Bismillahirrahmanirrahim,
Materi Bab 9 ini terdiri atas:
- hadits tentang diutusnya Nabi Muhammad saw untuk menyempurnakan akhlak manusia;
- Nabi Muhammad saw sebagai uswah hasanah.
- konsep manusia terbaik di sisi Allah swt;
- indikator kenabian sebagai uswah hasanah;
- pendidikan karakter dalam konsep Islam. Untuk mencapai sasaran belajar yang optimal, mahasiswa diberi latihan berupa diskusi tentang hasil pengembangan materi ajar melalui kegiatan unduhan dari berbagai sumber.
9.1 Nabi Muhammad saw diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia
Terdapat sebuah hadits dan mungkin Populer di kalangan umat muslim
إنما بعثت لاتمم مكارم الأخلاق
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyemurnakan akhlak manusia”. (Hadits)
Nabi Muhammad Diutus bukun untuk menyempurnakan agama, tetapi untuk menyempurnakan akhlak. Hal itu menunjukkan bahwa yang akan menjadi kunci lengkapnya keimanan dan keislaman seseorang adalah akhlaknya. Allah tidak akan memberi tugas menyempurnakan akhlak kepada seseorang,seandainya yang ditugasi itu tidak memiliki akhlak kepada seseorang.
Akhlak yang baik, sebelum Muhammad menjadi Nabi, telah diperlihatkan dalam aneka hubungan sosial yang bisa dinilai oleh orang banyak disekeliling muhammad. Julukan AL-Amin adalah julukan yang berisi kepercayaan yang amat berharga dari masyarakat di sekeliling muhammad pada saat itu.
Al-Amin adalah suatu prestasi. pada saat masyarakat jahiliyah lebih mementingkan urusan duniawi, mementingkan urusan kesenangan semata, hedonism, mereka masih memiliki pikiran yang jernih hingga bisa melihat kelebihan Muhammad. seandanya gelar al-Amin diberikan oleh masyarakat yang serta baik, serba terbimbing oleh nilai-nilai ilahiah, gelaran itu menjadi hal yang "biasa".
Kita harus yakin Nabi Muhammad yang akan menyempurnakan akhlaq manusia telah dikondisikan sebgai SDM yang memiliki akhlaq mulia oleh Allah. Oleh karena itu, kita sering mendengar istilah "Satunya kata dan Perbuatan".
Akhlaq adalah kesinambungan antara perilaku lahir dengan perilaku batin. Karena Akhlaq ini, kemudian, bisa dikaitkan dengan dua nilai yang saling berbeda: baik dan buruk, maka bisa dikatakan, akqlaq itu ada yang baik dan ada yang buruk. Akhlaq yang baik adalah perilaku lahir sekaligus perilaku batin yang dibimbing oleh kebenaran yang mutlak, Kebenaran yang datang dari Khalik. Akhlak yang buruk adalah perilaku lahir sekaligus perilaku perilaku batin yang dimbing oleh kebenaran yang datang dari makhluk.
Apakah sama Akhlak sama dengan sopan santun dan budi pekerti?
dalam akhlak terkandung tampilan berupa sopan santun yang didasari budi pekerti. tetapi sopan - santun yang hanya tampilan lahir saja. belum bisa dikategorikan sebagai akhlak. orang-orang munafik boleh jadi bisa bersopan santun di depan orang lain. Namun, tampilan sopan santun tersebut, bagi para munafik, tidak pernah sejalan dengan apa yang ada didalam hatinya.
Akhlak yang baik harus bersumber dari hanya satu sumber nilai yang maha benar. Jika tata-nilai yang dijadikan pengukur akhlak masih berupa tata-nilai ganda, kebenaran nilai tadi masih akan selalu dipertanyakan. Oleh karena itu, seandainya semua manusia menggunakan konsep tata-nilai ilahiah yang satu, tidak akan ada pertentangan.
Allah telah menyediakan tata nilai kebenaran tentang rasa, pikiran, sikap, tindak, perbuatan dan segala yang melatari tingkah laku kita sebagai manusia dalam tata-nilai islam. tata- nilai islam yang nyata adalah apa yang diperagakan oleh Nabiyullah muhammad saw.
Karena Manusia Masa kini tidak pernah bertemu lansung dengan sumber teladan akhlak, maka telah disediakan bagi kita Al-Quran dan Al-Hadits sebgai sumber nilai yang islami.
Mengenai cara bertanggung jawab terhadap diri-sendiri, terhadap orang tua, terhadap orang lain, terhadap lingkungan, dan terutama terhadap Rasul dan Tuhan, telah lengkap diatur dalam -Al-Quran dan Al-Hadits. Al-Quran dan Al-Hadits itulah yang kemudian akan kita jadikan sebagai sumber rujukan bagaimana kita beraklak mulia. seperti telah disinggung. akhlak menjadi kata kunci keberhasilan seseorang menjadi manusia paripurna setelah iman dan islam. oleh karena itu, inti dari pebelajaran konsep islam adalah menata akhlak agar iman dan islam yang telah ada bisa sejalan dengan yang telah dituntut dan ditetapkan oleh Allah swt melalui teladan perilaku Nabi-Nya.
9.2 Nabi Muhammad saw sebagai Uswah Hasanah
Julukan Al-Amiin yang diterima Nabi Muhammad saw dari para kuffar Quraisy adalah julukan tertinggi, terhormat di antara mereka. Al-Amin adalah prestasi dari kebaikan akhlak yang dimiliki oleh Muhammad sejak sebelum menjadi nabi. Allah swt telah menegaskan di dalam Al-Quran tentang keteladanan Nabi Muhammad saw.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Terjemahan :
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS: Al-Ahzab:21)
Para Ahli tafsir mengaitkan ayat tersebu dengan peristiwa perang khandaq. diceritakan bahwa Nabi muhammad saw menunjukkan teladan kesabaran dan semangat yang tinggi tanpa keluhan, sekalipun dalam kondisi sulit akibat perang. sementara itu para sahabat banyak yang berkeluh - kesah kepada Nabi (Tafsir Al - Qurthubi: 14/138-139).
Imam Abdurrahman binNashir as-Saadi dalam kitab tafsirnya yang terkenal, tafsir Karrimi ar-Rahman , menyebutkan :"Para ulama ushul berdalil dengan ayat ini tentang hujjah (berargumen) menggunalkan perbuatan - perbuatan Nabi. Karena pada pasalnya, ummat beliau wajib menjadikan beliau sebagai suri teladan dalam perkara hukum, kecuali ada dalail Syari'i yang mengkhususkan (bahwa suatu perbuatan Nabi hanya khusus untuk beliau saja secara hukum, tidak untuk ummatnya". pernyataan tadi sejalan dengan firman Allah swt dalam surat An-Nisaa, 04:13)
memang ada sejumlah perbuatan Nabi Saw yang dikhususkan untuk nabi semata, tetapi begitu banyak peruatan Nabi yang harus menjadi teladan untuk ummat sebagaimana yang dijelaskan dalam isi ayat surat Al-Ahzaab, 33:21. bahkan seperti pernah dibahas. perbuatan Nabi adalah salah satu yang menjadi bagian dari sunnahnya sunnahturrasul. jika ummat tidak mengikuti sunnah Rasul berarti bukan bagian dari Ummat Rasul.
Sementara, pernikahan Nai yang terkait dengan jumlah istrinya, yang kerap dipakai alasan untuk meniru jumlah istri dalam poligami, hanya berlaku untuk Nabi Muhammad saw. tentang jumlah istri Nbis, hal ini sering dijadikan hujjah dan sekaligus kritikan ummat lain. sesugguhnya Nabi Menikahi istri-istrinya dengan kondisi dan terutama waktu yang sangat Khusus.
Nabi Menikah dengan siti khatijah sebagai istri pertama adalah istri nabi yang utuh. Nabi tidak menikah dengan yang lain ketika sedang memperistri Khadijah. baru setelah siti Khadija meninggal, ada peristiwa-peristiwa yang sangat berhubungan dengan petunjuk Allah dan peristiwa itu dilengkapi dengan hikmah dibelakang kejadiannya.
