Materi ini adalah lanjutan dari bab sebelumnya yaitu bab 8:
- telah terjadi kerusakan di darat dan laut karena ulah manusia;
- bukti-bukti ilmiah tentang kemahakuasaan Allah swt;
- manusia dan teknologi; dan
- manusia dan media.
8.3 Manusia dan Teknologi
Teknologi ditegaskan oleh vam peurseun adalah "Perpanjangan tangan manusia" (1988). ketika kondisi tertentu dkategorikan sebagai alat yang bisa digunakan untuk memperpanjang jangkauan tangan manusia, maka peurseun menyebutnya sebagai (hasil, perangkat) teknologi.
Batasan pengertian teknologi bisa berubah sejalan dengan kondisi zaman, contohnya ketika kita ingin mengambil sebuah buah rambutan kita biasanya menggunakan galah, galah itu adalah produk teknologi. dan ketika berkeinginan berkominukasi dengan orang jauh dulu menggunakan surat kantor pos tetapi sekarang cukup menggunakan piranti Smartphone kita sudah bisa melakukan bertegur sapa lewat telephone.
hampir dikatakan semua manusia, sesederhanan apapun peradaban yang didukungnya, mereka bisa menemukan teknologi sesuai kebutuhan zamannya. Respons terhadap alam sejalan dengan kebutuhan hidup mendasar manusia, selalu menghasilkan perangkat alat, bahan, bahkan sistem untuk menjadi sebuah solusi yang merupakan jawaban atas kebutuhan yang mereka perlukan. sejak zaman dulu teknologi telah hadir mendampingi perilaku setiap manusia, sesuai tuntutan lingkungan, sesuai kondisi zaman.
ibadah mahdah maupun ghair mahdah pasti terkait dengan penggnaan teknologi. teknologi bangunan (masjid dan tempat wudhu), sound system (adzan dan peringatan sebelum waktu shalat) dsb. penggunaan perangkat teknologi dalam pelaksanaan ibadah mahdhah tidak terlarang. tidak ada aturan khusus tentang penggunaannya.
Ketika berbicara tentang teknologi, pada kenyataannya kita juga tidak bisa melihat betapa kegiatan seni telah ada didalamnya. banyak bukti di lapangan, karya-karya seni sebagai karya imajinatif awal telah menjadi cikal bakal pengembangan karya-karya teknologi.
Sekalipun ada orang yang mengagungkan kebebasan di dalam bekarya seni, kebebasan itu adalah kebebasan yang tetap dibatasi norma. seni etis di lingkungan masyarakat indonesia telah lama menjadi pegangan dalam mengolah seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater, maupun seni sastra.
sebagaimana Allah swt telah menganugerahkan kebebasan memilih kepada manusia, melalui pengilhaman sisi fujur dan taqwa, kebebasan itu dibatasi norma: pahala dan dosa. kebebasan yang diusung berdasarkan keinginan hawa nafsu, mengatasnamakan kebebasan berkarya seni, adalah kesembronoan dan sekaligus kesombongan. dalam segala perilaku kehidupan ada atap dan dinding yang membatasi ruang gerak ekspresi manusia, agar karya lahir dalam kebermanfaatan dan kemaslahatan hidup masyarakat banyak, bukan untuk sekadar mengusung kebebasan individu.
8.4 Manusia dan Media
Keberadaan gadget untuk keperluan memanfaatkan aneka media informasi juga semakin mudah dan terjangkau. Gawai yang mumpuni dengan harga yang murah kini semakin banyak ditawarkan oleh vendor-vendor layanan jual produk perangkat teknologi media tersebut. layanan jaringan murah pun semakin beragam dan banyak disediakan oleh para pemilik produk layanan jarangan.
Media massa, internet beserta jalur-jalur penggunaannnya, memiliki banyak keburukan. semua telah banyak dikuasai oleh pemilik jaringan. kebanyakan masyarakat dunia hanya bisa menjadi "objek" pengguna yang tata aturan penggunaannya telah ditetapkan secara ketat untuk keuntungan dan maksud pemilik jaringan.
Sisi baik mengenai media sosial bisa juga digunakan sebagai sarana saran penyampaian materi pembelajaran bagi guru dan dosen. banyak dosen/guru yang telah terhubung dengan mahasiswa melalui salah satu layanan media sosial.
Laptop, tablet, maupun smartphone masa kini, kini bukan sesuatu yang sulit didapatkan, bahkan hampir semua orang telah memiliki salah satu dari tiga jenis gawai tadi. banyak peserta didik yang terampil menggunakan seperti aplikasi facebook, twitter, Whattsapp dan sejenisnya.
Media komunikasi tadi bisa juga dimanfaatkan sebagai wahana menyampaikan materi pembelajaran dan menghimpun proses pembelajaran di luar kelas. tak ada jarak yang terlalu jauh untuk melakukan aneka kegiatan komunikasi.
Banyak proses administrasi yang kini telah diwajibkan secara melembaga dengan cara daring (online). semua pemilik data harus berusaha melengkapi seluruh data yang diminta oleh lembaga. berbeda dengan zaman sebelumnya, pemilik data kerap sangat bergantung kepada satu sumber saja yaitu sumber data milik lembaga.
bagian pengelolaan data administratif di lembaga - lembaga tertentu menjadi salah satu penentu lengkapnya himpunan data penting untuk setiap individu pegawai, misalnya kini setelah semua serba diatur menggunakan perangkat kerja berbasis komputer. pengumpulan data telah bisa melibatkan banyak lembaga dalam satu jaringan tertentu, termasuk juga pemilik data. perubahan dan peninjauan serta perbaikan harus sejalan, agar tujuan yang ingin dicapai didekati secara bersama-sama dalam semua usaha.
Daftar Pustaka:
https://www.youtube. com/watch?v=Cfu8mz52WsU
http://laguterbarump3.site/download/Cfu8mz52WsU/save-imam-shamsi-ali-keberhasilan
-dakwah-di-amerika.html
iQuran V 2.5.4 for Android
Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di
Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam,
Departemen Agama RI
Suryana, Jajang. 2004. Kajian Pemikiran Sederhana tentang Islam. Kumpulan tulisan.
Singaraja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar