengatur cara tampilan urusan keduniawian. berpakaian dalam konsep dasar islam, adalah menutup aurat. bentuk, ragam, gaya dan tampilan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, selama konsep dasar tidak diubah.

semua masalah yang terkait dengan ibadah ghair mahdah pada kenyataanya bisa tampil secara beragam. keberagaman itu telah dilonggarkan keberadaanya oleh rasululloh.

Lain Halnya terkait urusan ibadah mahdhah , Allah melalui nabiNya , telah menetapkan sesuatu yang seragam. inilah kondisi yang kemudia menjadi bahan perdebatan, terutama terkait dengan masalah tafsir pelaksanaan .

5.3 Hablun Min-Annas

Konsep islam adalah konsep yang mengacu keseduniaan murni, karena diatur oleh yang maha pengatur, tuhan pencipta seluruh isi alam.

Hablun min-annas banyak jenisnya. diantaran: munakahat ( pernikahan) ,  jinayat ( hukum pembunuhan), hudud ( hukuman, jihad ( perjuangan), dan masih banyak lagi. semua jenis perrilaku mua'malat tersebut sebagian diatur secara ketat dalam dinul islam,  sebagian lagi, rasul menyerahkan pemutusan kepada ummat pada setiap generasi.

keterbukaan ibadah mu'amalat yang terkait dengan kata 'dunyaakum' bisa menjadi daya tarik tampilan manusia muslim di manapun mereka bertempat tinggal. tak akan ada permasalahan berat terkait dengan interaksisosialyang bisa dibangun oleh seorang muslim yang betul-betul mengamalkan konsep dinul islam.

Contoh berpakaian salah satu bentuk interaksi antar manusia, bagi manusia muslim dan muslimat harus memperhatikan tuntutan dasar berpakaian yang menutup aurat. mode, warna, bahan(kecuali dalam kondisi & tuntutan khusus) diserahkan kepada ummat.

hal-hal lain yang terkait dengan mua'malat yang tidak spesifik dijelaskan dalam Al-Quran, juga dalam hadits menjadi ladang ijtihad terbuka bagi para ulama.

inilah yang kemudian seringkali menjadi bahan pertentangan. tetapi, jika ummat mengembalikan semua permasalahan kepada konsep dasar yang telah ada dalam alquran, semua perbedaan pendapat tentang hasil ijtihad itu tidak sulit mendapatkan penyelesaiannya.

5.4 Bisnis Islami

Allah Menentang manusia untuk berjual belu yang islami dengan Allah saja. Jika manusia berbisnis dengan manusia semata, bisnis itu menghadapi aneka kerugian.

modal bisnis sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan pasar. tetapi, bisnis dengan allah, jaminan Allah adalah keuntungan yang terus - menerus.

Semua perilaku bisnis itu didasari kejujuran, kemaslahatan orang banyak, dan keadilan sikap. dan bisnis dengan Allah, tentu, tidak akan menimbulkan rasa ketidakadilan, ketidakjujuran, kebohongan, dan sejumlah keburukan bisnis yang kerap dibangun antar manusia.

Manusia bisa berbisnis dengan Allah melalui semua bentuk aktivitas kemanusian. semua kegiatan yang baik, di luar ibadat mahdah, bisa menjadi ladang ibadah. ladang pahal bagi umat islam. karena pada semua kegiatan itu talah disediakan niat dan doa yang diajarkan oleh nabi muhammad saw.

contoh: jika seseorang berangkat ke kampus dengan niat melaksanakan kewajiban mencari ilmu karena Allah SWT, bisa menjadi " bernilai ibadah".

Manusia - manusia muslim pada dasarnya bisa secara terus menerus mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat melalui ibadah-ibadah ghair mahdah. 

yang mesti diingat, ketika seseorang mengerjakan ibadahmahdah, berarti seseorang melaksanakan "kewajiban asasi" seorang hamba Allah. jika kewajiban itu tertunaikan, lepaslah tuntutan pelaksnaan kewajiban dasar sebagai manusia. tetapi tentu, masih belum memiliki bekal lebih untuk melengkapi kewajiban dasar itu.

Nabi muhammad SAW mengajari umat muslim, pekerjaan-pekerjaan sunnat, ibadah ghairu mahdah, yang dilengkapi dengan niat baik. ibadah sunnat adalah lapisan email yang akan melindungi dan menyempurnakan bagunan ibadah mahdah yang telah dilakukan.

Betapa Allah menyiapkan semua jalan untuk kemaslahatan manusia. Allah telah menyiapkan banyak tempat dan jalan pahala untuk manusia yang mau memanfaatkannya. tak ada kerugian sedikitpun jika manusia mau berbisnis dengan Allah. bank amal bisa terus diisi seagai bekal hidup sebenarnya, hidup yang kekal dikampung akhirat nanti

Daftar Pustaka:

http://www.dw.com/id/invasi-spesies-asing/g-16628333

http://www.kompasiana.com/baskoro_endrawan/alligator-gar-di-waduk-jatiluhur- campur-tangan-manusia-atas-keseimbangan-alam_552b2def17e617e79d6240a iQuran V 2.5.4 for Android

Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, Departemen Agama RI

Rasyid, H. Sulaiman. 2000. Fiqh Islam. Cetakan ke-33. Bandung: Sinar Baru Algensindo


6. Tugas Ke-6



Materi Bab 5 ini terdiri atas:
  1. Faraidh (Mawarits),
  2. manusia mahluk siasah,
  3. hubungan horizontal manusia-alam;
  4. peringatan Allah tentang takaran dan timbangan dan
  5. konsep halalan-thayyiban.


1. Faraidh (Mawaritz)


Allah menetapkan hukum waris secara lengkap dengan cara pembagiaannya, dan persyaratannya dala 3 ayat yang sangat jelas (Q.S. Al-Baqarah, 02: 240; An-Nisaa, 04: 11, 176)

Masalah waris sangat penting dan rawan permasalahan dalam penyelesaiannya.

Keadilan Allah dalam waris, lengkap dengan aneka persyaratan yang jelas, telah banyak ditentang ummat yang tidak percaya dengan aturan dan ketetapan Allah SWT.

mereka lebih menyukai menurut hawa nafsu ketimbang hukum Allah. Mengapa Allah menetapkan hukum waris secara lengkap?

karena pada kenyataanya masalah warisan bis menyebabkan hubungan saudara menjadi permusuhan.

disarikan dari buku Ilmu Faraidh, susunan Muhammad bin ibrahim in abdullah attuwaijri.

  • yang disebut harta waris adalah semua yang ditinggalkan oleh seseorang yang mati, termasuk hutangnya. semua warisan tersebut menjadi hak dan bagian ahli waris dengan persyaratan dan ketentuan syar'i yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
  • yang harus dikeluarkan dari harta peninggalan adalah biaya pengurusan mayat, hutang ( kepada Allah, Zakat, Kafarat, kepada manusia), pelaksanaan wasiat, dan pembagian warisan
  • Rukun waris: yang mewariskan (yang meninggal), ahli waris, dan harta yang diwariskan.
  • sebab - sebab seseorang mendapatkan hak waris: penikahan yang sah, keturunan, dan perwalian
  • yang menghalangi seseorang mendapatkan hak waris: budak, pembunuh dan berbeda agama.
  • Bagian warisan : bagian yang telah ditetapkan ( fardhu, ketentuan: setengah, seperempat, seperdelapan, dua pertiga, sepertiga, dan seperenam) dan ta'shib ( bagian yang ditetapkan)
  • Ahli waris lelaki: Putra; anak putra (cucu dan seterusnya); ayah dan kakek dari orang tua lelaki; saudara sekandung; saudara sekandung; saudara seayah; dan saudara sibu (atau anak-anaknya; putra paman kandung serta putra paman seayah dan anak laki-laki mereka; orang yang memerdekakan; kerabat laki-laki (dzawil arham: saudara ibu atau paman dari ibu, putra saudara seibu, paman seibu, dan putra paman seibu).
  • Ahli waris perempuan: putri, putri anak laki - laki ( cucu) dan seterusnya dari anak laki - laki; ibu; nenek ibunya ayah) dan diatasnya dari ibu; neneknya ibu; saudari kandung; saudara satu ayah; saudari satu ibu; istri; dan wanita yang memerdekakan budak.

2. Manusia Makluk siasah

siasah kebanyakan kini diterjemahkan kedalam pengertian politik memiliki arti ang sangat sempit.

siasah diatur juga dalam dinul islam. sejumlah konsep dasar siasah ditentukan Allah di dalam Alquran.

Dinul islam tidak melarang ummat untuk berpolitik. semua bidang kehidupan harus dirambah untuk mendapatkan kemaslahatan dan mengisi ruang-ruang tersebut dengan nilai-nilai yang islami.

salah besar jika kemudian ummat membiarkan hal-hal yang berkembang saat ini tanpa pernah menyentuhnya dengan nilai-nilai islami. 

Dunia media massa harus ditembus ummat agar ide-ide islam bisa memberi warna ke dalam bidang tersebut,

semua media massa telah lebih kental bermuatan politik praktis untuk kebutuhan sesaat dan sekelompok orang saja.

kebutuhan - kebutuhan seaat telah menjadi incara para pelaku politik. ummat islam takbisa berpangku tangan membiarkan semua persoalan keduniawian itu dikuasai oleh manusia-manusia yang tidak berjuang untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Diperlukan suatu penyeimbang media informasi untuk meluruskan Informasi yang miring, yang cenderung menyudutkan islam.

Dakwah dan teladan tidak bisa sekadar mengandalkan kharisma kebesaran tokoh semata. para pengelola teknologi informasi yang kuat-modal telah panglima-panglima yang mengarahkan hampir semua perilaku dan hasrat manusia kini.

Oleh karena itu, manusia muslim harus menguasai teknologi informasi. dagang informasi adlaah persaingan kekuasaan ruang maya dan kekuatan daya tarik kemasan informasi.

Bersiasah dalam memanfaatkan kondisi informasi pada pasar bebas masa kni, memerlukan tata cara dan sistem perilaku baru diikat oleh pakem sistem-sistem teknologi pelopor.

syaitan sebagai satu sistem paling kuno, telah semakin luas jangkauan dan terobosan penguasaan-godaanya,hingga ketika manusia dalam kondisi sadar sekalipun. 

Siasah baru sejalan dengan upaya meredam tantangan zaman harus terus dikembangkan sebagai jalur dakwah, tawaashau bil-haw wa tawaashau bish-shabr, sebagai tugas utama khalifatan fil ardh.


3. Hubungan Horizontal manusia-alam

Alam sebagai tanda  kebesaran Allah adalah tempat manusia berkembang biak.

oleh karena itu, manusia harus bersikap bijaksana terhadap alam yang merupakan bagian dari dirinya. terkait dengan fungsi kekhalifahan, manusia seharusnya menjadi pengolah alam yang bijaksana.

mengenai fungsi kekhalifahan, manusia seharusnya menjadi pengolah alam yang bijaksana.

bila fungsi khalifah tak berjalan, aneka kehancuran lingkungan akan terus-menerus terjadi.

perusakan alam berarti perusakan bagian diri manusia sendiri. untuk menumbuh kembangkan sebuah pohon besar memerlukan waktu berpuluh bahkan beratus tahun.

tetapi pada masa kini, untuk merubahkannya bisa dilakukan hanya dalam waktu lima belas hingga tiga puluh menit saja. hal itu dilakukan hanya oleh seorang manusia.

ketika kerusakan itu masih dalam skala kecil, pada dasarnya upaya mengatasinya bisa melibatkan masyarakat umum.

jika telah menjadi becana nasional manusia telah kehilangan kemampuan dan kekuasaannya yang pernah diberikan oleh Allah SWT.

setelah peritiwa perang salib yang menghancurkan peradaban masyarakat islam, ummat islam telah mengalami berbagai degradasi kemampuan melihat alam sebagai kajian penting bagi dirinya.

belum begitu banyak hasil penemuan baru tentang hasil kajian keilmuan yang dimotori ummat islam masa kini.

ummat lain lebih giat melakukan penjelajahan hampir ke semua pelosok bumi.

mereka menggunakan pendekatan dasar islami, sekalipun mereka tidak menyadari atau bahkan tidak mau mengakuinya.

oleh karena itu, tidaklah salah pernyataan seperti ini: " ummat islam akan semakin mundur jika meninggalkan syariat agamanya. sebaliknya ummat lain akan lebih maju jika meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Contohnya seperti ilmu kedokteran, ilmu fisika, ilmu biologi dan berbagai kajian keilmuan lain adalah hasil usaha manusia menyikapi alam.

seharusnya, mereka yang amat dekat dengan alam, mengkaji alam secara mendalam, akan semakin dekat kepada kesadaran tentang keberadaan yang maha pencipta.

Nabi Ada as sejak awal telah "dimenangkan" atas para malaikat dan iblis tentang penguasaan nama-nama semua benda alam.

pengetahuan tentang kosa kata, ternyata menjadi penting dalam pembelajaran awal bahasa.

bahkan menjadi tonggak utama  dalam pengembangan pengetahuan lanjutan.

Allah juga menganugerahkan pengetahuan aneka nama alam kepada manusia pertama ciptaanNya. 

kepada Nabi Muhammad, Allah pun sejak awal wahyu pertama, telah memaksa Muhammad untuk iqra, membaca, mempelajari, apa yang menjadi bagian dari dirinya, lingkungannya, yang paling awal harus menjadi objek iqra.

Peranan manusia sebagai khalifah meniscayakan untuk selalu menggunakan (berhubungan dengan) alquran yang berperan sebagai petunjuk hidupnya.

sehingga, tatkala manusia mengerjakan kemungkaran itu berarti ia sengaja memutuskan harmoni hubunganna dengan alquran. maka hal itu sesuai formula kehidupan di depan, pasti akan mencelakakan hidupnya.

Daftar Pustaka

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum V.2.01. Singaraja: Tespong

Muadz,Masri. Alquran, Manusia dan Alam. https://www.republika.co.id/berita/mxurwi/alquran-manusia-dan-alam (diakses 7 april 2022)

7. Tugas 7


Materi Bab 5 ini terdiri atas: 

  1. Pola hubungan vertikal makhluk-Khalik; 
  2. konsep ibadat mahdhah dan ghair mahdhah; 
  3. pola hubungan horizontal manusia-manusia; 
  4. bisnis Islami, 
  5. Faraidh (Mawarits), 
  6. manusia mahluk siasah, 
  7. hubungan horizontal manusia-alam; peringatan Allah tentang takaran dan timbangan dan 
  8. konsep halalan-thayyiban.

5.8 Peringatan Allah Tentang Takaran dan Timbangan

Pengertian dari takaran dan timbangan bisa mengandung 2 makna: Makna lahiriah (takaran dan timbangan yang biasa digunakan dalam urusan jual - beli) dan makna lain yang lebih jauh terkait dengan takaran dalam menentukan penilaian hukum, penilaian kejadian perkara tertentu, maupun timbangan - timbangan terkait dengan penentuan keadilan sikap.

ukuran takaran dan timbangan menjadi akar keburukan dalam urusan ekonomi ummat. semestara itu masalah ekonomi telah menjadi masalah yang sangat besar,.

Mengurangi timbangan adalah salah satu bentuk praktek pencurian milik orang lain. Apabila takaran timbangan itu sedikit, bisa menjadi sebuah ancaman dan akan menjadi ancaman yang lebih besar bila  takaran timbangan tersebut meningkat dengan jumlah yang besar.

Secara Duniawi kecurangan-kecurangan yang dilakukan para pelaku ekonomi dalam urusan menakar dan menimbang produk pasar mereka bisa dihitung akumulatif harian, mingguan hingga tahunan yang terkait dengan jumlah orang yang melakukan kecurangan tersebut dan orang yang memanfaatkan hasil kecurangan. Kecurangan bisa berderet jika dijejerkan dan dapat dihitung secara matematis, semua sangat merugikan masyarakat, bahkan negara.

Pendidikan karakter biasanya berlansung secara dominan melalui keteladanan. seorang pecurang telah menjadi teladan utama bagi anak dan istrinya.

oleh karena itu, banyak pengalaman yang diajarkan melalui cara keteladanan keluarga. ada sejenis penguat contoh nya lewat makanan yang tidak halal. mungkin kecurangan yang tersembunyi dari mata biasa.

tetapi energi perilaku mengalir dalam makanan. minuman, pakaian, sikap hidup, bahkan pola hubungan antara orang tua dengan anak, telah memberikan power yang hebat untuk menggiring para penikmat hasil kecurangan untuk mengikuti pola sumbernya.

Dibalik semua perilaku kecurangan dalam menggunakan takaran dan timbangan, ada kerusakan yang sangat besar yang bisa menular lewat keteladanan, pembiasaaan, bahkan pemaksanaan karena adannya kekuasaan.

Kata menakar dan menimbang barkaitan juga dengan perilaku menetapkan penilaian keadilan dalam menetapkan hukum. bila dikaitkan dengan isi peringatan yang menyertainnya yaitu menyangkut kerusakan, merugikan hak orang lain, dan azab yang membinasakan, isa terjadi juga ketika para pengelola hukum tidak menimbang dan menakan putusan hukum secara berkeadilan. 

juga akan terkait dengan perilaku ingin untung sendiri, mengakali kepentingan orang lain, yang merupakan bibit kerusakan yang akan berlanjut menjadi bentuk-bentuk perilaku buruk lainnya.

5.9 Konsep Halalan Thayyiban

Thayyiban dalam konsep islam ada dua: yang fisik dan di balik yang fisik. Thayyiban fisik adalah kondisi sesuatu yang "baik, benar, tepat, sesuai prosedur, aman, dan mengikuti aturan syariat"

Halal dalam perkara makanan maupun barang konsumsi lainnya, menurut mu'jam al Wasith adalah barang yang tidak haram, mengonsumsinya tidak dilarang agama. setidaknya, keharaman bisa dibagi menjadi dua aspek.

pertama, haram secara dzat atau secara materi telah dinyatakan haram oleh syariat, seperti babi, bangkai dan darah. kedua, haram bukan secara dzat-nya tapi bisa dari cara membeli, memperoleh, atau mengolah barang tersebut.

sedangkan thayyib, menurut ketereangan syekh Ar-Raghib al-Isfahani dalam Mu'jam Mufradat li Afadhil Qur'an menyebutkan bahwa thayyib secara umum artinya adalah "sesuatu yang dirasakan enak oleh indra dan jiwa".

Harta yang halalan dan thayyiban, dengan bentuk dan contoh lainnya yang setara, adalah yang halal dan thayyib secara fisik dan non fisik.

Sesuatu yang telah nyata halal dan thayyib, masih bisa dikelompokkan ke dalam kondisi belum thayyib ketika berbenturan dengan kondisi lain yang menyertai penggunanya contohnya digunakan untuk membeli gula namun gula tersebut membahayakan kondisi orang yang mengidap penyakit diabetes akut. bagi orang yang dalam kondisi itu, gula yang halal menjadi tidak thayyib baginya.

Ketertian dan kehati-hatian adalah inti dari perilaku yang harus dimiliki oleh ummat muslim. seorang muslim seharusnya bersih dari beragam perilaku yang meragukan.


Daftar Pustaka:

Al-Jaziri, Abdurrahman. 1996. Fiqh Empat Madzhab. Jakarta: Daarul Ulum Press Attuwaijri, Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah. Ilmu Faraidh. iQuran V 2.5.4 for Android Mansoer, 

Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, Departemen Agama RI 

Rasyid, H. Sulaiman. 2000. Fiqh Islam. Cetakan ke-33. Bandung: Sinar Baru Algensindo 

Suryana, Jajang. 1997. “Isalamisasi Praktisi Sains dan Teknologi”. Makalah dalam Kajian Studi Islam Pengajian Muslimah Mahasiswi STKIP Singaraja 

Suryana, Jajang. 2004. Kajian Pemikiran Sederhana tentang Islam. Kumpulan tulisan. Singaraja 

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum. Singaraja: Tespong 

Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi Umum V.2.0. Singaraja: Tespon


https://dalamislam.com/hukum-islam/ekonomi/hukum-mengurangi-timbangan-dalam-islam diakses tanggal 15 April 2022

https://islam.nu.or.id/tafsir/makna-halalan-thayyiban-dalam-al-qur-an-lQ1AD diakses tanggal 15 April 2022


8. Tugas ke-8 (Prayarat Kumpulan Ayat - Ayat berkaitan dengan Program studi)




Program Studi Sistem informasi

program studi sistem informasi adalah bidang keilmuan yang menggabungkan ilmu komputer dengan bisnis dan manajemen.

selain belajar teknik pemrograman pada program studi sistem informasi juga mempelajari tentang proses bisnis yang ada di perusahaan.

Berikut ini adalah Ayat Al Quran yang berhubungan dengan program studi sistem informasi:

1. Surat Yunus ayat 3 (Mencari Ilmu dan Menjadi Ilmuwan)


اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْاَمْرَۗ مَا مِنْ شَفِيْعٍ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اِذْنِهٖۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

Terjemahan

Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

Tafsir Quraish Shihab

Sesungguhnya Tuhan kalian, wahai manusia, adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di dalamnya dalam waktu enam hari(1). Tidak ada yang mengetahui panjangnya enam hari itu kecuali Allah. Kemudian hanya Dialah--dengan keagungan kekuasaan-Nya--yang menguasai dan mengurus hal ihwal makhluk-makhluk-Nya. Tidak ada seorang pun yang memiliki kekuasaan atas sesuatu bersama Allah dan tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang dapat memberi syafaat kepada orang lain, kecuali dengan izin-Nya. Itulah Allah, Sang Pencipta. Dialah Tuhan yang mengendalikan nikmat untuk kalian, maka sembahlah Dia semata, benarkanlah Rasul-Nya, dan berimanlah kepada kitab suci-Nya. Hendaklah kalian mengingat nikmat Allah dan merenungi ayat-ayat yang menunjukkan keesaan-Nya. (1) Allah menciptakan alam semesta dengan segala isinya dalam enam tahapan. Setiap tahapan itu terdiri atas rentang waktu yang cukup panjang. Tahapan-tahapan yang disebutkan sebagai enam hari itu merupakan tahap penundukan matahari, bulan dan bintang- bintang untuk keperluan manusia. Termasuk dalam tahapan itu juga adalah pergantian siang dan malam dan timbulnya siang menggantikan kegelapan cakrawala. Disebutnya kata "malam" sebelum kata "siang" disebabkan karena kegelapan merupakan asal dan pangkal. Sedangkan siang timbul akibat tersebarnya sinar matahari pada lapisan udara bumi yang berotasi dan juga karena radiasi matahari.

Penjelasan:

Ayat-ayat al-Qur’an yang memerintahkan manusia mencari ilmu atau menjadi ilmuwan begitu banyak. Al-Qur’an menggunakan berbagai istilah yang berkaitan dengan hal ini. Misalnya, mengajak melihat, memperhatikan, dan mengamati kejadian-kejadian

2.  Surat Al-Ankabuut ayat 14 (membahas mengenai pengurangan)


وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ

Al-Quran membahas tentang pengurangan Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (Q.S. Al-‘Ankabuut : 14) 

Tafsir Quraish Shihab

Allah telah mengutus Nûh kepada kaumnya untuk menyeru mereka kepada ajaran tauhid. Lalu ia menetap dan menyeru mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun. Akan tetapi mereka tidak memenuhi seruannya. Maka Allah menenggelamkan mereka dengan angin topan dalam keadaan menzalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran.

Penjelasan

Ayat ini menjelaskan tentang lamanya Nabi Nuh ‘alaihissalam tinggal bersama kaumnya, yaitu 1000 tahun dikurang 50 tahun, alias 950 tahun lamanya.

3. Al-Hasyr ayat 18 (tentang pentingnya Perencanaan)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Terjemahan :

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI

Salah satu sifat orang munafik adalah menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya secara lisan, padahal mereka bukan orang beriman (Lihat: Surah al-Baqarah/2:10) sehingga nasib mereka di akhirat kekal di dalam neraka. Pada ayat ini Allah mengingatkan orang beriman agar benar-benar bertakwa kepada Allah dan memperhatikan hari esok, akhirat. Wahai orang-orang yang beriman! Kapan dan di mana saja kamu berada bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh melakukan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya; dan hendaklah setiap orang siapa pun dia memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, yakni untuk hidup sesudah mati, di akhirat dengan berbuat kebaikan atas dasar iman, ditopang dengan ilmu dan hati yang ikhlas semata-mata mengharap rida Allah, sebab hidup di dunia ini sementara, sedangkan hidup di akhirat itu abadi; dan bertakwalah kepada Allah dengan menjaga hubungan baik dengan Allah, manusia dan alam. Sungguh, Allah Mahateliti sekecil apa pun juga terhadap apa yang kamu kerjakan sehingga semua yang kamu lakukan berada dalam pengetahuan Allah (Lihat: Surah Qàf/50: 18).

Penjelasan

at-tahthiith atau perencanaan dari suatu kegiatan yang akan datang dengan acuan waktu atau metode terten

4. Surat Al Kahfi ayat 25 (tentang Penjumlahan)

وَلَبِثُوْا فِيْ كَهْفِهِمْ ثَلٰثَ مِائَةٍ سِنِيْنَ وَازْدَادُوْا تِسْعًا

Terjemahan

Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.

Tafsir Quraish Shihab

Para pemuda itu tinggal dalam gua dalam keadaan tertidur selama tiga ratus sembilan tahun(1). (1) Ayat ini menyimpan sebuah fakta astronomis yang membuktikan bahwa tiga ratus tahun matahari itu sama dengan tiga ratus sembilan tahun bulan.

Penjelasan

pada surat tersebut terdapat operasi pertambahan yaitu tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun.

5. Surat Al Jasiyah ayat 13 (tentang Organizing)

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ 

Terjemahan 

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Pada ayat ini Allah memerintah kaum mukmin menjaga persatuan dan kesatuan. Dan berpegangteguhlah serta berusahalah sekuat tenaga agar kamu semuanya bantu-membantu untuk menyatu pada tali (agama) Allah agar kamu tidak tergelincir dari agama tersebut. Dan janganlah kamu bercerai berai, saling bermusuhan dan mendengki, karena semua itu akan menjadikan kamu lemah dan mudah dihancurkan. 

Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika mengeluarkan kamu dari kekufuran kepada keimanan dan menyatukan hati kalian dalam persaudaraan, padahal kamu dahulu pada ( masa jahiliyyah ) saling bermusuhan, saling membenci dan memerangi tiada henti dari generasi ke generasi, lalu Allah mempersatukan hatimu dengan harapan dan tujuan yang sama yaitu memperoleh rida Allah, sehingga dengan karuniany-Nya, yaitu agama islam, kamu menjadi bersaudara dalam satu keuarga. Pada masa Jahiliah terjadi permusuhan selama ratusan tahun antara suku 'Aus dan suku Khazraj. Setelah datangnya Islam mereka dapat bersatu dengan penuh persahabatan.

 Menyaksikan kenyataan tersebut orang-orang Yahudi merasa tidak senang dan menyuruh salah seorang diantara mereka meniupkan api perpecahan dengan menyebutk kejadian waktu Perang Bu'as. Meskipun kedua suku tersebut sempat terpancing dan hampir saja berperang, tetapi Nabi MUhammad berhasil mendamaikan mereka. 

Demikian besar karunia Allah kepada kamu, sedangkan (ketika itu) kamu sama sekali tidak menyadari bahwa ketika kamu saling bermusuhan, susungguhnya kamu berada di tepi jurang neraka, karena hidup tanpa bimbingan wahyu, selalu terbakar api kebencian, kemarahan dan permusuhan bahkan berakibat pada pemunuhan, lalu dengan datangnya Islam Allah menyelamatkan kamu dari sana dan terciptalah kedamaian di antara kamu.