Intinya Rasullulah atas petunjuk Allah swt menikahi sejumlah janda korban perang yang harus diselamatkan keimananya dan memiliki kelebihan menyokong perjuangan - perjuangan pengembangan islam.
Ada berlatar sebagai janda ummul masakin, ahli pidato, hafiz quran, dari keluarga terhormat suku tertentuyang menjadi tali dakwah bagi sukunya, juga terkait dengan proses pembelajaran tentang kewanitaan, pembebasan budak, penghausan sistem jahiliyah tentang keluarga, dan banyak hikmah lainnya. semua kondisi itu tidak lepas dari petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad. Sunnat Nabi, tentu termasuk dalam pola perilaku Nabi dalam mempertimbangkan alasan menikahi istri-istrinya, tetapi tidak jumlahmnya. jumlah istri yang diperbolehkan secara syar'i adalah empat saja.
Sunnaturrasuul, sunnah rasul, sunnah nabi, adalah salah satu yang disebut sebagai warisan dari Nabi, selain Al-Quran (sunnatullah).
Sunnah Nabi (Dikategorikan sebagai hadits, berita, dari Nabi dan sikap nabi) bisa di ucapkan (Qauliyah), Perbuatan (Amaliyah) dan sikapnya (takriiriyah) jika yang mengaku ummat Nabi tidak mau mengikuti sunnah Nabi, Nabi mengigatkan dalam salah satu hadistnya.
Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan. (Lalu) dikatakan kepada beliau: ‘Siapa yang enggan itu wahai Rasulullah?’ Maka beliau menjawab: ‘Barangsiapa menaati aku ia pasti masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka ia enggan (masuk surga)’.” (Shahih Bukhari: 7280)
Sebagai bekal keteladaanan Rasulullah telah diaanugerahi kelengkapan sifat yaitu 4 sifat shiddiq(benar), amanat (bisa dipercaya), tabligh (menyampaikan, tidak menyembunyikan), dan fathonah (cerdas). oleh karena itu apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi selalu sejalan yang kemudian secara sya'riat menjadi pedoman uswah hasanah yang harus diiikuti oleh ummatnya.
9.3 Konsep Manusia Terbaik di sisi Allah
Allah swt telah menetapkan aturan-aturan yangmembentengi kebebasan manusia. aturan tersebut adalah sebagai jalan kebaikan yang disediakan oleh Allah SWT agar manusia menyadari keterbatasan.
Sejak manusia bangun dari tidur, mengawali hari, bekerja, bermua'malah, istirahat, ibadah mahdhah, hingga manusia mau tidur lagi, semua rangkaian kegiatan itu diikat aturan-aturan. tidak akan ditemukan di agama lain.
Semua kegiatan manusia muslim ada aturan resminya, ada satu hadits yang populer yaitu "Sebaik - baik manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi manusia lain" sebagai individu manusia bertanggung jawab penuh atas segala hasil perbuatan dirinya. tetapi, sebagai makhluk sosial, manusia dituntut menjadi individu yang bisa banyak memberi manfaaat bagi individu lainnya.
kebermanfaatan tadi tidak berhubungan dengan profesi tertentu artinya semua bidang kegiatan yang sejalan dengan aturan-aturan Allah swt adalah lahan menggali dan mengumpulkan kebaikan yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi manusia lain. tiga hal yang terkait dengan tinggalan yang masih memberi kuncuran laba pahala kepada seseorang yang telah meninggal, ketika semua amalnya diputus oleh Allah swt adalah hasil perilaku yang juga menyebabkan kebermanfaatan bagi orang lain "anak yang shalih yang mendoaakan kedua orang tuanya" adalah hasil usaha orang tua semasa hidup dalam mengarahkan dan membimbing anak-anaknya menjadi anak-anak shalih dan shalihat.
kebermanfaatan kedua adalah hubungan dengan pemanfaatan ilmu. ilmu yang dimanfaatkan. ilmu yang diajaarkan kepada orang lain. sangat bermanfaat bagi aorang yang mendapatkannya. segaka upaya penyebaran ilmu, penyampaian ilmu, baik dalam bentuk proses pendidikan pembelajaran, maupun pelatihan , menjadi indikator kondisi kebermanfaatan seseorang diantara keberadaan orang lain. oleh karena itu " ilmu yang bermanfaat" adalah hal kedua yang masih akan menalir hasilnya kepada orang yang telah meninggal.
satu hal yang paling rasional sebagai bentuk kebermanfaaatan seseorang di dalam persitidakan dengan orang lain adalah berupa amal jariyah, amal yang terus berkelanjutan maknanya, hasilnya, manfaatnya, amal jariyah bentuknya sangat beragam. siapapun memiliki harta, seberapa banyak harta yang dijariahkan, semua bersal berawal dari keihklasan mengeluarkannya sebagai amal jariyah, maka akan menjadi amal yang tidak terputus hasilnya sekalipun orang yang beramal tersebut telah meninggal. amal jariyah akan tetap mengalir hasilnya kepada orang yang telah meninggal, sebagai bentuk kebermanfaatan dirinya orang lain adalah harta yang dijalankan sebgaai bentuk kebermanfaaatan dirinya bagi orang lain adalah harta yang dijalankan sebagai amal shadaqah infaq, waqaf dan hibah. selagi orang tersebut masih hidup. pemanfaatan harta seseorang yang telah meninggal atas kesadaran dirinya ketika masih hidup misalnya dalam bentuk wasiar masih lebih nyata dibanding harta yang dibagikan oleh keluarganya setelah pemilik harta meninggal. kesadaran individu itulah yang telah menjadi tolak ukur amal shalih seseorang.
Satu kondisi ideal yang menjadi tuntutan yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia agar bisa mencapai tempat terbaik di sisi Allah swt adalah kondisi takwa banyak ayat alQuran yang isinya mengigatkan manusia muslim maupun mukmin agar bisa mendapatkan puncak posisi dalam lindungan Allah swt adalah sebgai manusia muttaqin.
Surat Al Baqarah ayat 212
زُيِّنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُوْنَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۘ وَالَّذِيْنَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Terjemahan
Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
Tafsir Ringkas Kemenag RI
Kehidupan dunia dijadikan oleh Allah terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir Mekah. Mereka sangat mencintai dunia dan berlomba-lomba mencari kesenangan dunia sehingga lupa kepada akhirat, dan mereka terus-menerus menghina orang-orang yang beriman, seperti Bilal, suwahaib, dan lainnya karena kefakiran mereka. Mereka terus saja berbuat demikian padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Mereka berada di surga sedangkan orang kafir itu berada di neraka. Dan Allah memberi rezeki baik di dunia maupun akhirat kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
9.4 Indikator kenabian sebagai uswah Hasanah
Sebagai utusan yang ditugasi untuk menyempurnakan akhlak manusia, Nabi Muhammad saw memiliki ciri kenabian sebagai manusia yang patut menjadi contoh. sejak sebelum masa kenabian, muhammad telah menunjukkan ciri-ciri kebaikan akhlak tersebut.
Beliau telah mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat quraisy sebagai orang yang dapat dipercaya perilakunya. beliau dijuluki Al-Amin orang sangat bisa dipercaya. disamping memiliki perilaku dipercaya. disamping memiliki perilaku terpercaya, muhammad pun memiliki latar keturunannya. latar keluarga bangsawan Quraisy yang kaya telah menjadi bekal awal kondisi muhammad sebagai orang yang dihargai oleh lingkungannya. ditambah dengan perilakau terpuji yang menjadi ciri kehidupan sehari - harinya, muhammad telah menjadi tokoh anggota masyarakt yang dihargai. untuk melengkapi kesiapan mental dan terutama moral muhammad.
Allah swt memerintahkan Jibril untuk melakukan pembedahan. pembersihan hati muhammad, seperti yang diceritakan dalam sejumlah kisah nubuwwah. jadi lengkaplah Muhammad sebagai calon Nabi akhir zaman, yang keberadaanya dicatat dalam Al-Quran sebagai uswah hasanah bagi manusia pada masanya dan manusia - manusa pada zaman jauh setelahnya.
surat ali imran ayat 164
لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ 164.
Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
9.5 Pendidikan Karakter dalam konsep Islam
Pendidikan karakter dimulai dari rumah. orang tua yang pertama menorehkan penanda awal ke dalam hati seorang anak. melalui pembiasaan yan dibangun orang tualah karakter tertentu akan terbentuk dalam diri seseorang. anak - anak yang dilahirkan dalam kondisi fitrah akan menyerap pengaruh lingkungannya sebagai bentuk simpanan data dalam memorinya. data itu akan menjadi sumber rujukan perilakunya kelak.
Pantaslah isi hadits Nabi yang menyatakan bahwa "setiap yang dilahirkan berada pada kondisi fitra" adlaah konsep dasar pendidikan ini. yang akan berlanjut dalam bentuk pembiasaan-pembiasaan yang memberi warna perilaku, tindakan, tanggapan, cita-cita, maupun anggapan - anggapan yang dimiliki seorang anak "orang tualah yang pertama mengarahkan anak menjadi Yahudi, Nashara , ataupun majusi.
Dalam konsep islam pendidikan dini adalah kunci pembuka hidayah bagi seseorang. ketika pembiasaan telah terbentuk melalui pengaruh orang-orang yang paling dekat dengan seorang anaknya, maka pengaruh tersebut bisa menjadi jembatan hidayah jika pengaruh yang diberikan adalah pengaruh yang baik. sebaliknya jika pengaruh yang diterima oleh anak adalah pengaruh buruk, sehingga membentuk karakter buruk maka pendidikan masa kecil telah menjadi pagar atau sekat yang memisahkan anak dengan hidayah.
Memang hidayah Allah adalah hak perogatif Allah saja. tak ada seorang manusia pun yang diberi kesempatan untuk bisa mengarahkan dirinya apalagi orang lain kearah hidayah Allah swt. Nabi Muhammad sebagai kekasih Allah swt tidak sedikitpun diberi kesempatan untuk bisa mengarahkan pamannya Abu thalib kepada islam.
dalam kondisi menjelang ajal menjemput, paman Nabi saja masih merasa malu untuk menyatakan berserah diri menjadi muslim. hal inilah yang kemudian menyebabkan Nabi sangat bersedih. paman yang dicintainya, penunjang perjuangan tegaknya islam, ternyata tidak siap untuk menyatakan diri menjadi muslim pada saat menjelang akhir hayatnya. kesedihan iru menjadi salah satu rencanan Allah swt untuk menunjukkan hak prerogatif Allah swt tentang hidayah. Allah swt mengigatkan Nabi Muhammad saw atas peristiwa yang menyedihkan tersebut sebagai bentuk nyata keterbatasan kemampuan manusia sekalipun sebagai seorang Nabiyullah dan yang paling utama Allah swt menunjukkan bahwa hanya Allahlah yang berkuasa atas segala sesuatu.
Surat Al-Qashash Ayat 56إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَArab-Latin: Innaka lā tahdī man aḥbabta wa lākinnallāha yahdī may yasyā`, wa huwa a'lamu bil-muhtadīnArtinya: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
peryataan tersebut adalah bukti kekuasaan Allah swt atas hidayah. Namun didalam semua kondisi, Allah swt tetap menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menjadi penyebab mengapa Allah swt tidak mengabulkan permohonan Nabiyullah muhammad saw. Allah swt menunjukkan bahwa pembelajaran yang nyata bahwa di dalam hati paman Nabi ada kesombongan dan ketidakiklhasan yang kuat. dia malu kepada kaumnya jika menyatakan diri sebagai muslim.
Karakter ikhlas dan pasrah adalah kondisi yang dituntut dalam menghadapi ketentuan Allah swt. tak ada yang lebih nikmat selain ketika seseorang bisa memasrahkan diri secara sadar kepada ketentuan Allah swt, setelah melaui berbagai upaya amal maupun doa hanya dengan berbekalkeyakinan bahwa ketentuan Allahlah yang terbaik sebagai pilihan akhir seseorang akan merasa lengkap menempatkan diri sebagai makhluk. yang tidak memiliki kuasa apapun selain yang telah dianugerahkan oleh Allah swt inilah keimanan akan Qadha dan Qadar Allah swt yang baik maupun yang buruk tetapi semua muslim harus yakin bahwa yang diberikan oleh Allah swt pasti yang terbaik, sekalipun pada kenyataanya masih banyak orang yang belum bisa menyadari hikmah di balik semua yang ditetapkan oleh Allah swt.
