Materi 8 terdiri atas:
1) telah terjadi kerusakan di darat dan laut karena ulah manusia;
2) bukti-bukti ilmiah tentang kemahakuasaan Allah swt;
3) manusia dan teknologi; dan
4) manusia dan media.
8.1 Telah Terjadi Kerusakan di darat dan di Laut karena Ulah manusia
Begitu banyak tanda keberhasilan menusia masa lalu yang telah dipajang dalam etalase Dunia yang memungkinkan menjadi bahan pembelajaran bagi manusia-manusia setelahnya.
Allah SWT selalu menantang manusia untuk melakukan perjalanan terutama untuk mempelajari kejadian kejadian yang terkait dengan masa lalu yang telah digambarkan didalam ayat-ayat Alquran.
Khusus 5 ayat berisi perintah berjalan-jalan sambil melakukan penelitian,semuannya dikaitkan dengan wisata sejarah.
Allah SWT memerintahkan manusia untuk memeriksa apa yang pernah dicapai dan dialami oleh masyarakat masa lalu, lebih khusus yang berkaitan dengan bukti-bukti akibat pembangkangan.
Azab Allah swt ditimpakan kepada masyarakat masa lalu yang tidak mau mengitkuti aturan Allah swt, bahkan menantang kepastian Allah swt karena kesombongan mereka.
Kesombongan berkaitan dengan kemampuan pencapaian dalam membangun budaya fisik berteknologi tinggi, seperti bangunan piramida, rumah-rumah batu, istanan, bekas kapal, atau tinggalan-tinggalan fisik lain yang menjadi bahan pembelajaran pada masa yang jauh setelahnya. sejumlah kejadian hebat senganja disisakan bukti - bukti kejadiannya oleh Allah swt lansung secara fisik ataupun hasil penggalian, seperti keberadaan mumi firaun.
Surat ali imran 137, "Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)"
Surat Al- Anam 11," seperti keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya."
Surat An-Naml 69,"Katakanlah (Muhammad), “Berjalanlah kamu di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa."
Perintah dari ayat diatas terkait dengan perjalanan dan penelitian tentang manusia-manusia masa lalu dengan berbagai tinggalan yang merupakan bukti yang menyertai akibat atau kesudahan mereka.
bahkan tentang akhir penciptaan (sebagai berita) berjalanlah artinya semua kegiatan itu tak mungkin hanya dikerjakan dengan diam, tanpa mobile.
semua data harus dikumpulkan dengan cara mencari dan mencari dari berbagai sumber, sumber - sumber catatan lama, yang sedang terjadi, maupun lompatan-lompatan yang diperkirakan akan terjadi kemudian.
Cerita tentang jejak kehidupan manusia masa lalu (jejak budaya), juga masa kini, yang sengaja dipertontonkan oleh Allah swt, apalagi dibantu dengan menggunakan aneka perlengkapan teknologi masa kini (hasil olah ilmu Allah SWT), menggabarkan betapa Allah swt sangat mudah mencatat, mengulang, mengembalikan semua kejadian secara audio visual dalam hitungan milesecond.
Sementara itu, makhluk lain tidak pernah diceritakan meninggalkan artefak. manusia adalah makhluk budaya. manusia diberi kemampuan untuk membangun suatu sistem sosial dalam berbagai tingkatan: keluarga, teman, kelompok pehobi, kelompok politik.
tinggalan hasil kegiatan ikatan sosial itupun tampak sekali bukti-buktinya. sub sistem budaya lainnya, lebih khusus hasil budaya fisik, menjadi tingalan yang dominan sebagai petunjuk keberadaan bangsa manusia.
Cerita artefak budaya fisik yang digunakan oleh Allah swt untuk menunjukkan cerita kesejarahan manusia-manusia masa lalu, kaum luth, kaum ad, kaum pendukung firaun dan banyak lagi telah menjadi salah satu bukti sejarah yang bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran sekaligus peringatan.
Mungkin masih banyak lagi yang telah menurunkan kualitas bumi. manusia belum juga jera dengan perilaku merusak daratan, lautan, dan kini udara.
8.2 Bukti-Bukti ilmiah tentang kemahakuasaan Allah SWT
satu demi satu mengenai bukti ilmiah tentang ketetapan Allah swt terungkap. banyak peneliti yang merasa penasaran dengan apa yang telah diungkap oleh Allah swt didalm Alquran.
mengapa Allah swt memerintahkan orang muslim melaksanakan shalat wajib lima waktu dalam sehari semalam, mengapa orang muslim harus puasa, zakat maupun haji? dibalik semua perintah tersebut banyak bukti ilmiah yang bisa diungkapkan
Gerakan - gerakan shalat pernah dilakukan. hasil penelitan itu menjadi simpulan data bahwa semua gerakan shalat memiliki fungsi penyehatan bahkan penyembuhan kondisi - kondisi sakit tertentu.
disatu sisi orang menyokong temuan-temuan tentang hasil penelitian tentang makna shalat, makna gerakan shalat, tapi banyak juga yang menentang.
kerap kita mendengar mengenai komentar yang tidak baik yang keluar dari mulut orang-orang yang fanatik tentang perintah sebuah kewajiban.
padahal manusia lain yang menentang ajaran islam malah memerlukan bukti empirik dari banyak hal tentang sisi ilmiah semua kondisi yang mereka tentang Allah swt telah menyiapkan mukjizat yang sangat tepat dengan kondsisi manusia masa kini untuk Nabi Muhammad saw, yaitu Al-Quran.
Al-Quran sebagai salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw, hingga kini masih terus berfungsi sebuah mukjizat yang tidak pernah diberikan oleh Allah swt kepada nabi yang lain. Rasa penasaran dan tuntutan pengalaman empirik dari para ilmuwan.
Para penentang isi Alquran telah banyak mendapatkan jawaban telak dari konsep ilmiah yang disediakan Allah swt dalam isi Al-Quran.
Satu contoh, cerita tentang teori Big bang yang telah diceritakan oleh Allah swt sejak empat belas abad yang lalu.
menurut para ahli astrofisika, asal mula adanya alam semesta yang dikenal dalam teori big bang yang dinyatakan pada mulanya alam semesta berbentuk satu massa yang besar kemudian terjadi big bang yang mengakibatkan pembentukan galaksi yang terbagi dalam planet, matahari , bulan dan lain sebagainnya.
Teori yang dianggap memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat tentang penciptaan alam semesta karena didukung oleh metode ilmiah berserta observasi yang dilakukan oleh para astronom dan astrofisika selama beberapa dekade.
sesungguhnya telah lebih dahulu dijelaskan oleh penciptaan alam yaitu Allah swt dalam surat Al- Anbiyaa, 21:30,
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
Daftar Pustaka:
https://www.tokopedia.com/s/quran/al-anbiya/ayat-30#:~:text=30.&text=Dan%20apakah%20orang%2Dorang%20kafir,maka%20mengapa%20mereka%20tidak%20beriman%3F
Al-Faruqi, Ismail Raji. 1999. Seni Tauhid Esensi Dan Ekspresi Estetika Islam.
Yogyakarta: Bentang
Al-Hassan, Ahmad Y. dan Donald R. Hill. 1993. Teknologi dalam Sejarah Islam.
Bandung: Mizan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar