Jumat, 20 Mei 2022

Bab 7 Manusia Makhluk peneliti

Materi bab 7 terdiri atas:

  1. Konsep dasar kewajiban melakukan penelitian
  2.  kewajiban melakukan penelitian dan derajat manusia di sisi Allah; 
  3. kewajiban menerapkan pendekatan Islami dalam kegiatan ilmiah; 
  4. tuntutan Allah dalam wahyu pertama; dan 
  5. perlukah Islamisasi sains.

7.1 Dasar Kewajiban melakukan penelitian

Allah swt menuntut Calon Nabi Nabi muhammad saw, untuk melakukan kegiatan pembacaan iqra pada awal tugas kenabiannya.

bahan iqra yang menjadi tuntutan pada saat itu adalah mengenai masalah penciptaan manusia.

Pemberitaan tentang konsep penciptaan berupa kalimat jawaban mendasar adalah "khalaqal insana min 'alaq" (manusia diciptakan dari segumpal darah)

Surat al - alaq, 96: 01-05, diketahui sebagai wahyu pertama diterima oleh muhammad saw.

memulai pengamatan tentang sesuatu yang dekat, yaitu diri sendiri, menjadi tuntutan yang paling awal. dalam salah satu hadits. Nabi menegaskan: "man 'arafa nafsahu 'arafa Rabbahu":

barang siapa mengenal ('arafa) tentang kondisi dirinya maka akan lebih mudah mengenal tuhannya.

allah juga menetapkan perintah pemeliharaan diri dari keburukan api neraka dimulai dari diri sendiri, dari sesuatu yang dekat dengan diri manusia.

oleh karena itu, sebelum mencari tahu tentang sesuatu yang jauh di luar jangkauan, akan lebih baik mengolah pengetahuan yang terkait dengan hal - hal yang dekat dengan lingkungan diri sendiri lebih dahulu diselesaikan daripada mengurus sesuatu yang masih kurang jelas, sesuatu yang berada di luar jangkauannya.

"Ibda binafsika", adalah salah satu potongan kalimat hikma. perintah memulai sesuatu dari diri sendiri. sejalan dengan perintah Allah swt tentang pemeliharaan diri (autocore) yang dimulai dari kondisi diri, kemudian keluarga terdekat, berlanjut menuju lingkungan yang lebih luas.


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ ۚ لَا يَضُرُّكُمْ مَّنْ ضَلَّ اِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

 Terjemahan Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. Al-maidah, 05:105)


7.2 Kewajiban meneliti dan Derajat manusia di sisi Allah

Wahyu yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad  adalah surat Al-Alaq ayat 01-05 pada ayat kelima Allah memberi jaminan tentang pengetahuan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang mau melakukan pengiqraan, peneliti.

pada ayat lain Allah memaksa manusia untuk selalu berusaha memperhatikan kejadian-kejadian yang ada di alam, bahkan tentang kejadian yang pernah terjadi pada masa lalu, masa manusia pertama hingga manusia - manusia kemudian.

Allah menggambarkan bahwa manusia masa lalu itu lebih kuat, lebih gagah, lebih panjang usianya, sehingga peninggalanya pun terlihat.

seperti piramida di mesir, lukisan raksasa di amerika adalah sedikit bukti yang menunjukkan berita Allah, semua itu harus menjadi bahan pelajaran bagi manusia masa kini.

sejalan dengan janji Allah tentang derajat orang yang memiliki ilmu akan lebih tinggi dibanding orang yang tidak memiliki ilmu, telah terbukti juga. Allah telah meninggikan derajat orang - orang kafir yang sadar ilmu, sekalipun mereka tidak beriman, dibanding orang - orang muslim yang mengaku beriman tetapi tidak sadar-penelitian.

Derajat duniawi yang telah dicapai oleh kelompok orang kafir telah membuktikan bahwa janji Allah benar adanya.

tetapi mengapa umat islam masih belum bangkit kembali memperbaiki prestasi yang pernah didapatkan pada masa Nabi dan para sahabatnya hingga masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid.

teradapat satu pernyataan yang menantang emmat islam masa kini pernyataan Nabu saw yang menyatakan bahwa generasi terbaik ummat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. mereka adalah sebaik baik manusia.

lantas generasi berikutnya, berikutnya dan berikutnya. tiga kurun waktu ini merupakan kurun terbaik dari ummat ini hal itu bisa diperiksa hadits yang diriwayatkan imran bin hushain.

Nabi Muhammad bersabda,

"Sebaik baik umatku adalah pada masaku, kemudian orang - orang yang setelah mereka, lalu orang - orang yang setelah mereka ( shahih al - bukhari no.3350)

Allah yang memiliki hak membagi bagikan dan memosisikan derajat kepada siapa saja yang dia kehendaki.

Artinya sepeti pada prinsip pembagian ilmu Allah, Allah menurunkan ilmu ke  alam ini untuk siapa saja yang siap dan mau mengelolanya.

Allah swt tidak memperuntukkan kesempatan pengelolaan ilmu kepda yang berima semata. itulah Rahman Allah swr atas semua makhluknya.

Denga keberimanan menjadi hal utama ketika seseorang ingin meraih derajat terbaik di sisi Allah swt keberimanan yang dipenuhi penguasaan ilmu.

7.3 Kewajiban menerapkan pendekatan islami dalam kegiatan islamiah


Kita suci Al-Quran adalah sumber pengetahuan global. Al - Quran harus diolah - tafsir isinya oleh karena itu, Al-Quran harus menjadi sumber acuan keilmuaan bagi manusia muslim.