Sebagai makhluk moral manusia telah dibekali kemampuan menempatkan diri sebagai hamba. ia juga bisa menempatkan diri sebagai makhluk yang memiliki kesadaran bahwa Allah swt adalah tuhan yang maha berkehendak yang maha memaksa dibalik semua kepastian Allah swt selalu ada hikmah yang mendatangkan kebaikan segera ataupun tangguh waktu.
Daftar Pustaka
iQuran V 2.5.4 for Android
Mansoer, Hamdan. et.al. 2004. Materi Instruksional Pendidikan Agama Islam di
Perguruan Tinggi Umum. Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam,
Departemen Agama RI
Suryana, Jajang. 2004. Kajian Pemikiran Sederhana tentang Islam. Kumpulan tulisan.
Singaraja
Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi
Umum. Singaraja: Tespong
Suryana, Jajang. 2010. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi
Umum V.2.0. Singaraja: Tespong
Taufiq, Mohamad. 2013. Addins Quran in Ms Word V 2.2.0.0. https://www.facebook.
com/QuranInMsWord

wihh baguss isinya
BalasHapusArtikelnya sangat profesional.
BalasHapusKeren ka, mudah dimengerti juga
BalasHapusmasya allah, edukatif sekali isi artikelnya, membantu buat belajar utamanya akhlak
BalasHapusMenarik banget pembahasannya tentang manusia sebagai makhluk moral jadi makin sadar kalau kita punya tanggung jawab untuk berpikir, memilih, dan bertindak dengan baik
BalasHapusBagus banget! Ulasannya membuka perspektif bahwa moralitas bukan soal idealisme kosong, tapi pilihan & tanggung jawab nyata dalam hidup sehari-hari.
BalasHapusTopik filsafat yang penting banget! Konsep Manusia sebagai Makhluk Moral itu seringkali terlupakan di tengah hiruk pikuk hidup modern. Aku setuju, moralitas itu bukan cuma soal tahu yang benar dan salah, tapi keberanian untuk bertindak benar di situasi sulit.
BalasHapusArtikel ini ngebantu, bikin lebih sadar soal tanggung jawab moral sebagai manusia.
BalasHapusThanks sudah mengajak kita refleksi tentang kemanusiaan lewat tulisan ini.
BalasHapuskak makasih banget atas sharingnya , ini bener bener jadi reminder buat aku
BalasHapusPenjelasannya bagus
BalasHapusterima kasihh kak, jadi bisa refleksi diri akuu
BalasHapuskeren banget kak, bisa jadi reminder untuk pembaca artikel ini
BalasHapuskeren kak artikel nya emang, moralitas adalah hal yang membedakan manusia dari makhluk lain.
BalasHapusDalam dan penuh refleksi bisa jadi reminder buat diri sendiri
BalasHapusPenjelasannya sangat sistematis.
BalasHapusMasha Allah bermanfaat sekali artikelnya
BalasHapusmakasih banyak ka informasinya, jadi pengingat buat aku
BalasHapusterimakasih atas ilmunya!
BalasHapuskeren kak artikelnya, terimakasi informasinya
BalasHapusMateri yang disampaikan cukup jelas dan membuka pemahaman tentang peran moral dalam kehidupan manusia. Penjelasannya juga relevan dengan realitas sosial saat ini
BalasHapuskeren ka artikel nya, jadi self reminder lagi kalo hidup harus bisa lebih baik
BalasHapusPembahasannya simpel tapi ngena. Bikin kita ingat kalau keputusan kecil pun tetep ada nilai moralnya
BalasHapusMenarik banget baca refleksinya soal kemanusiaan dan moral. Bikin mikir juga tentang gimana kita lihat diri sendiri dan orang lain
BalasHapus