 Demikianlah, Allah secara terus menerus menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk secara terus-menerus dan tetap bersatu padu dalam persaudaraan dan kekeluargaan.

Penjelasan:

at-tandziim atau pengorganisasian merupakan wadah tentang fungsi setiap orang, hubungan kerja baik secara vertical maupun horizontal.

ayat diatas menunjukkan bahwa organisasi merupakan kumpulan orang-orang yangbisa di organisir dengan baik. maka hendaklah bersatu-padulah dalam bekerja dan memegang komitmen untuk mencapai cota-cita dalam satu payung organisasi dimaksud.

6. Surat Al Baqarah ayat 208 (Tentang Koordinasi)

Allah Berfirman dalam surat Al baqarah (2:208)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ 

Terjemahan :

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan. Kata as-silm atau as-salm di sini berarti Islam. Laksanakanlah Islam secara total, tidak setengah-setengah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan yang menyesatkan dan memecah belah kamu. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan seorang Yahudi bernama abdullah bin Salam. Ia memeluk Islam tetapi masih mengerjakan sejumlah ajaran Yahudi, seperti mengagungkan Hari Sabat dan enggan mengonsumsi daging dan susu unta.

Penjelasan

At-tansiiq atau pengoordinasian, merupakan upaya untuk mencapai hasil yang baik dengan seimbang, termasuk diantara langkah-langkah bersama untuk mengaplikasikan planning dengan mengharapkan tujuan yang diidamkan.

7. Surat At Tahrim (66:6) tentang Controling


Berikut ini firman Allah SWT dalam surat At Tahrim (66:6)


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ 

Terjemahan 

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dengan mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dari api neraka, yakni dari murka Allah yang menyebabkan kamu diseret ke dalam neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ada manusia yang dibakar dan ada manusia yang menjadi bahan bakar; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka sehingga tidak ada malaikat yang bisa disogok untuk mengurangi atau meringankan hukuman; dan mereka patuh dan disiplin selalu mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka.

Penjelasan:

Controling atau pengendalian adalah pengamatan dan penelitian terhadap jalannya planning.

dalam pandangan islam menjadi syarat mutlak bagi pimpinan harus lebih baik dari anggotanya, sehingga control yang ia lakukan akan efektif.

8. Surat Ar-Ra'd (13:11) tentang Motivating


Allah SWT berfirman dalam surat Ar Rad (13:11) :


لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ 

Terjemahan 

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. 

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Tidak saja mengetahui sesuatu yang tersembunyi di malam hari dan yang tampak di siang hari, Allah, melalui malaikat-Nya, juga mengawasinya dengan cermat dan teliti. Baginya, yakni bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga dan mengawasi-nya secara bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaga dan mengawasi-nya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah Yang Mahakuasa tidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, sebelum mereka mengubah keadaan diri menyangkut sikap mental dan pemikiran mereka sendiri. Dan apabila,yakni andaikata, Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum-dan ini adalah hal yang mustahil bagi Allah-maka tak ada kekuatan apa pun yang dapat menolaknya dan tidak ada yang dapat menjadi pelindung bagi mereka selain Dia.

Penjelasan:

At-targhiib atau motivasi yaitu menggerakkan kinerja semaksimal mungkin dengan hati sukarela.

9. Surat Hud Ayat 24 : (tentang perbandingan)

مَثَلُ الْفَرِيْقَيْنِ كَالْاَعْمٰى وَالْاَصَمِّ وَالْبَصِيْرِ وَالسَّمِيْعِۗ هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًا ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ ࣖ

Terjemahan

Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?

Tafsir Quraish Shihab

Golongan Mukmin dan golongan kafir dapat diibaratkan sebagai dua orang: yang satu buta--berjalan tanpa petunjuk--dan tuli--tidak dapat mendengar ajakan keselamatan--dan yang lain memiliki mata yang tajam, mampu melihat kebaikan dan keselamatan, dan mempunyai pendengaran yang kuat sehingga dapat mendengarkan segala kebaikan. Dua golongan di atas tidaklah sama, baik untuk saat ini (dunia) maupun dikemudian hari (akhirat). Apakah kalian tidak juga mau mempertimbangkan, wahai manusia, perbedaan yang ada di antara kalian--antara golongan Mukmin dan golongan kafir, antara yang hak dan yang batil--sehingga, dengan pertimbangan itu, kalian akan menjauhi kesesatan dan mengikuti jalan yang lurus?

Penjelasan:

pada ayat diatas Allah SWT membandingkan antara orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengarkan.

kalau didalam teknik informatika adalah operasi Boolean atau perbandingan  jika didalam bahasa pemrograman c menggunakan notasi "=="


10. Surat Al Balad (90:4) tentang Entrepreneurship


لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ 


Terjemahan 

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. Al - Balad 30:4)

Tafsir Ringkas Kemenag RI 

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. Siapa pun, termasuk Nabi, dalam masa hidupnya pasti menemui kepayahan, sejak dalam kandungan sampai masa dewasa. Manusia mesti bersusah payah mencari nafkah, mengalami sakit, dan mati. Dalam alam kubur menuju alam mahsyar pun manusia menghadapi kepayahan. Manusia harus mengisi kehidupannya di dunia dengan amal saleh agar tidak menemukan kepayahan lagi di akhirat.

Penjelasan:

Dasar berusaha dalam ekonomi sangat kuat dalam al Quran dan hadis. manusia diciptakan di muka bumi ini untuk berusaha/bekerja dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

kata "susah-payah" dalam bahasa arab disebut kabad, memiliki pengertian bahwa manusia diciptakan Allah dalam keadaan yang tidak pernah lepas dari kesulitan. sehingga bekerja atau berusaha dalam sektor ekonomi merupakan keharusan bagi manusia untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup ekonomi.

11. Surat Al Insyirah (94 : 7-8) tentang Perencanaan



اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ 


Terjemah :
sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), 

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 

Bila kamu telah menyelesaikan urusan dan kepentingan dunia,maka bersungguh sungguhlah dalam beribadah. Dan hanya kepada tuhanmu semata,berharaplah apa yang ada di sisi-Nya.

Referensi: https://tafsirweb.com/12839-surat-al-insyirah-ayat-7.html


Penjelasan:

At-tahthiith atau perencanaa dari suatu kegiatan yang akan datang dengan acuan waktu atau metode tertentu

12.  Surat Al- Anam ayat 165 tentang Kepemimpinan( Leading)

Q.S 6:165

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّهٗ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ


Terjemah :

Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 

Dan Allah lah yang menjadikan kalian penguasa-penguasa di muka bumi yang menggantikan umat manusia sebelum kalian, setelah Allah memusnahkan mereka dan menjadikan kalian pengganti mereka di muka bumi, untuk memamkmurkannya sepeninggal mereka dengan ketaatan kepada tuhan kalian, dan Dia meninggikan sebagian dari kalian dalam soal rizki dan kekuatan diatas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk menguji kalian terkait karunia-karunia yang diberikan kepada kalian, sehingga akan tampak dalam pandangan manusia siapa orang yang bersyukur dan yang tidak. Sesungguhnya tuhanmu amat cepat siksaanNya terhadap orang-orang yang kafir dan bermaksiat kepadaNya. Dan sesungguhnya Dia maha pengampun bagi orang yang beriman kepadaNya dan beramal shalih serta bertaubat dari dosa-dosa besar, lagi maha penyayang terhadapnya. Alghafur dan Arrahim adalah dua nama yang mulia dari nama-nama Allah yang bagus (asmaul husna).


Referensi: https://www.tafsirweb.com/2289-surat-al-anam-ayat-165.html

Penjelasan:

Alhilaafah atau kepemimpinan yakni mengatur dan memimpin segala aktivitas kepada tujuan.


Daftar Pustaka

 Abdurrahman,Nana Herdiana.Manajemen Bisnis Syariah dan Kewirausahaan (Bandung: Pustaka Setia, 2013) 

Al-Musanna, Rasionalitasdan Aktualitas Kearifan Lokal, (Jakarta: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17 No.5, 2010). 

 Baqi, Muhammad Fuad Abdul, Al-Mu‟jam Al-Mufahrosy, (Bairut: Darul Ma‟rifah, 1993)z Departemen Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahannya, Juz 1-30 Edisi Baru (Surabaya: Mekar Surabaya, 2004)

https://farislengkap.wordpress.com/2016/05/22/manajemen-menurut-prespektif-al-quran/

Islamic Management, Prof. Dr. H. Veithzal Rivai Zainal, SE., MM., MBA (2013)

Insiklopedia Al-Qur’an 

Manajemen Bisnis Syari’ah, Prof. Dr. H. Buchari Alfa

Jurnal Iqra’ Mei 2014 “MANAJEMEN ISLAMI PERSPEKTIF AL-QUR’AN”, Zainarti Dosen UIN-SU

Makalah “FUNGSI MANAJEMEN DALAM AL-QUR’AN TELAAH KATA AL-AMIL DALAM SURAH AL-AN’AM DAN HUD” Hamzah Hasan Khaeriyah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

http://alumnigontor.blogspot.co.id/2008/04/konsep-manajemen-dalam-perspektif-al.html

http://www.ibnushobah.web.id/2012/10/pengorganisasion-dalam-perspektif-al.html

http://al-quran.info/#home

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Portfolio Ujian Akhir semester

Tugas  ke-9   Materi Bab 6 tediri atas Manusia makhluk belajar Konsep Pendidikan yang islami Kewajiban Belajar bagi muslim dan muslimah Kewa...