Al- Quran adalah sumber acuan yang keberannya mutlak, tidak perlu diuji ulang, tidak perlu dipertanyakan. semua isi alquran telah mendapat jaminan dari Allah, pencipta dan pemeliharaan Alam serta segala isinya, tentang kebenaranya yang mutlah.

Lahirnya ilmu duniawi yang hebat ada pada tuntunan dan sekaligus tuntutan yang telah diceritakan di dalam isi Al Quran.

Allah swt sengaja meninggalkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan manusia masa lalu, yang pernah disebutkan lebih kuat dan lebh pintar.

Tugas ilmuwan muslim adalah menemukan begitu banyak bukti nyata di lapangan tentang apa yang telah menjadi bahasan di dalam Al-Quran.

oleh karena itu, isi alquran harusnya menjadi sumber awal kegiatan penelitan, bukan buku karangan manusia atau sekadar laporan hasil penelitian manusia.

7.4 Tuntuan Allah dalam wahyu pertama

segala ilmu yang berada di alam ini adalah ilmu Allah Swt. sumber segala ilmu adalah yang mahatahu, Allah swt pemilik segala ilmu pengetahuan. Allah swt menurunkan ilmu kepada manusia hanya sedikit saja.

tuntutan Allah swt kepada Nabi Nya pada awal diangkat menjadi seorang rasul, ternyata adalah bentuk penyiapan mendasar tentang kemampuan manusia untuk menjadi peneliti.

Pernyataan Allah swt yang lengkap tentang hal itu adalah termaktub dalam surat ke - 96: "Allama - al - insana lam ya'lam (yang mengajari manusia tentang segala sesuatu yang tidak diketahuinya).

Ayat ini berisi janji Allah swt. Allah akan memberi kefahaman kepada siapa saja tentang segala sesuatu yang belum pernah diketahui oleh seseorang. tentu semua itu hanya bisa didapat dengan usaha melalui proses pengelolaan ilmu Allah swt, melalui penelitian.

Bukti tentang janji Allah swt telah banyak kita temukan di lapangan, tetapi masih saja banyak manusia tidak begitu yakin tentang hal itu.

7.5 perlukah islamisasi sains?

Ilmu Allah adalah ilmu yang islami, semua hasil olahan ilmu Allah, pada awal pengelohan dan hasilnya, mengusung sifat islami. tetapi, pemanfaatan hasil olahaanya yang kerap menyimpang dari sifat utama ilmu Allah, karena perilaku manusia penggunanya.

tak ada sesuatu yang dihalangi oleh Allah dalam penggunaanya, oleh siapa pun ilmu itu dikelola.

bidang - bidang ilmu yang selama ini dianggap sebagai ilmu sesat, pada dasarnya adalah ilmu Allah yang disediakan sebagai penyeimbang dan cobaan bagi manusia.

Allah memberi izin penemuan dan penggunaan nuklir. berbagai ilmu nuklir dalam tatanan Allah (sunatullah) yang islami. para pengguna yang kemudian menyelewengkan fungsinya untuk kegiatan yang bertentangan dengan sifat asasi kebermanfatan dan kemaslahatan ilmu Allah.

Dalam keseharian kita mengenal berpasangan: baik-buruk, surga-neraka. yang semuannya menjadi patokan dan pilihan bagi manusia. dalam kaitan olahan ilmu, Allah SWT juga menempatkan dua hal berbeda tersebut sebagai bentuk keseimbangan posisi dan peran, dalam sains, teknologi, filsafat, dan juga temuan-temuan manusia lainnya.

Sains dan teknologi tidak lahir tanpa pengolahanya, yaitu praktisi sains dan teknologi. untuk menunjuk batasan sains secara pasti.

seperti praktisi sains, praktisi teknologi adalah manusia yang memiliki latar belakang kondisi tertentu. semua benda yang dirancang oleh manusia, berdasarkan bimbingan ilmu Allah swt. 

Bimbingan dan pedoman selalu diperlukan oleh manusia agar manusia bisa memaslahatkan hidupnya dan lingkungannya. Allah swt menganugerahkan aneka pilihan hanya kepada manusia, kepada Makhluk lain Allah swt tidak memberikan hal itu.

Sains dan teknologi selama ini dipisahkan dari nilai - nilai agama. melalui sains manusia tidak akan mendapatkan kebenaran mutlak. kebenaran --hidayat  menyebut dengan istilah kebetulan, hanya berupa kebenaran sesaat dan setempat -- dalam sains sesunggugnya berada diluat sains


Daftar Pustaka:

Al-Faruqi, Ismail Raji. 1999. Seni Tauhid Esensi Dan Ekspresi Estetika Islam.
Yogyakarta: Bentang

Al-Hassan, Ahmad Y. dan Donald R. Hill. 1993. Teknologi dalam Sejarah Islam.
Bandung: Mizan

Bono, Edward De. 1991. Penerapan Pola Berpikir Lateral. Jakarta: Binarupa Aksara
https://hmasoed.wordpress.com/2011/01/10/iqra%E2%80%99-perintah-pertama-
kepada-nabi-saw/

iQuran V 2.5.4 for Android

Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di
Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam,
Departemen Agama RI

Nataatmaja, Hidayat. 1982. Karsa menegakkan Jiwa Agama dalam Dunia Ilmiah Versi
Baru Ihya Ulumiddin. Bandung: Iqra

Nataatmaja, Hidayat. 1984. Ilmu Humanika. Bandung: Risalah

Poeradisastra, S.I. 1981. Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan Modern.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Portfolio Ujian Akhir semester

Tugas  ke-9   Materi Bab 6 tediri atas Manusia makhluk belajar Konsep Pendidikan yang islami Kewajiban Belajar bagi muslim dan muslimah Kewa...